Menaklukkan FOMO dan Tantangan Gen Z di Era Informasi
Strategi bijak menyaring dunia maya, memilih teman, dan mengisi diri dengan ilmu agama agar tak terjebak dalam kerusakan zaman.
Hidup di era informasi tak berbatas, Gen Z dihadapkan pada tontonan yang tidak bisa lagi disaring dengan mudah. Semua pilihan menjadi bergantung pada kekuatan dan kemampuan diri dalam memilah dan memilih yang terbaik bagi dirinya. Resikonya, jika salah pilih, maka dirinya akan masuk dalam perangkap dunia yang ia sendiri tak akan kuasa menahan daya rusaknya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memperingatkan agar kita tidak mengikuti orang-orang yang melampaui batas dan tidak menyesatkan diri kita dengan hawa nafsu.
وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطًا
"Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas."
(QS. Al-Kahfi: 28)3 Strategi Kunci Menjadi Gen Z yang Unggul
Untuk bertahan, ada tiga pilar utama yang harus dipegang teguh:
-
Penuhi dengan Ilmu (Ilmu Agama dan Pengetahuan Umum).
Ilmu adalah perisai. Tanpa ilmu, seseorang akan mudah terombang-ambing oleh arus informasi yang menyesatkan.Rasulullah SAW juga bersabda: "Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga." (HR. Muslim).يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah: 11) -
Bijak dalam Melihat Trend.
Tidak semua tren itu buruk, dan tidak semua yang tren itu baik. Kebijaksanaan diperlukan agar tidak menjadi konsumtif dan terjebak gaya hidup yang berlebihan (Israf).وَءَاتِ ذَا ٱلۡقُرۡبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلۡمِسۡكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرۡ تَبۡذِيرًا إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِينَ كَانُوٓاْ إِخۡوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan..."
(QS. Al-Isra: 26-27) -
Jangan Salah Pilih Teman.
Pergaulan sangat mempengaruhi karakter. Dalam Islam, teman adalah cerminan diri.Rasulullah SAW bersabda: "Seseorang itu berada di atas agama temannya, maka hendaklah salah satu dari kalian melihat siapa yang ia jadikan teman." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوَةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥ
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya..."
(QS. Al-Kahfi: 28)
Memahami FOMO (Fear of Missing Out)
FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out atau "rasa takut tertinggal". Ini adalah perasaan cemas atau gelisah yang muncul akibat melihat orang lain mengalami atau memiliki sesuatu yang lebih menarik, dan biasanya diperparah oleh paparan media sosial.
Karakteristik Utama FOMO:
- Selalu terhubung: Takut ketinggalan chat, update berita, atau tren terbaru.
- Mengikuti tren secara berlebihan: Membeli barang atau mengikuti gaya hidup tertentu hanya agar tidak dianggap tertinggal.
- Membandingkan diri: Merasa kehidupan orang lain di media sosial jauh lebih menyenangkan daripada kehidupan pribadinya.
Dalam pandangan Islam, rasa ini berkaitan erat dengan Hasad (dengki) dan tidak bersyukur terhadap nikmat yang telah dimiliki. Allah SWT melarang kita terlalu fokus melihat kesenangan orang lain.
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيۡنَيۡكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجٗا مِّنۡهُمۡ زَهۡرَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا لِنَفۡتِنَهُمۡ فِيهِۚ
"Dan janganlah kamu memandang-mandangkan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir) sebagai keindahan kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya."
(QS. Ta-Ha: 131)Dampak Negatif & Solusi Islami
Jika dibiarkan, kecemasan FOMO dapat menimbulkan stres, kelelahan, gangguan tidur, dan menghilangkan fokus pada momen saat ini. Berikut adalah solusinya:
1. Batasi penggunaan media sosial
Gunakan teknologi sebagai alat, bukan tujuan. Kurangi screen time dan gunakan fitur pembatas waktu aplikasi. Ingatlah bahwa waktu adalah aset berharga yang akan dipertanggungjawabkan.
2. Fokus pada prioritas dan Qana'ah
Ingatlah bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan pencapaiannya masing-masing. Bersikap Qana'ah (merasa cukup) adalah kunci ketenangan jiwa.
لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang bagus bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
(QS. Al-Ahzab: 21)3. Syukuri momen saat ini
Rasulullah SAW mengajarkan obat ampuh untuk menghilangkan rasa kurang dan iri hati, yaitu dengan melihat ke bawah (mereka yang kurang beruntung), bukan ke atas.
Beliau bersabda: "Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu (dalam hal harta), dan jangan melihat kepada orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih pantas agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah." (HR. Muslim).
وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Ibrahim: 7)