Keamanan data pribadi di platform pesan instan seperti WhatsApp kini menjadi isu yang semakin mendesak seiring meningkatnya ancaman kejahatan siber. Pakar teknologi Trevor Nace membagikan langkah-langkah praktis dan akurat bagi pengguna smartphone untuk mendeteksi apakah akun WhatsApp mereka telah disusupi atau disadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Melalui panduan ini, pengguna diharapkan mampu mengambil tindakan cepat guna memulihkan keamanan akses mereka.
"Nama saya Trevor Nace dan saya telah membuat tutorial teknologi selama bertahun-tahun, berfokus untuk membantu Anda menyelesaikan masalah 'bagaimana cara' pada perangkat iPhone, Android, iPad, Mac, dan PC," ujar Trevor Nace dalam penjelasannya.
Mengaudit Aktivitas Pesan dan Riwayat Panggilan
Langkah fundamental yang paling mudah dilakukan adalah dengan memeriksa riwayat percakapan secara rutin. Peretas yang berhasil masuk ke akun Anda mungkin akan mencoba mengirimkan pesan atas nama Anda atau membaca pesan masuk tanpa sepengetahuan Anda. Jika Anda melihat adanya pesan yang 'sudah terbaca' padahal Anda belum membukanya, atau terdapat kiriman pesan asing ke kontak Anda, ini adalah indikator kuat adanya akses tidak sah.
Selain itu, periksa juga tab panggilan. Sering kali pengguna mengabaikan bagian ini, padahal peretas mungkin menggunakan akun Anda untuk melakukan panggilan internasional atau komunikasi yang mencurigakan. Pastikan tidak ada riwayat panggilan keluar yang tidak pernah Anda lakukan secara sadar.
Memantau Perangkat Tertaut (Linked Devices)
Fitur Linked Devices atau Perangkat Tertaut merupakan pintu masuk yang paling sering dieksploitasi oleh penyadap. Fitur ini memungkinkan WhatsApp diakses melalui browser web atau aplikasi desktop. Melalui menu pengaturan, Anda dapat melihat daftar perangkat mana saja yang saat ini memiliki akses ke akun Anda.
- Buka aplikasi WhatsApp dan masuk ke menu Settings.
- Pilih Linked Devices.
- Tinjau daftar sesi yang aktif. Jika terdapat perangkat atau lokasi yang tidak Anda kenali, segera lakukan log out atau keluar dari sesi tersebut.
Mengaktifkan Notifikasi Keamanan dan Verifikasi Dua Langkah
WhatsApp menyediakan lapisan perlindungan tambahan yang sering kali tidak dimaksimalkan oleh penggunanya. Trevor Nace menekankan pentingnya mengaktifkan notifikasi keamanan. Fitur ini akan memberitahukan pengguna jika kode keamanan kontak mereka berubah, yang bisa menjadi pertanda bahwa akun tersebut telah dipindahkan ke perangkat baru.
Selain itu, fitur Two-Step Verification (Verifikasi Dua Langkah) adalah benteng pertahanan terakhir yang sangat ampuh. Dengan fitur ini, siapa pun yang mencoba memverifikasi nomor telepon Anda di perangkat lain harus memasukkan PIN enam digit yang telah Anda buat sebelumnya.
"Saya harap video ini membantu Anda. Jika ya, cara terbaik untuk berterima kasih adalah dengan menekan tombol subscribe," tambah Trevor Nace untuk mengajak pengguna tetap teredukasi mengenai perkembangan keamanan teknologi.
Langkah Jika Akun Terbukti Diretas
Apabila Anda menemukan bukti otentik bahwa akun telah disadap, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendaftarkan ulang WhatsApp Anda dengan nomor telepon Anda kembali. Hal ini secara otomatis akan mengeluarkan (kick) peretas dari sesi mereka di perangkat lain karena WhatsApp hanya mengizinkan satu nomor telepon aktif pada satu aplikasi utama di satu waktu.
Glossary Keamanan Digital
- End-to-End Encryption: Sistem komunikasi di mana hanya pengguna yang berkomunikasi yang dapat membaca pesan.
- Two-Step Verification: Fitur keamanan opsional yang menambahkan PIN tambahan untuk verifikasi nomor telepon.
- Linked Devices: Fitur yang memungkinkan satu akun WhatsApp digunakan di beberapa perangkat seperti PC atau tablet.
- Phishing: Upaya untuk mendapatkan informasi sensitif seperti kata sandi dengan menyamar sebagai entitas tepercaya.
- Malware: Perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak atau mendapatkan akses tidak sah ke sistem komputer.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.