Inovasi Kurban Ramah Lingkungan LDII Karangasem Raih Apresiasi Tinggi dari Bupati I Gusti Putu Parwata

Inovasi Kurban Ramah Lingkungan LDII Karangasem Raih Apresiasi Tinggi dari Bupati I Gusti Putu Parwata
  • KARANGASEM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Karangasem sukses menyelenggarakan prosesi penyembelihan kurban Idul Adha yang dipusatkan di kawasan Tanah Kertalangu, Subagan, Karangasem. Langkah ini tidak sekadar memenuhi kewajiban ritual keagamaan, tetapi juga menonjolkan aspek kepedulian lingkungan yang mendapat apresiasi khusus dari Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata.

    Komitmen Ekologis dalam Tradisi Kurban

    Di tengah tantangan global mengenai sampah plastik, LDII Karangasem mengambil langkah progresif dengan menerapkan konsep kurban ramah lingkungan. Seluruh paket daging kurban yang didistribusikan kepada warga tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, panitia beralih menggunakan besek, yakni wadah anyaman bambu tradisional yang lebih higienis dan mudah terurai.

    Inovasi ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mendukung program pemerintah daerah untuk menekan volume limbah plastik di Bali. Penggunaan besek bukan sekadar estetika, melainkan simbol sinergi antara kearifan lokal dan semangat pelestarian alam yang kini menjadi prioritas di wilayah Karangasem.

    ”Kurban tahun ini lebih menekankan pada kebersamaan, kerukunan, dan kekompakan. Dengan adanya kurban diharapkan kesenjangan sosial dihilangkan. Semua bersatu padu tanpa ada sekat. Semoga mendapatkan keberkahan dan pahala dari Allah SWT,” ujar Arif Suwito, Ketua DPD LDII Karangasem.

    Mempererat Tali Silaturahmi dengan Pemerintah Daerah

    Hubungan harmonis antara organisasi dan pemerintah setempat terlihat jelas saat tim distribusi daging kurban yang dipimpin oleh Wakil Ketua 1 dan Wakil Ketua 2 DPD LDII Karangasem menyambangi kediaman resmi Bupati Karangasem. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan pada Rabu (27/5), mempertegas sinergitas yang terjalin erat.

    I Gusti Putu Parwata menyambut hangat rombongan dan menyatakan kekagumannya terhadap manajemen distribusi kurban yang terorganisir dengan baik. Menurutnya, inisiatif LDII dalam menjaga higienitas serta kepedulian terhadap lingkungan merupakan contoh teladan bagi organisasi kemasyarakatan lainnya.

    Dampak Sosial dan Distribusi Berbasis Kupon

    Pada hari raya kurban tahun ini, warga LDII Karangasem tercatat menyembelih sebanyak 7 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diproses oleh tim jagal yang terampil. Untuk menjamin keadilan dan ketertiban, distribusi daging dilakukan melalui sistem kupon yang menyasar masyarakat luas secara inklusif.

    Arif Suwito menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah penghapusan sekat-sekat sosial. Melalui pembagian daging kurban, diharapkan rasa persaudaraan antarwarga di Kabupaten Karangasem semakin menguat, menciptakan suasana yang kondusif bagi kerukunan umat beragama di wilayah tersebut.

    Glossary Artikel

    • Besek: Wadah tradisional berbentuk kotak yang terbuat dari anyaman bambu, sering digunakan untuk mengemas makanan karena sifatnya yang alami.
    • DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur kepengurusan organisasi LDII di tingkat kabupaten/kota.
    • Higienitas: Kondisi lingkungan atau praktik yang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, khususnya dalam pengolahan pangan.
    • Kesenjangan Sosial: Kondisi ketidakseimbangan yang terjadi di masyarakat terkait status sosial, ekonomi, atau akses terhadap sumber daya.
    • Ramah Lingkungan: Aktivitas atau produk yang didesain sedemikian rupa agar tidak memberikan dampak buruk terhadap ekosistem alam.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.