Menjemput Pengampunan Dosa: Ulama LDII Papua Tengah Ajak Warga Optimalkan Puasa Muharram 1448 H

Menjemput Pengampunan Dosa: Ulama LDII Papua Tengah Ajak Warga Optimalkan Puasa Muharram 1448 H
  • Nabire, Papua Tengah – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua Tengah melalui salah satu ulamanya, Ustadz Arbi Muhlis, memberikan imbauan khusus kepada seluruh warga LDII di wilayah tersebut untuk tidak melewatkan momentum emas di bulan Muharram 1448 H. Dalam penyampaiannya di Nabire pada Selasa (23/6), ia menekankan bahwa bulan pertama dalam kalender Hijriah ini merupakan salah satu dari empat bulan haram yang penuh kemuliaan dan keberkahan bagi umat Islam yang mau meningkatkan intensitas ibadahnya.

    Keutamaan Spiritual di Balik Puasa Muharram

    Muharram sering kali disebut sebagai bulan Allah (Syahrullah), yang memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam. Ustadz Arbi Muhlis menjelaskan bahwa ibadah puasa di bulan ini menempati posisi yang sangat tinggi di mata Rasulullah ﷺ. Kedudukan puasa sunnah di bulan Muharram ini disebut-sebut hanya selapis di bawah ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan.

    "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa yaitu Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah sholat wajib adalah shalat malam," — Ustadz Arbi Muhlis, mengutip Hadits Riwayat Muslim nomor 1163.

    Pernyataan ini menjadi landasan kuat bagi warga LDII di Papua Tengah untuk menjadikan Muharram sebagai sarana refleksi diri dan peningkatan spiritualitas. Pemahaman mendalam mengenai sejarah dan dalil syar'i ini diharapkan mampu memotivasi umat untuk tidak sekadar melewati pergantian tahun Hijriah secara seremonial, melainkan dengan amalan nyata yang berbobot pahala tinggi.

    Puasa Asyura: Sarana Penggugur Dosa Setahun

    Titik krusial dari imbauan ini adalah pelaksanaan Puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Keutamaan puasa satu hari ini sangat luar biasa, yakni janji pengampunan dosa-dosa kecil yang telah dilakukan selama setahun sebelumnya. Ustadz Arbi secara spesifik memaparkan tanggapan Nabi Muhammad ﷺ ketika ditanya mengenai fadhilah puasa hari tersebut.

    "Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu," — ujar Ustadz Arbi Muhlis merujuk pada HR. Muslim nomor 1162.

    Logika iman yang ditawarkan sangat sederhana namun mendalam: dengan menahan lapar dan dahaga selama satu hari, seorang hamba berpeluang mendapatkan ampunan atas kelalaiannya selama 12 bulan terakhir. Hal inilah yang menjadi daya tarik spiritual bagi masyarakat muslim, khususnya di wilayah Papua Tengah, untuk tetap menjaga ketaatan di tengah dinamika kehidupan sehari-hari.

    Memperkuat Identitas Ibadah dengan Puasa Tasu'a

    Dalam upaya menyempurnakan ibadah dan menjaga identitas pembeda dengan tradisi kaum Yahudi yang juga mengagungkan hari ke-10 Muharram, umat Islam dianjurkan untuk turut melaksanakan puasa pada tanggal 9 Muharram atau yang dikenal sebagai Puasa Tasu'a. Langkah preventif ini diambil oleh Nabi ﷺ di akhir masa hidup beliau sebagai bentuk otonomi ritual umat Islam.

    Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa saat para sahabat memberitahu Nabi bahwa Asyura adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani, beliau menunjukkan niat untuk berpuasa di hari sebelumnya pada tahun berikutnya. Namun, takdir berkata lain, beliau wafat sebelum tahun depan tiba.

    "Jika datang tahun depan insyaAllah kita akan puasa tanggal 9," — tutur Ustadz Arbi Muhlis menirukan komitmen Nabi dalam HR. Muslim nomor 1134.

    Maka dari itu, durasi yang paling ideal adalah melaksanakan puasa secara berurutan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Berdasarkan perhitungan kalender, momen tersebut diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24 hingga 25 Juni 2026. "Diharapkan semua warga LDII Papua Tengah dapat melaksanakannya," pungkas Arbi mengakhiri pesannya.

    Glossary (Daftar Istilah)

    • Muharram: Bulan pertama dalam penanggalan Hijriah dan merupakan salah satu bulan haram (mulia).
    • Bulan Haram: Empat bulan yang disucikan dalam Islam (Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab) di mana dilarang berperang dan pahala amal kebaikan dilipatgandakan.
    • Asyura: Hari kesepuluh pada bulan Muharram.
    • Tasu'a: Hari kesembilan pada bulan Muharram.
    • HR (Hadits Riwayat): Referensi catatan perbuatan, perkataan, atau ketetapan Nabi Muhammad ﷺ yang telah diverifikasi oleh ulama hadits.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.