JEMBER – Puluhan kader milenial DPD LDII Kabupaten Jember mendapatkan suntikan motivasi dan wawasan mendalam mengenai dunia media dalam agenda Diklat Jurnalistik yang digelar pada Minggu (21/6). Menghadirkan perwakilan Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW LDII Jawa Timur, Widi Yunani, pelatihan ini secara khusus mengupas tuntas akar sejarah serta visi strategis berdirinya LDII News Network atau yang lebih dikenal dengan sebutan LINES.
Merespons Transformasi Digital melalui LINES
Dalam pemaparannya yang komprehensif, Widi Yunani menguraikan bahwa eksistensi LINES tidak muncul begitu saja tanpa urgensi yang kuat. Transformasi digital yang masif serta tuntutan keterbukaan informasi publik memaksa organisasi untuk memiliki instrumen komunikasi yang mandiri, kredibel, dan profesional. Langkah ini diambil agar kontribusi positif warga LDII di berbagai sektor dapat tersampaikan dengan tepat kepada khalayak luas.
“LINES lahir dari sebuah visi besar untuk mengintegrasikan potensi komunikasi di seluruh daerah menjadi satu kekuatan publikasi yang solid. Kita ingin seluruh program kerja nyata LDII baik di bidang keagamaan, kebangsaan, ekonomi syariah, hingga lingkungan hidup dapat dikemas menjadi produk jurnalistik yang sehat, edukatif, dan menginspirasi masyarakat luas,” ujar Widi Yunani di hadapan para peserta.
Lebih dari sekadar media internal, LINES dirancang sebagai wadah perjuangan informasi. Widi menekankan bahwa kader di daerah, termasuk di Jember, memiliki peran sentral sebagai hulu informasi yang menyuplai konten berkualitas. Sinergi ini krusial untuk membangun narasi besar (branding) organisasi, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke level nasional.
“Menjadi bagian dari LINES berarti menjadi agen perubahan di ruang siber. Di era di mana hoaks mudah tersebar, LINES harus hadir sebagai oase yang menyajikan berita berbasis data, tabayun, dan membawa kemaslahatan. Oleh karena itu, berdirinya LINES di berbagai daerah, termasuk Jember, harus dikawal oleh pemuda-pemuda yang memiliki komitmen dan kompetensi tinggi,” tambah Widi Yunani dengan nada penuh semangat.
Bedah Karya: Menakar Kualitas Tulisan Peserta
Praktik lapangan menjadi bagian yang paling dinamis dalam diklat ini. Peserta yang terbagi dalam empat kelompok ditantang melakukan wawancara eksklusif dengan Ketua DPD LDII Jember dan perwakilan Biro KIM Jatim. Hasil tulisan mereka kemudian dibedah satu per satu untuk memastikan standar jurnalistik yang ketat terpenuhi.
Widi Yunani memberikan apresiasi tinggi kepada Kelompok 4 yang dinobatkan sebagai pemilik karya jurnalistik terbaik lewat tulisan berjudul “Berawal dari Diklat, Hasan Bisri Bangun Karir Jurnalistik di KIM DPD LDII Jember.” Beberapa poin evaluasi teknis yang ditekankan dalam bedah karya tersebut meliputi:
- Judul (Headline): Harus bersifat provokatif-positif, menggunakan kalimat aktif, dan scannable dengan panjang ideal 4–7 kata.
- Kerangka Tulisan (Outline): Menggunakan metode piramida terbalik untuk mendahulukan informasi paling esensial.
- Kelengkapan 5W+1H: Memastikan data tidak menggantung dan menjawab seluruh aspek dasar berita.
- Kedalaman Isi (Body Text): Menilai objektivitas, akurasi kutipan, serta koherensi antarparagraf.
- Kejelasan Jurnalistik (Clarity): Penggunaan bahasa yang lugas, sederhana, dan bebas dari kesalahan ketik (typo).
Jurnalisme sebagai Instrumen Dakwah dan Ladang Ibadah
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., saat menutup agenda tersebut, menekankan dimensi spiritual dari dunia tulis-menulis. Menurutnya, kemampuan jurnalistik harus diarahkan untuk menebar kemanfaatan bagi umat dan negara.
Beliau memberikan beberapa arahan strategis bagi para alumni diklat:
- Narasi Positif: Menjadikan jurnalisme sebagai ladang ibadah melalui penyebaran berita amar ma'ruf yang inspiratif.
- Edukasi Publik: Melawan penyebaran hoaks di media sosial dengan menyajikan informasi penyeimbang yang edukatif.
- Promosi Daerah: Memanfaatkan keterampilan yang didapat untuk mengangkat potensi lokal Kabupaten Jember ke kancah nasional.
Pelatihan ini diharapkan melahirkan kontributor citizen journalism yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral dalam mengawal peradaban digital menuju visi Indonesia Emas 2045.
Glossary: Mengenal Istilah Jurnalistik
- LINES (LDII News Network): Jaringan kanal media resmi milik organisasi LDII yang mengelola informasi secara terintegrasi.
- KIM (Komunikasi, Informasi, dan Media): Biro atau departemen dalam struktur LDII yang bertanggung jawab atas pengelolaan komunikasi publik.
- Piramida Terbalik: Struktur penulisan berita di mana informasi terpenting diletakkan di bagian awal (lead).
- Tabayun: Proses verifikasi atau mencari kejelasan informasi untuk memastikan kebenaran sebelum disebarluaskan.
- Scannable: Teknik penulisan yang memudahkan pembaca untuk menangkap poin penting dengan cepat melalui judul dan sub-judul.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.