KH Edy Suparto Tinjau Progres Ponpes Roudhotul Manshurin Riau: Tekankan Kualitas dan Profesionalisme

KH Edy Suparto Tinjau Progres Ponpes Roudhotul Manshurin Riau: Tekankan Kualitas dan Profesionalisme
KH Edy Suparto Tinjau Progres Ponpes Roudhotul Manshurin Riau: Tekankan Kualitas dan Profesionalisme
  • RENGAT BARAT – Ketua Dewan Penasihat DPP LDII, KH Edy Suparto, melakukan kunjungan kerja strategis ke kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Roudhotul Manshurin Boarding School yang berlokasi di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, pada Sabtu (30/5). Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan serta ketersediaan fasilitas infrastruktur yang representatif bagi para santri.

    Mengawal Standar Mutu Infrastruktur Pendidikan

    Dalam lawatannya ke Negeri Parit Terbakar tersebut, KH Edy Suparto tidak hanya sekadar bersilaturahim, namun juga melakukan inspeksi mendalam terhadap progres fisik berbagai fasilitas yang sedang dalam tahap konstruksi. Fokus utama peninjauan mencakup gedung sekolah permanen, masjid utama sebagai pusat peribadatan, serta area perumahan yang direncanakan untuk mendukung lingkungan pendidikan yang integratif.

    Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap aspek pembangunan berjalan selaras dengan visi LDII dalam mencetak generasi profesional religius. Pembangunan sarana ibadah dan pendidikan ini dipandang krusial untuk menunjang efektivitas kegiatan belajar mengajar serta pembinaan karakter santri di masa mendatang.

    Urgensi Profesionalisme dan Pelibatan Tenaga Ahli

    Selama proses peninjauan berlangsung, KH Edy Suparto memberikan arahan yang cukup tajam terkait aspek teknis pembangunan. Beliau menggarisbawahi bahwa kualitas bangunan yang kokoh dan fungsional hanya dapat dicapai melalui perencanaan yang matang dan eksekusi yang profesional.

    "Pembangunan-pembangunan di sini harus diserahkan dengan para pakar dan ahli di bidangnya masing-masing. Agar hasilnya menjadi maksimal," — ujar KH Edy Suparto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa dalam setiap proyek infrastruktur di lingkungan LDII, efisiensi dan estetika bangunan harus dikerjakan oleh mereka yang memiliki kompetensi teknis yang mumpuni. Hal ini bertujuan untuk menghindari kegagalan struktur serta memastikan keberlanjutan fasilitas dalam jangka panjang.

    Optimasi Potensi SDM Lokal LDII

    Selain menekankan pada aspek profesionalisme, tokoh senior LDII ini juga mendorong pengurus pondok pesantren untuk lebih proaktif dalam memetakan potensi sumber daya manusia yang dimiliki oleh warga LDII di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Menurutnya, pemberdayaan ahli dari internal organisasi akan memberikan nilai tambah tersendiri, baik dari sisi kedekatan emosional maupun tanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan.

    "Silahkan dicari potensi-potensi dari warga LDII Indragiri Hulu untuk dilibatkan. Kita punya banyak ahli," — tambah KH Edy Suparto dengan nada optimis.

    Hingga saat ini, proses pengerjaan fasilitas di Ponpes Roudhotul Manshurin Boarding School masih terus dikebut. Sinergi antara pemanfaatan tenaga ahli profesional dan semangat gotong royong warga diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek, sehingga kompleks pendidikan ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat luas.

    Glossary Artikel:

    • Boarding School: Sistem sekolah berasrama di mana siswa/santri tinggal dan belajar di dalam kompleks pendidikan secara penuh.
    • DPP LDII: Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi tingkat nasional.
    • Infrastruktur Integratif: Pembangunan sarana yang menyatukan fungsi tempat tinggal, tempat belajar, dan tempat ibadah dalam satu kawasan yang harmonis.
    • SDM (Sumber Daya Manusia): Individu-individu yang memiliki keterampilan, keahlian, dan pengetahuan tertentu untuk mencapai tujuan organisasi.

    Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.