Wujudkan Kesalehan Sosial, Ponpes Al Ubaidah Kertosono Salurkan 1.200 Paket Daging Kurban

Wujudkan Kesalehan Sosial, Ponpes Al Ubaidah Kertosono Salurkan 1.200 Paket Daging Kurban

Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono menunjukkan komitmen nyata dalam mempererat tali persaudaraan dan kepedulian sosial pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H. Melalui panitia kurban, lembaga pendidikan keagamaan ini menyalurkan setidaknya 1.200 paket daging hewan kurban secara merata kepada warga yang bermukim di sekitar lingkungan pesantren pada Kamis (28/5/2026). Langkah ini diambil sebagai manifestasi dari nilai-nilai keikhlasan dan semangat pengorbanan yang menjadi inti dari ibadah kurban.

Manifestasi Nilai Keikhlasan dan Persaudaraan

Suasana di kompleks Ponpes Al Ubaidah tampak sangat dinamis. Sejak pagi hari, sinergi antara santri, panitia, dan tokoh masyarakat setempat terlihat begitu harmonis dalam proses penyembelihan hingga pemaketan daging. Tidak sekadar rutinitas tahunan, bagi internal pesantren, kegiatan ini merupakan sarana edukasi karakter mengenai pentingnya berbagi terhadap sesama manusia tanpa memandang latar belakang.

“Alhamdulillah kami masih diberi kesempatan untuk berbagi dan berbuat baik. Semoga daging hewan kurban ini bisa memberi manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat,” ujar Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Abdul Khohar.

Menurut Abdul Khohar, ibadah kurban di lingkungan pesantren tidak hanya dilihat dari sisi ritualitas semata. Lebih dalam lagi, ini adalah tentang bagaimana santri dan pengurus belajar tentang makna pengorbanan yang tulus. Rasa kebersamaan yang tercipta selama prosesi kurban ini diharapkan mampu memperkokoh hubungan baik yang selama ini sudah terjalin erat antara pihak pesantren dengan warga Kertosono.

Distribusi Tepat Sasaran: 1.200 Paket Disalurkan

Proses distribusi daging kurban dilakukan dengan manajemen yang tertata untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak. Abdul Khohar merincikan bahwa dalam kurun waktu dua hari pelaksanaan, ribuan paket telah rampung diserahkan, meskipun agenda kurban belum sepenuhnya usai mengingat masih ada stok hewan yang tersisa.

“Dari kemarin sampai hari ini alhamdulillah sudah tersalurkan sekitar 1.200 bungkus. Besok insya Allah masih berlanjut karena masih ada beberapa hewan yang belum disembelih,” terang Abdul Khohar lebih lanjut saat mendampingi proses distribusi.

Kuantitas hewan yang dikurbankan tahun ini mencerminkan tingginya antusiasme warga pesantren dalam menunaikan ibadah. Setiap tahunnya, pesantren berupaya untuk menjaga, bahkan meningkatkan volume hewan kurban agar jangkauan manfaatnya bisa menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat di wilayah Nganjuk dan sekitarnya.

Respon Positif Masyarakat Sekitar

Kehadiran paket daging kurban dari Ponpes Al Ubaidah disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga. Di tengah tantangan ekonomi, bantuan ini dirasakan sangat meringankan beban dapur masyarakat sekaligus menjadi bukti nyata bahwa keberadaan pesantren memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi lingkungan sekitar.

“Saya bersyukur Ponpes Al Ubaidah selalu hadir untuk berbagi dengan masyarakat sekitar. Ini menjadi momen yang selalu kami tunggu setiap tahun,” ungkap Taufiqurrohman, salah seorang warga Kertosono yang menerima paket kurban tersebut.

Harapan besar tersampir pada kegiatan ini agar nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan kebersamaan terus mengakar kuat. Melalui semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha, pesantren ingin mengirimkan pesan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kesejukan bagi seluruh alam, yang dimulai dari lingkungan tetangga terdekat.

Glossary Berita: Mengenal Istilah dalam Ibadah Kurban

  • Idul Adha: Hari Raya Islam yang memperingati peristiwa ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, juga dikenal sebagai Hari Raya Haji atau Lebaran Kurban.
  • Kurban (Udhiyah): Penyembelihan hewan ternak (sapi, kambing, atau unta) pada hari-hari Tasyrik sebagai bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Ponpes (Pondok Pesantren): Lembaga pendidikan tradisional Islam di Indonesia tempat santri belajar ilmu agama dan karakter.
  • Kesalehan Sosial: Kondisi di mana seseorang tidak hanya saleh dalam hubungan ritual dengan Tuhan (hablumminallah), tetapi juga bermanfaat dan baik dalam hubungan antarmanusia (hablumminannas).
  • Tasyrik: Hari-hari yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, di mana umat Islam dilarang berpuasa dan disunnahkan menyembelih hewan kurban.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.