CILEUNGSI – Semangat berbagi dan ketaatan spiritual mewarnai peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di wilayah Kecamatan Cileungsi. Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Cileungsi sukses menyelenggarakan rangkaian ibadah Sholat Idul Adha di tiga lokasi strategis, yang dilanjutkan dengan aksi kemanusiaan berupa pembagian ribuan paket daging kurban kepada masyarakat luas.
Mengusung tema besar “Ikhlas Berkurban Ikhlas Berbagi”, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah tahunan, tetapi juga manifestasi nyata dari kepedulian sosial organisasi terhadap lingkungan sekitar. Ratusan warga LDII bersatu padu dengan masyarakat setempat dalam kekhusyukan salat ied yang tersebar di wilayah Cileungsi.
Penyebaran Lokasi Salat dan Pemotongan Hewan Kurban
Ketua PC LDII Cileungsi, A. Rasyid Husen, menjelaskan bahwa pembagian lokasi salat dilakukan untuk memastikan aksesibilitas warga tetap terjaga sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat umum untuk bergabung. Tiga titik utama pelaksanaan Sholat Idul Adha tahun ini dipusatkan di Perumahan Griya Alam Sentosa, Desa Situsari, dan kawasan Taman Buah Mekarsari.
Langkah koordinatif ini berlanjut pada proses penyembelihan hewan kurban yang dilakukan secara serentak di 15 titik majelis taklim di bawah naungan PC LDII Cileungsi. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah hewan kurban yang disembelih pada tahun ini mencapai angka yang cukup signifikan, yakni 61 ekor sapi dan 40 ekor kambing.
“Dari hasil penyembelihan tersebut, panitia mendistribusikan sebanyak 2.914 bungkus daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat. Ini adalah salah satu wujud kepedulian LDII Cileungsi dan sebagai upaya untuk mempererat hubungan antar warga,” ujar Husen dengan penuh syukur.
Menghapus Kesenjangan Sosial Lewat Ibadah
Dalam perspektif yang lebih luas, Husen menekankan bahwa momentum Idul Adha adalah ajaran tentang pengorbanan yang memiliki dampak sosial sistemik. Ia berpendapat bahwa pembagian daging kurban merupakan jembatan untuk meruntuhkan tembok kesenjangan antara kelompok masyarakat yang mampu dan yang membutuhkan.
Ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air) menjadi landasan utama gerakan ini. Melalui paket-paket daging yang didistribusikan, nilai-nilai kebersamaan dan ketaatan kepada Sang Pencipta tersampaikan secara langsung kepada warga.
“Kurban merupakan instrumen Islam untuk meruntuhkan kesenjangan sosial. Daging kurban yang dibagikan menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan ketaatan kepada Allah SWT,” tuturnya menegaskan pentingnya empati di tengah kehidupan bermasyarakat.
Husen juga memberikan pesan reflektif kepada seluruh donatur dan warga. Baginya, harta yang dikeluarkan untuk berkurban tidak akan pernah mengurangi kekayaan seseorang, melainkan menjadi benih keberkahan dalam hidup yang akan terus bertumbuh.
“Jangan sampai kita menjadi hamba yang kaya secara finansial namun miskin empati terhadap sesama,” tutup Husen mengakhiri pesannya.
Glossary Berita: Memahami Istilah
- PC (Pimpinan Cabang): Struktur kepengurusan organisasi LDII di tingkat kecamatan.
- LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan berbasis Islam di Indonesia.
- Ukhuwah Islamiyah: Konsep persaudaraan yang mengikat sesama pemeluk agama Islam.
- Ukhuwah Wathaniyah: Semangat persaudaraan yang didasarkan pada rasa kebangsaan dan cinta tanah air tanpa memandang latar belakang.
- H (Hijriah): Penomoran tahun dalam kalender Islam yang dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.