BANYUWANGI – Guna memantapkan fondasi moral dan spiritual generasi muda, Penggerak Pembina Generus (PPG) di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi secara resmi menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Evaluasi & Apresiasi Generus Cabe Rawit" Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026. Acara yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026) ini menjadi tonggak penting dalam mengukur sejauh mana internalisasi nilai-nilai agama dan karakter luhur telah diserap oleh para santri cilik.
Distribusi Lokasi Demi Kelancaran Evaluasi
Mengingat luasnya jangkauan wilayah dan jumlah peserta yang cukup besar, panitia pelaksana memutuskan untuk membagi lokasi evaluasi ke dalam dua titik strategis. Langkah taktis ini diambil guna menjamin kenyamanan, keamanan, serta efektivitas proses penilaian.
- Wilayah Genteng: Berpusat di Masjid Al Hidayah Setail untuk mengakomodasi generus dari Kecamatan Genteng dan wilayah sekitarnya.
- Wilayah Banyuwangi Kota: Bertempat di kompleks Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPPM) Nurul Huda, yang mencakup peserta dari wilayah Wongsorejo hingga Kecamatan Rogojampi.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB ini dibuka secara resmi oleh Drs. KH. Astro Junaedi, selaku Penasihat DPD LDII Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran tokoh-tokoh senior ini memberikan motivasi tersendiri bagi para pengajar dan wali santri yang hadir mendampingi.
Fokus pada 29 Karakter Luhur
Dalam orasi pembukaannya, KH. Astro Junaedi menitikberatkan pada urgensi pembinaan usia dini sebagai investasi peradaban. Hal ini sejalan dengan tema sentral yang diusung, yakni "Menanamkan 29 Karakter Sejak Dini untuk Hidup Sukses dan Mulia di Masa Depan". Ia mengingatkan bahwa sinergi antara lima unsur pembina generus—mulai dari orang tua hingga pengurus organisasi—harus tetap solid dan konsisten.
"Evaluasi ini bukan wadah untuk mencari siapa yang paling hebat atau menjatuhkan mental anak, melainkan instrumen penting untuk mengukur sejauh mana materi ilmu yang telah diajarkan dapat diserap. Ini juga menjadi stimulus dan motivasi bagi anak-anak kita agar semakin rajin mengaji, tertib beribadah, dan yang paling utama adalah memiliki akhlakul karimah," ujar KH. Astro Junaedi dengan nada penuh penekanan.
Antusiasme Ratusan Santri Cilik
Suasana ceria menyelimuti kedua lokasi acara sejak fajar menyingsing. Sebanyak 432 peserta yang berasal dari jenjang pendidikan PAUD hingga Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) tampak bersemangat dengan tas dan alat tulis mereka. Tidak ada gurat ketakutan; yang ada justru antusiasme untuk menunjukkan perkembangan positif mereka selama satu semester terakhir.
Proses pengujian dilakukan secara ketat namun edukatif oleh 45 tim penguji yang terdiri dari ustadz, ustadzah, dan pakar pendidikan PPG setempat. Indikator penilaian mencakup beberapa aspek fundamental dalam kurikulum pembinaan LDII, di antaranya:
- Kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an.
- Hafalan hadits-hadits pendek pilihan.
- Penguasaan doa-doa harian.
- Praktik ibadah praktis mulai dari thaharah hingga gerakan shalat yang benar.
Visi Mencetak Generasi Profesional Religius
Pelaksanaan evaluasi berkala ini merupakan bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan LDII untuk mencetak sumber daya manusia yang profesional religius. Harapannya, para generus ini tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga dibentengi oleh kemandirian dan integritas moral yang kuat di tengah arus modernisasi yang kian kencang.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh para pemuka agama. Suasana khidmat terasa saat doa dipanjatkan, memohon agar generasi penerus ini senantiasa diberikan perlindungan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta menjadi individu yang barokah bagi agama, bangsa, dan negara.
Glossary: Mengenal Istilah Teknis
- PPG (Penggerak Pembina Generus): Unit fungsional dalam LDII yang fokus pada manajemen pendidikan dan pembinaan generasi muda.
- Cabe Rawit: Istilah khusus bagi santri tingkat dasar (usia dini hingga lulus SD).
- 29 Karakter Luhur: Kumpulan indikator perilaku (seperti jujur, amanah, rukun, kompak, kerja sama yang baik) yang menjadi target pembentukan karakter di LDII.
- PPPM (Pondok Pesantren Pelajar & Mahasiswa): Institusi asrama yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pelajar dan mahasiswa dalam mendalami ilmu agama tanpa meninggalkan pendidikan formal.
- Akhlakul Karimah: Perilaku terpuji atau kemuliaan budi pekerti sesuai ajaran Islam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.