SUKOHARJO – Puluhan remaja yang tergabung dalam Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Kartasura berkumpul di Kompleks Masjid Baitul Makmur, Pabelan, guna mengikuti Praktik Kemandirian Remaja pada Minggu (31/5/2026). Mengusung tajuk “Hangatnya Kebersamaan dalam Semangkuk Soto”, perhelatan ini dirancang bukan sekadar ajang unjuk kebolehan di dapur, melainkan instrumen penting untuk memupuk karakter mandiri, gotong royong, dan tanggung jawab di kalangan generasi muda.
Sejak fajar menyingsing, antusiasme peserta dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kecamatan Kartasura sudah mulai terasa. Mereka ditantang untuk mengolah daging kurban menjadi hidangan soto yang lezat secara berkelompok. Dinamika kerja sama diuji di sini; mulai dari meracik bumbu dasar yang autentik, mengelola nyala api, hingga memastikan kebersihan area memasak tetap terjaga selama proses berlangsung.
Lebih dari Sekadar Mengolah Rasa
Aktivitas masak-memasak ini menjadi simulasi nyata bagaimana generasi Z menghadapi tekanan dan koordinasi dalam tim. Masing-masing kelompok memiliki strategi tersendiri dalam pembagian tugas. Ada yang fokus pada pengolahan kuah, ada pula yang sigap menyiapkan garnis dan penyajian. Suasana riuh rendah namun tetap teratur menyelimuti halaman masjid, menunjukkan bahwa kemandirian bisa diasah melalui cara yang sangat menyenangkan.
Panitia tidak hanya melihat hasil akhir masakan. Tim penilai melakukan observasi mendalam terhadap beberapa parameter utama, meliputi cita rasa, higienitas proses, kreativitas presentasi, hingga soliditas anggota tim. Apresiasi pun diberikan melalui berbagai kategori, seperti tim dengan durasi tercepat, penyajian terlengkap, hingga penghargaan khusus bagi PAC dengan tingkat partisipasi peserta tertinggi.
“Melalui kegiatan seperti ini, para remaja belajar banyak hal sekaligus. Mereka belajar mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan berani mengambil peran dalam kelompok. Nilai-nilai ini sangat penting sebagai bekal mereka dalam kehidupan bermasyarakat maupun ketika memasuki dunia kerja dan keluarga nantinya,” ujar Ketua PC LDII Kecamatan Kartasura, Drs. H. Edi Sanusi.
Menyiapkan Generasi yang Adaptif
Edi Sanusi menekankan bahwa pola pembinaan generus (generasi penerus) tidak boleh kaku. Pendekatan yang menyentuh sisi psikomotorik dan sosial seperti kompetensi kuliner ini dipercaya memberikan impresi yang lebih kuat dibandingkan sekadar pemaparan teori di dalam kelas. Baginya, tantangan zaman yang kian dinamis menuntut pemuda untuk memiliki survival skill yang mumpuni.
“Kami ingin membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup, karakter yang kuat, serta kemampuan berkolaborasi. Memasak mungkin terlihat sederhana, namun di dalamnya ada pelajaran tentang disiplin, komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu,” jelas Edi Sanusi lebih lanjut.
Esensi dari tema soto yang diangkat juga mengandung filosofi mendalam. Seperti komponen soto yang beragam namun menyatu dalam satu rasa yang harmoni, begitu pula harapan bagi remaja LDII untuk bisa berbaur dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. Kerja keras para peserta akhirnya terbayar lunas saat sesi makan bersama dimulai. Gelak tawa dan obrolan hangat menjadi penutup yang manis, mempertegas bahwa ikatan persaudaraan jauh lebih berharga daripada piala yang diperebutkan.
Langkah PC LDII Kartasura ini menjadi preseden positif dalam upaya mencetak sumber daya manusia yang profesional religius. Dengan membekali mereka keterampilan dasar dan etika kerja sejak dini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh secara mental dan cekatan dalam bertindak.
Glosarium Kegiatan
- PC (Pimpinan Cabang): Struktur organisasi LDII di tingkat kecamatan.
- PAC (Pimpinan Anak Cabang): Struktur organisasi LDII di tingkat desa atau kelurahan.
- Generus: Singkatan dari Generasi Penerus, sebutan khas untuk pembinaan usia dini hingga remaja dalam lingkup LDII.
- Kemandirian: Salah satu dari Tri Sukses pembinaan LDII (Alim-faqih, Berakhlakul Karimah, Mandiri).
- Survival Skill: Keterampilan dasar yang dibutuhkan seseorang untuk bertahan hidup dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.