Menjaga Kohesi Sosial di Tengah Keberagaman Kerinci
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kerinci menunjukkan komitmen kuatnya dalam merawat integrasi nasional. Melalui perhelatan Pengajian Akbar yang diselenggarakan di Masjid Miftahul Huda, Kerinci, Jambi, pada Minggu (31/5/2026), ratusan warga LDII berkumpul untuk memantapkan semangat persatuan. Agenda strategis ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan respons konkret organisasi dalam menyikapi dinamika sosial yang kian kompleks di tengah masyarakat yang majemuk.
Pertemuan besar tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan elemen penting daerah. Tampak hadir di lokasi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kerinci, Saprel; Anggota DPRD Provinsi Jambi, Amrizal; serta Kepala Desa Bengkolan Dua, Anton Hidayat. Kehadiran para tokoh birokrasi dan legislatif ini menandakan adanya sinergi yang harmonis antara ormas keagamaan dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah yang dijuluki Bumi Sakti Alam Kerinci tersebut.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kerinci, Daprianto, menekankan bahwa tema persatuan yang diusung dalam pengajian kali ini lahir dari keprihatinan kolektif terhadap konflik-konflik global yang masih terus membara. Ia memandang fenomena dunia tersebut sebagai pengingat bagi warga di daerah untuk tidak lengah dalam menjaga kerukunan di level akar rumput.
“Melalui pengajian ini kami ingin mengajak seluruh warga LDII untuk terus berkontribusi menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan suasana yang damai, khususnya di Kabupaten Kerinci. Perdamaian harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat sekitar,” ujar Daprianto di hadapan para jamaah.
Daprianto menambahkan bahwa LDII secara konsisten menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah. Baginya, pembangunan daerah yang berkelanjutan hanya bisa dicapai apabila stabilitas sosial terjaga dan nilai-nilai kebangsaan terinternalisasi dengan baik dalam diri setiap individu. LDII berkomitmen penuh untuk membentuk profil warga negara yang religius namun tetap memiliki wawasan kebangsaan yang luas.
“LDII akan terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berwawasan kebangsaan. LDII juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga persatuan, keamanan, dan perdamaian di Bumi Sakti Alam Kerinci,” tegas Daprianto dengan penuh keyakinan.
Apresiasi senada datang dari pihak pemerintah daerah. Kepala Kesbangpol Kabupaten Kerinci, Saprel, memberikan pujian atas inisiatif LDII yang tidak hanya fokus pada pembinaan aspek teologis, tetapi juga menaruh perhatian besar pada penguatan toleransi dan rasa cinta tanah air. Menurut Saprel, tugas menjaga kondusivitas daerah adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya beban satu lembaga saja.
Dalam pemaparannya, Saprel menggarisbawahi peran Kesbangpol sebagai jembatan komunikasi antar elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi yang intensif merupakan kunci utama untuk meminimalisir potensi gesekan di tengah masyarakat.
“Kesbangpol bukan lembaga penegak hukum, tetapi kami memiliki tanggung jawab untuk membangun komunikasi, menjaga kerukunan, serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa bersama seluruh komponen masyarakat,” kata Saprel.
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai spiritualitas dapat berjalan beriringan dengan semangat nasionalisme. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat Kerinci semakin solid dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah bangsa.
Glossary Artikel:
- Pengajian Akbar: Pertemuan keagamaan dalam skala besar yang biasanya melibatkan banyak massa untuk tujuan edukasi spiritual dan sosial.
- Kesbangpol: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik; lembaga pemerintah yang bertugas menangani urusan politik dalam negeri dan menjaga persatuan bangsa.
- Majemuk: Kondisi masyarakat yang terdiri dari berbagai macam latar belakang suku, agama, dan budaya (plural).
- Bumi Sakti Alam Kerinci: Julukan atau gelar daerah bagi Kabupaten Kerinci yang mencerminkan kekayaan budaya dan alamnya yang sakral.
- Wawasan Kebangsaan: Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.