LDII Salatiga Perkuat Literasi Digital dan Kesadaran Lingkungan dalam Pengajian Gabungan

LDII Salatiga Perkuat Literasi Digital dan Kesadaran Lingkungan dalam Pengajian Gabungan
  • Ratusan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memadati Masjid Al Iman, Kota Salatiga, Jawa Tengah, untuk mengikuti agenda pengajian gabungan lintas kecamatan pada Sabtu (6/6/2026). Pertemuan besar yang melibatkan warga dari Kecamatan Tingkir, Sidomukti, Argomulyo, dan Suruh ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi spiritual, namun juga menjadi ruang edukasi strategis mengenai penguatan literasi digital dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup di tengah dinamika zaman modern.

    Navigasi Informasi di Era Digital

    Hadir sebagai pemateri utama, Ketua Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPD LDII Kota Salatiga, Dwi Prabowo, menggarisbawahi urgensi kemampuan masyarakat dalam memilah informasi. Menurutnya, pergeseran pola komunikasi yang begitu masif akibat kemajuan teknologi digital menuntut setiap individu untuk memiliki filter mental yang kuat agar tidak terjebak dalam pusaran disinformasi.

    Dwi Prabowo menekankan bahwa di era keterbukaan ini, batasan antara konsumen dan produsen informasi menjadi kian tipis. Hal ini membawa tanggung jawab moral bagi setiap pengguna perangkat digital untuk memastikan apa yang mereka bagikan memiliki nilai manfaat dan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara etis maupun sosial.

    “Di era digital saat ini, setiap orang bisa menjadi penyebar informasi. Karena itu, warga LDII diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menyampaikan berita-berita positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dwi Prabowo.

    Melawan Hoaks dengan Budaya Tabayun

    Salah satu poin krusial dalam sesi tersebut adalah peringatan terhadap maraknya peredaran berita bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah kerukunan. Budaya klarifikasi atau tabayun diposisikan sebagai pondasi utama etika bermedia sosial. Tanpa adanya verifikasi, arus informasi yang liar dapat memicu keresahan yang tidak perlu di lapisan masyarakat bawah.

    “Jangan mudah percaya dan langsung membagikan informasi yang belum jelas sumbernya. Biasakan melakukan cek fakta dan tabayun agar kita tidak ikut menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan atau perpecahan,” tegas Dwi Prabowo di hadapan para peserta.

    Beliau menambahkan bahwa berbagai kegiatan positif LDII di bidang pendidikan, dakwah, hingga pengabdian masyarakat perlu didokumentasikan dan dipublikasikan secara apik. Tujuannya bukan sekadar eksistensi, melainkan untuk memberikan narasi tandingan yang inspiratif serta mempererat semangat kebersamaan di ruang digital yang seringkali penuh dengan konten negatif.

    Manifestasi Kepedulian Lingkungan sebagai Tanggung Jawab Kolektif

    Selain aspek digital, pengajian ini juga menyentuh ranah ekologi. Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan disoroti sebagai tantangan nyata yang memerlukan aksi konkret dari seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar menggantungkan harapan pada program pemerintah semata. Warga LDII didorong untuk menginisiasi perubahan perilaku hidup bersih mulai dari unit terkecil, yakni keluarga dan tempat ibadah.

    “Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Mulai dari lingkungan keluarga, masjid, hingga lingkungan tempat tinggal, kita harus membiasakan pola hidup bersih dan mengurangi sampah,” ungkap Dwi Prabowo mengingatkan.

    Antusiasme peserta terlihat jelas melalui dialog interaktif yang terbangun selama acara berlangsung. Banyak peserta memanfaatkan momentum ini untuk mendalami strategi dakwah yang relevan di era siber, sekaligus merumuskan langkah nyata untuk berkontribusi secara sosial di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengajian dapat menjadi wadah yang adaptif dalam merespons isu-isu kontemporer yang menyentuh hajat hidup orang banyak.

    Glossary Artikel: Memahami Istilah

    • Literasi Digital: Kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi melalui berbagai platform digital secara jelas dan tepat.
    • Tabayun: Sebuah proses mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya (klarifikasi) guna menghindari fitnah atau kesalahpahaman.
    • Hoaks: Informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya untuk menipu atau memanipulasi opini publik.
    • Disinformasi: Informasi salah yang sengaja disebarkan untuk memengaruhi opini atau menyembunyikan kebenaran.
    • Ekologi: Cabang ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.