Metransformasi Pembinaan Karakter, PAC LDII Bengkulu Gelar BCM 'Happy Learning' di Pantai Pasir Putih

Metransformasi Pembinaan Karakter, PAC LDII Bengkulu Gelar BCM 'Happy Learning' di Pantai Pasir Putih
  • KOTA BENGKULU – Kawasan Pantai Pasir Putih Bengkulu mendadak riuh oleh tawa dan semangat ratusan anak pada Minggu pagi (21/6/2026). PAC LDII Kelurahan Cempaka Permai dan Pagar Dewa sengaja memindahkan lokasi pengajian rutin Generasi Penerus (Generus) mereka ke alam terbuka untuk mengimplementasikan metode Bermain, Cerita, dan Menyanyi (BCM). Langkah inovatif ini dirancang guna menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan atau happy learning bagi anak-anak usia dini hingga pra-remaja.

    Menanamkan Karakter di Tengah Deburan Ombak

    Kegiatan yang melibatkan ratusan peserta ini bukan sekadar rekreasi biasa. Di bawah pengawasan Penggerak Pembina Generus (PPG) Kota Bengkulu, anak-anak diajak mengikuti rangkaian aktivitas yang disusun secara sistematis. Mulai dari olahraga bersama, permainan bola yang melatih kerja sama tim, hingga latihan fisik seni bela diri dari Persinas ASAD Kota Bengkulu.

    Metode luar ruang ini dipilih untuk memecah kejenuhan rutinitas belajar di dalam kelas atau masjid. Dengan suasana pantai yang segar, internalisasi nilai-nilai karakter luhur seperti kedisiplinan, kemandirian, dan kerukunan menjadi lebih mudah diterima oleh jiwa-jiwa muda ini. Alur kegiatan sengaja dibuat dinamis agar setiap anak tetap fokus dan antusias sepanjang acara berlangsung.

    Filosofi Belajar Aktif Melalui BCM

    Penanggung jawab program, H. Tono Sugiartono, M.Pd, menekankan bahwa efektivitas penyerapan materi pada anak-anak sangat bergantung pada cara penyampaiannya. BCM dipandang sebagai jembatan yang efektif untuk menyalurkan energi positif anak-anak ke dalam hal-hal yang bersifat edukatif.

    “Dalam metode BCM, materi disampaikan melalui permainan olahraga dan bermain bersama. Guru dibantu oleh fasilitator yang merupakan para muballigh dan muballighot di lingkungan PAC LDII Cempaka Permai dan Pagar Dewa,” ujar H. Tono Sugiartono, M.Pd.

    Beliau memaparkan bahwa pendampingan oleh tenaga pendidik profesional dan muballigh sangat krusial. Hal ini memastikan bahwa meskipun anak-anak terlihat sedang bermain, ada pesan moral dan agama yang tetap tersisipkan secara halus namun mendalam di setiap sesi permainan.

    Target SDM Profesional Religius

    LDII secara nasional memang memiliki visi besar dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional religius. Program pembinaan ini tidak dilakukan secara instan, melainkan berjenjang mulai dari usia cabai rawit (usia dini), pra-remaja, remaja, hingga jenjang pra-nikah. Fokus utamanya adalah pembentukan 29 karakter luhur yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika zaman yang kian kompleks.

    “Generasi muda LDII diarahkan memiliki 29 karakter luhur, di antaranya akhlakul karimah, alim-faqih, mandiri, disiplin, rukun, kompak, kerja sama yang baik serta memiliki kemampuan menghadapi tantangan zaman,” jelas H. Tono lebih lanjut.

    Interaksi di Pantai Pasir Putih ini juga menjadi ruang bagi orang tua untuk mempererat kedekatan emosional dengan anak-anak mereka. Sinergi antara kurikulum pembinaan organisasi dan dukungan orang tua di rumah menjadi kunci keberhasilan mencetak generasi emas masa depan. Harapannya, kegiatan berbasis komunitas dan alam seperti ini dapat dilakukan secara berkala demi menjaga kesehatan jasmani sekaligus rohani para generasi penerus.

    Glossary Kegiatan LDII

    • Generus: Singkatan dari Generasi Penerus, sebutan untuk anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pembinaan.
    • BCM: Bermain, Cerita, dan Menyanyi; sebuah metode pedagogi kreatif untuk anak-anak agar belajar tidak membosankan.
    • PAC: Pimpinan Anak Cabang; struktur organisasi LDII di tingkat Kelurahan/Desa.
    • Persinas ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, organisasi bela diri yang fokus pada pelestarian budaya dan pembinaan karakter.
    • Profesional Religius: Visi pembentukan SDM yang unggul dalam keahlian duniawi (profesional) sekaligus memiliki landasan agama yang kuat (religius).
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.