LDII Sumsel Gembleng Generasi Muda Lewat Pelatihan Jurnalistik: Bijak di Era Post-Truth

LDII Sumsel Gembleng Generasi Muda Lewat Pelatihan Jurnalistik: Bijak di Era Post-Truth
  • PALEMBANG – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian tak terbendung, DPW LDII Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil langkah proaktif dengan membekali generasi mudanya melalui literasi media. Bertempat di kantor DPW LDII Sumsel, pelatihan jurnalistik intensif digelar selama tiga hari dan berakhir pada Minggu (21/6/2026), sebagai upaya nyata membentuk karakter pemuda yang kritis sekaligus cakap dalam mengelola konten positif di media sosial.

    Navigasi di Tengah Badai Informasi Era Post-Truth

    Ketua DPP LDII, Rulli Kuswahyudi, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan penekanan khusus mengenai fenomena post-truth. Menurutnya, masifnya penggunaan media sosial saat ini menjadi pedang bermata dua yang menuntut kecakapan pengguna dalam memilah fakta dari sekadar opini atau hoaks.

    "Era post-truth didukung dengan masifnya penggunaan media sosial. Untuk itu, kita perlu menyikapi dengan bijak bermedia sosial. Harus mampu memilah dan memilih, mana yang dapat menjadi tontonan kita," ujar Rulli Kuswahyudi saat memberikan pengarahan.

    Ia menganalogikan dunia maya saat ini sebagai sebuah wadah di mana nilai-nilai luhur dan konten negatif bercampur aduk tanpa filter yang jelas. Tanpa pemahaman yang kuat, generasi muda berisiko terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan. Rulli menegaskan pentingnya memiliki filter mental agar tidak asal menelan mentah-mentah apa yang disajikan algoritma.

    "Karena telah bercampur, antara emas dan sampah. Harus benar-benar pintar memilah dan memilih," tegas Rulli Kuswahyudi.

    Strategi Komunikasi dan Penguatan LINES

    Pelatihan ini tidak hanya sekadar memberikan landasan teoretis, tetapi juga menyentuh aspek teknis jurnalistik modern. Para peserta digembleng dengan berbagai materi esensial, mulai dari teknik menulis berita yang akurat, penyusunan skrip berita televisi, hingga strategi pembuatan konten kreatif yang edukatif.

    Langkah ini diambil guna mengoptimalkan peran LINES (LDII News Network) sebagai garda terdepan publikasi organisasi. Rulli berharap, sekembalinya para peserta ke daerah masing-masing, mereka mampu menjadi motor penggerak komunikasi bagi generus di wilayahnya. Kontribusi, karya, serta kegiatan positif warga LDII Sumsel diharapkan bisa teramplifikasi secara luas melalui kanal resmi seperti website dan media sosial.

    "Tujuannya agar generasi muda LDII makin aktif dalam mempublikasikan berbagai kegiatan LDII di tengah masyarakat. LDII harus makin aktif mempublikasikan dirinya, hal ini agar warga masyarakat makin mengenal LDII dengan baik," tambah Rulli Kuswahyudi.

    Menjawab Kebutuhan Publikasi yang Masif

    Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW LDII Sumsel, Rahmatullah, mengungkapkan bahwa urgensi pelatihan ini berakar dari kebutuhan organisasi untuk menyampaikan hasil karya nyata kepada khalayak. Baginya, di era transformasi teknologi informasi, setiap warga LDII, khususnya pemuda, harus mampu berperan sebagai humas yang efektif bagi organisasi.

    "Baik melalui media sosial, ataupun media yang lainnya. Mengacu arahan dari DPP, LDII harus berkarya, berkontribusi dan harus mampu mengkomunikasikan hasilnya. Untuk itulah kami mengadakan pelatihan ini," ungkap Rahmatullah dengan tegas.

    Rahmatullah menutup penjelasannya dengan optimisme bahwa keahlian baru yang didapat peserta akan memperjelas corak pendidikan dan pembinaan di LDII kepada masyarakat luas. Dengan demikian, stigma negatif dapat terkikis oleh transparansi dan publikasi kegiatan yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

    Glossary Jurnalistik & Media

    • Post-Truth: Kondisi di mana fakta objektif kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik dibandingkan dengan emosi dan keyakinan pribadi.
    • LINES: Akronim dari LDII News Network, merupakan jaringan berita dan tim komunikasi internal di lingkungan LDII.
    • Literasi Media: Kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan membuat pesan dalam berbagai bentuk media.
    • Humas (Hubungan Masyarakat): Fungsi komunikasi untuk membangun citra positif dan menjalin hubungan baik antara organisasi dengan masyarakat.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.