Mempererat Tali Silaturahmi di Tengah Keberagaman Lampung
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung kembali mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Ruwa Jurai. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi jajaran pengurus LDII kepada Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung, KH. M. Bahruddin, yang berlangsung di Bandar Lampung pada Minggu (24/5).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW LDII Lampung, H. M. Aditya. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk mengamplifikasi sinergi antarlembaga dalam menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis di tengah kemajemukan keyakinan yang ada di Provinsi Lampung.
Dalam lawatannya, Aditya didampingi oleh Wakil Ketua DPW LDII Lampung Heri Sensustadi serta Ketua Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKOSB) Sukadi. Kehadiran delegasi LDII disambut terbuka oleh KH. M. Bahruddin, yang dalam diskusinya menekankan urgensi komunikasi dua arah antara tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan sebagai fondasi kedamaian daerah.
FKUB sebagai Pilar Komunikasi Lintas Iman
Aditya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi FKUB yang konsisten menjadi jembatan dialog bagi berbagai kelompok agama. Menurut pandangannya, keberadaan forum ini merupakan instrumen strategis yang menjaga kohesi sosial agar tetap kokoh, terutama dalam menghadapi dinamika sosial yang kian kompleks.
“Keberadaan FKUB sangat strategis dalam membangun komunikasi dan kebersamaan antarumat beragama. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi menjaga kondusivitas dan kerukunan di Provinsi Lampung,” ujar H. M. Aditya saat memberikan keterangannya.
Senada dengan hal tersebut, KH. M. Bahruddin menyambut positif inisiatif LDII. Ia memandang bahwa silaturahmi antarlembaga adalah modal sosial yang tak ternilai harganya. Baginya, tantangan dalam menjaga persatuan tidak bisa dipikul oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa.
Kolaborasi Aktif untuk Kedamaian Berkelanjutan
Ketua FKUB Lampung tersebut juga menyoroti pentingnya internalisasi nilai-nilai toleransi ke dalam perilaku sehari-hari. Ia menilai bahwa kedamaian bukan sekadar absennya konflik, melainkan hadirnya rasa saling menghormati yang tulus antarindividu tanpa memandang latar belakang agamanya.
“Kerukunan tidak bisa dibangun sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama, agar suasana damai dan harmonis tetap terjaga,” tegas KH. M. Bahruddin.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi peran aktif LDII selama ini dalam mendukung iklim kondusif melalui berbagai program keagamaan dan kegiatan sosial yang inklusif. Melalui dialog intensif ini, baik LDII Lampung maupun FKUB sepakat untuk melahirkan program-program kolaboratif yang fokus pada penguatan toleransi dan persatuan, yang pada akhirnya akan menjadi fondasi bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan di masa depan.
Glossary: Memahami Istilah Kerukunan
- FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama): Wadah yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi pemerintah untuk membangun dialog dan kerja sama antarumat beragama.
- Sinergi: Bentuk kerja sama atau gabungan kegiatan yang menghasilkan dampak lebih besar dibandingkan dilakukan sendiri-sendiri.
- Kondusivitas: Situasi atau kondisi yang mendukung terlaksananya suatu kegiatan dengan aman dan tertib.
- Kemajemukan: Kondisi masyarakat yang terdiri dari berbagai macam latar belakang suku, agama, dan budaya (pluralisme).
- Kohesi Sosial: Tingkat ikatan dan kerja sama antar anggota masyarakat yang menciptakan stabilitas sosial.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.