LDII Jakarta Bekali Generasi Muda Kemampuan Digital Melalui Master Course LINES untuk Dakwah Modern

LDII Jakarta Bekali Generasi Muda Kemampuan Digital Melalui Master Course LINES untuk Dakwah Modern
  • JAKARTA – Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPW LDII Jakarta secara resmi menggelar program Master Course LINES LDII yang diikuti oleh perwakilan generasi muda dari seluruh penjuru Jakarta pada Minggu (14/6/2026). Inisiatif strategis ini dirancang untuk membekali para pemuda dengan kompetensi teknis di bidang media sekaligus menanamkan etika komunikasi yang bijak di tengah kompleksitas ekosistem media sosial saat ini.

    Akselerasi Kemampuan Digital dan Kolaborasi Kreatif

    Langkah LDII Jakarta dalam mengadakan pelatihan intensif ini merupakan respons nyata terhadap pergeseran lanskap informasi yang kini didominasi oleh algoritma digital. Transformasi ini mengharuskan setiap organisasi, termasuk lembaga dakwah, untuk memiliki sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan cepat.

    “Ini menjadi rangkaian kegiatan yang nantinya generasi muda diharapkan meningkatkan kemampuan digital sekaligus berkolaborasi,” ujar Wakil Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Muhammad Ied saat memberikan keterangan terkait urgensi acara tersebut.

    Menurutnya, penguasaan teknologi bukan sekadar tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperkuat resonansi kinerja organisasi di ruang publik. Dengan menggandeng generasi muda yang memiliki ketertarikan tinggi di bidang konten, LDII optimistis mampu membangun ekosistem digital yang lebih inklusif dan profesional.

    Dakwah Sehat di Era Media Baru

    Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah fundamental cara manusia berinteraksi, bahkan dalam konteks beribadah. Realitas ini disadari sepenuhnya oleh pimpinan organisasi. Plh Sekretaris DPW LDII DKI Jakarta, Inu Subakto, menekankan bahwa hampir setiap individu kini memiliki jejak digital melalui akun media sosial mereka sendiri.

    “Hampir semua orang memiliki akun media sosial, karena itu LDII juga gencar melakukan media sosial yang sehat,” kata Inu Subakto.

    Inu menambahkan bahwa arus informasi global yang tanpa batas menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia dakwah. Menurutnya, pemanfaatan media baru adalah sebuah keniscayaan agar pesan-pesan kebaikan tetap relevan bagi masyarakat modern. Namun, kecepatan informasi tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai religius dan norma sosial.

    “Kita perlu bermain di media sosial agar menciptakan dakwah media sosial yang sehat. Media sosial oke, asal tahu waktu, aturan, dan batasan,” tegas Inu Subakto.

    Kreativitas yang Terukur dan Tanpa SARA

    Meskipun organisasi mendorong kreativitas seluas-luasnya, LDII tetap memberikan rambu-rambu yang jelas bagi para kontributor konten di tingkat PC maupun PAC. Kebebasan berekspresi di platform digital harus tetap berada dalam koridor hukum dan instruksi organisasi, terutama dalam menjaga persatuan nasional.

    Generasi muda diminta untuk memastikan setiap konten yang diproduksi tidak menyentuh isu sensitif terkait Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Penggunaan bahasa yang santun dan konstruktif menjadi syarat mutlak dalam narasi dakwah digital yang diusung oleh LDII.

    “Kami berharap bisa memberikan insight kepada peserta untuk aktif bermedia sosial. Juga mengenal LDII terutama, yang bukan hanya berpolitik. Tapi anak muda juga bisa berkarya di sana,” lanjut Inu Subakto.

    Menutup sesi arahan, organisasi menitipkan pesan agar etika tetap menjadi panglima dalam setiap interaksi digital. Para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran positif (*awareness*) kepada rekan sejawat mereka, sehingga kontribusi LDII dalam membangun narasi yang sejuk di media sosial dapat dirasakan dampaknya secara luas oleh masyarakat.

    Glosarium Artikel

    • LINES (LDII News Network): Jaringan pemberitaan resmi milik LDII yang berfokus pada penyebaran informasi kegiatan dan nilai-nilai organisasi secara positif.
    • KIM (Komunikasi, Informasi, dan Media): Biro internal dalam LDII yang bertanggung jawab atas manajemen informasi dan hubungan media.
    • DPW (Dewan Pimpinan Wilayah): Struktur kepengurusan organisasi LDII di tingkat provinsi.
    • PC & PAC: Pimpinan Cabang (tingkat Kecamatan) dan Pimpinan Anak Cabang (tingkat Kelurahan/Desa).
    • Algoritma Digital: Sistem otomatis platform media sosial yang menentukan konten mana yang paling banyak ditampilkan kepada pengguna.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.