LDII Mojokerto Tebar Ratusan Hewan Kurban, Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial Melalui Swadaya Warga

LDII Mojokerto Tebar Ratusan Hewan Kurban, Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial Melalui Swadaya Warga
  • Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat dengan menyelenggarakan penyembelihan ratusan hewan kurban pada momen Idul Adha yang jatuh pada Rabu (27/5). Aksi kemanusiaan yang berpusat di berbagai titik strategis di Mojokerto ini tidak hanya sekadar ritual ibadah, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mempererat solidaritas sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan melalui distribusi ratusan paket daging kurban.

    Manifestasi Ketakwaan Melalui Gerakan Swadaya

    Keberhasilan pelaksanaan kurban tahun ini merupakan buah dari kemandirian dan semangat gotong royong warga LDII di wilayah Mojokerto. Seluruh anggaran yang digunakan untuk pengadaan hewan kurban berasal dari dana swadaya murni masyarakat, yang mencerminkan tingginya kesadaran religius sekaligus tanggung jawab sosial para anggota organisasi.

    “Penyembelihan ini murni menggunakan dana swadaya warga LDII dan disalurkan untuk masyarakat luas untuk tingkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial,” jelas Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto, Djohan.

    Langkah ini menonjolkan bagaimana nilai-nilai ketakwaan diintegrasikan secara langsung dalam bentuk bantuan materiil yang dapat dirasakan manfaatnya oleh publik. Djohan menambahkan bahwa melalui swadaya yang solid, mereka berhasil mengumpulkan ratusan ekor sapi serta puluhan ekor kambing untuk dikurbankan tahun ini.

    Distribusi Merata di Simpul-Simpul Ibadah dan Pendidikan

    Guna memastikan asas keadilan dan ketepatan sasaran, proses penyembelihan dilakukan secara serentak di lingkungan masjid serta pondok pesantren yang berada di bawah naungan DPD LDII Mojokerto. Strategi distribusi ini dirancang agar masyarakat di sekitar fasilitas ibadah dan pendidikan milik LDII mendapatkan akses langsung terhadap daging kurban berkualitas.

    “Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat, santri, hingga warga di sekitar lingkungan fasilitas ibadah dan pendidikan milik LDII,” ujar Djohan menerangkan skema penyaluran paket tersebut.

    Program pembagian daging ini difokuskan kepada masyarakat yang kurang mampu. Tujuannya sangat jelas: memeratakan kesejahteraan dan memastikan kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

    “Ibadah ini memastikan masyarakat yang kurang mampu dapat menikmati dan mengonsumsi daging, sekaligus menjadi wujud nyata rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT,” terangnya lebih lanjut.

    Menjaga Kualitas: Standar Higienis dan Syariat Islam

    Di tengah meningkatnya kesadaran akan keamanan pangan, DPD LDII Mojokerto menerapkan protokol kesehatan dan sanitasi yang sangat ketat selama proses pemotongan berlangsung. Panitia kurban diinstruksikan untuk menjalankan regulasi kesehatan secara disiplin, memastikan setiap tahap mulai dari penyembelihan hingga pengemasan daging memenuhi standar kebersihan yang tinggi.

    Djohan menekankan bahwa selain kepatuhan terhadap syariat Islam dalam tata cara menyembelih, aspek higienis adalah prioritas utama agar masyarakat merasa tenang dan aman saat menerima paket daging kurban. Kedisiplinan panitia dalam menjaga kebersihan lingkungan pemotongan menjadi poin krusial yang terus dipertahankan setiap tahunnya.

    Menutup laporannya, Djohan menyampaikan rasa syukur atas antusiasme warga yang terus meningkat. Partisipasi aktif ini membuktikan bahwa semangat untuk berbagi tidak luntur, melainkan terus tumbuh sebagai refleksi dari nilai-nilai luhur organisasi.

    “Alhamdulillah, kami LDII Mojokerto melalui swadaya warga LDII, dapat mewujudkan dengan menyembelih ratusan hewan kurban berupa sapi dan kambing. Seperti tahun tahun sebelumnya, semua daging kurban itu, kami salurkan kepada masyarakat disekitar masjid, musolah dan pondok pesantren LDII,” pungkas Djohan.

    Glosarium Istilah

    • DPD: Dewan Pimpinan Daerah, struktur organisasi di tingkat kabupaten atau kota.
    • Swadaya: Kekuatan atau usaha sendiri, dalam konteks ini merujuk pada pengumpulan dana mandiri dari anggota.
    • Syariat: Hukum atau aturan Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan penganutnya.
    • Higienis: Kondisi yang bebas dari kuman dan memenuhi syarat kesehatan.
    • Idul Adha: Hari Raya Kurban dalam Islam yang memperingati peristiwa kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya demi kepatuhan kepada Allah.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.