BANJARBARU – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalimantan Selatan mengambil langkah konkret dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui penguatan karakter generasi muda. Pada Senin (31/5/2026), sebanyak 190 peserta dari berbagai kabupaten dan kota berkumpul di SMA Al Manshurin Banjarbaru untuk mengikuti agenda "Silaturahim Keakraban Muda-Mudi Usia Mandiri". Acara strategis ini dirancang khusus untuk membekali para pemuda dengan kesiapan mental, spiritual, serta pemahaman tanggung jawab yang kokoh dalam menyongsong mahligai rumah tangga yang harmonis.
Fondasi Spiritual di Tengah Tantangan Zaman
Kematangan biologis seringkali dianggap cukup untuk melangkah ke jenjang pernikahan, namun LDII Kalsel melihat perspektif yang lebih dalam. Ketua DPW LDII Kalimantan Selatan, Dedi Supriatna, menegaskan bahwa kesiapan emosional dan spiritual adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika kehidupan berkeluarga di era modern. Fase "usia mandiri" dipandang sebagai masa krusial di mana seorang pemuda harus mulai menyusun visi hidup jangka panjang dengan landasan agama yang kuat.
"Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi menjadi fondasi lahirnya generasi yang berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, pembinaan seperti ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan," ujar Dedi Supriatna saat memberikan arahan di hadapan ratusan peserta.
Dedi memaparkan bahwa pembinaan ini merupakan mata rantai dari sistem pendidikan berkelanjutan yang telah diterapkan LDII sejak usia dini. Dengan memberikan kompas moral yang tepat sebelum mereka melangkah ke pelaminan, diharapkan para pemuda mampu menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, yang kelak menjadi pilar kekuatan bagi ketahanan bangsa.
Proses Ta’aruf: Mengenal Visi dalam Koridor Syariat
Agenda yang menjadi sorotan utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah sesi ta’aruf. Berbeda dengan pola interaksi muda-mudi pada umumnya, proses perkenalan ini dijalankan secara terarah dan tetap mematuhi rambu-rambu syariat Islam. Para peserta diberikan kesempatan untuk saling bertukar pikiran mengenai prinsip hidup, visi masa depan, hingga komitmen dalam membangun rumah tangga bersama calon pasangan yang potensial.
Pendekatan ini bertujuan agar setiap individu dapat mendalami karakter dan visi satu sama lain tanpa mengabaikan batasan kehormatan. Menjaga kesucian hubungan sebelum akad nikah merupakan prinsip yang ditekankan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ajaran agama sekaligus upaya menjaga martabat pribadi masing-masing pemuda.
Mempererat Silaturahim dan Mengukuhkan Kemandirian
Lebih dari sekadar persiapan pranikah, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah konsolidasi untuk mempererat tali persaudaraan antar-pemuda LDII di wilayah Kalimantan Selatan. Interaksi yang terjalin selama acara diharapkan mampu membangun jejaring sosial yang positif dan suportif bagi perkembangan karir serta kehidupan sosial mereka.
Target akhir dari pembinaan ini adalah lahirnya generasi muda yang mandiri secara utuh. Kemandirian yang dimaksud mencakup kematangan finansial, keteguhan dalam mengambil keputusan, serta kecakapan sosial. Dengan pemahaman agama yang mendalam dan karakter yang mandiri, LDII berharap para pemuda ini tidak hanya siap menjadi kepala keluarga atau ibu rumah tangga yang baik, tetapi juga menjadi warga negara yang berkontribusi aktif bagi kemajuan masyarakat di lingkungan mereka masing-masing.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.