LDII Singkawang Perkuat Ketahanan Keluarga Demi Menyongsong Indonesia Emas 2045

LDII Singkawang Perkuat Ketahanan Keluarga Demi Menyongsong Indonesia Emas 2045

SINGKAWANG – Ketua DPD LDII Kota Singkawang, Ferli Dedek, secara resmi mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk memperkokoh keharmonisan dan ketahanan keluarga sebagai pilar utama dalam mencetak generasi unggul menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Penekanan ini disampaikan di hadapan ratusan warga dalam agenda Silaturahim Akbar LDII Kota Singkawang yang berlangsung khidmat di Masjid Al Barokah, Singkawang, pada Minggu (7/6/2026).

Menurut Ferli, keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam masyarakat, melainkan memegang peran strategis dalam membentuk karakter, moral, serta kualitas sumber daya manusia. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat tantangan sosial di masa depan yang diprediksi akan jauh lebih kompleks dan dinamis.

“Keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang religius dan berkarakter. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi hal yang sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus yang berkualitas,” ujar Ferli Dedek.

Menavigasi Tantangan Digital dan Degradasi Moral

Lanskap modernitas membawa serta deru teknologi digital yang tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga mengubah pola interaksi sosial secara drastis. Ferli menggarisbawahi bahwa pergeseran nilai dan berbagai persoalan moral kini menjadi ujian nyata bagi generasi muda. Dalam situasi ini, keluarga dituntut mampu menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan karakter secara lebih optimal agar tidak tergerus oleh dampak negatif globalisasi.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara aktif berupaya membentengi keluarga-keluarga di bawah naungannya dengan mendorong terciptanya komunikasi yang sehat. Saling memahami peran antara suami, istri, dan anak, serta mengintegrasikan nilai-nilai religius dalam rutinitas harian menjadi kunci utama dalam membangun harmoni rumah tangga yang tahan banting.

Mengadopsi Keteladanan Nabi Ibrahim AS

Dalam membedah struktur keluarga yang ideal, Ferli merujuk pada keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS. Kisah tersebut dipandang sebagai rujukan paripurna dalam membangun keluarga yang kokoh, terutama pada aspek pengorbanan, ketaatan kepada Sang Pencipta, serta kualitas komunikasi antara orang tua dan anak.

“Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, keluarga perlu memiliki pegangan nilai yang kuat. Keteladanan Nabi Ibrahim AS menunjukkan bagaimana sebuah keluarga dapat menghadapi berbagai ujian dengan tetap menjaga keimanan, keharmonisan, dan kebersamaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ferli menilai bahwa komunikasi bukan sekadar pertukaran informasi, melainkan nyawa dalam kehidupan berumah tangga. Ketika setiap anggota keluarga memahami tanggung jawab masing-masing, maka dukungan emosional dan spiritual akan tercipta secara natural, meminimalkan potensi konflik internal.

Implementasi 29 Karakter Luhur

Sebagai langkah konkret, LDII juga menggalakkan penerapan 29 karakter luhur sebagai identitas perilaku setiap anggota keluarga. Nilai-nilai tersebut mencakup kejujuran, amanah, etos kerja keras, pola hidup hemat, kerukunan, kekompakan, hingga kemampuan bekerja sama secara kolektif.

Penanaman nilai ini tidak dilakukan secara sporadis, melainkan melalui ekosistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, seperti:

  • Pengajian rutin lintas usia untuk penguatan akidah.
  • Program pendidikan karakter bagi anak-anak dan remaja.
  • Pembinaan generasi muda agar memiliki kemandirian.
  • Program parenting khusus bagi orang tua guna menghadapi dinamika anak zaman sekarang.

Ferli meyakini bahwa karakter unggul tidak dapat dibentuk dalam semalam. Diperlukan konsistensi agar nilai-nilai luhur tersebut mendarah daging dan menjadi budaya, baik di dalam rumah maupun dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih luas.

“Karakter yang baik tidak terbentuk secara instan. Karena itu, perlu pembinaan yang berkelanjutan agar nilai-nilai luhur dapat menjadi budaya dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat,” tegas Ferli.

Langkah penguatan keluarga ini pada akhirnya tidak hanya bertujuan untuk menciptakan kedamaian di bawah satu atap, tetapi merupakan investasi jangka panjang negara. Dengan keluarga yang tangguh, akan lahir generasi yang tidak hanya profesional secara intelektual, tetapi juga religius, yang siap menjadi motor penggerak pembangunan bangsa di masa depan.

Glossary Artikel:

  • Ketahanan Keluarga: Kemampuan keluarga untuk mengelola sumber daya dan masalah guna mencapai kesejahteraan dan keharmonisan.
  • Indonesia Emas 2045: Visi pemerintah Indonesia untuk menjadi negara maju dan salah satu kekuatan ekonomi dunia pada usia satu abad kemerdekaan.
  • 29 Karakter Luhur: Kumpulan nilai moral dan etika yang menjadi pedoman pembinaan warga LDII dalam kehidupan sehari-hari.
  • Parenting: Metode atau teknik dalam mengasuh dan mendidik anak agar tumbuh sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan.
  • Religius: Sifat yang menunjukkan keterikatan kuat dan kepatuhan terhadap nilai-nilai agama.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.