JAKARTA – Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, secara resmi menyambut kedatangan puluhan siswa-siswi SMP Al-Shiddiqi Way Jepara, Lampung Timur, dalam rangkaian kunjungan belajar ke kantor pusat DPP LDII di Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, di mana Dody menekankan urgensi bagi generasi muda untuk menginternalisasi akhlakul karimah dan 29 karakter luhur sebagai fondasi utama menghadapi tantangan zaman.
Kehadiran para pelajar dari Lampung Timur ini disambut hangat sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme mereka dalam mempelajari tata kelola organisasi sejak dini. Dody Taufiq Wijaya memandang bahwa pemahaman mengenai keorganisasian adalah bekal vital bagi calon pemimpin masa depan agar memiliki prinsip yang teguh di tengah arus globalisasi.
“Kita harus punya pengaruh yang kuat, dan tidak terpengaruh,” ujar Dody Taufiq Wijaya di hadapan para siswa yang menyimak dengan saksama.
Membangun Generasi yang Profesional dan Religius
Dalam arahannya, Dody menyampaikan bahwa tantangan pemuda saat ini bukan sekadar akademik, melainkan bagaimana menjaga integritas moral di ruang publik. Ia mendorong agar generasi penerus LDII mampu beradaptasi secara inklusif dengan lingkungan sosial tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim yang berkarakter.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis teknologi informasi. Menurutnya, media sosial harus bertransformasi menjadi wadah syiar yang positif melalui konten-konten kreatif yang menginspirasi. Hal ini selaras dengan misi besar organisasi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga religius secara spiritual.
“Generasi penerus memiliki peran penting untuk menyiarkan program-program LDII, lewat konten-konten di media sosial yang positif. Serta membangun sumber daya manusia yang profesional dan religius,” tambah Dody Taufiq Wijaya.
Edukasi Tata Kelola Organisasi
Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII, Wilnan Fatahillah, memberikan pemaparan mengenai fungsi struktural kantor pusat. Ia menjelaskan bahwa gedung DPP LDII bukan sekadar simbol fisik, melainkan pusat syaraf organisasi dalam menjalankan roda manajemen, mulai dari penerimaan tamu lintas sektoral, penyelenggaraan seminar nasional, hingga forum musyawarah internal.
Wilnan berharap pengalaman langsung melihat sarana organisasi ini dapat memicu respons positif dan kebanggaan dalam diri para siswa.
“Generasi muda kita saat ini adalah generasi yang akan kita andalkan di masa yang akan datang. Sehingga, mereka perlu untuk memberikan respon yang positif setelah melihat gedung, melihat sarana yang ada di sini, serta berkenalan dengan pengurus DPP,” ungkap Wilnan Fatahillah.
Apresiasi serupa juga datang dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMP Al-Shiddiqi Way Jepara, Syaifudin Adi Cahyono, menyatakan bahwa study tour ini dirancang khusus untuk memperluas cakrawala siswa tentang sinergi antara dunia pendidikan, keorganisasian, dan peran media massa. Syaifudin berharap DPP LDII terus meningkatkan intensitas pembinaan ke sekolah-sekolah di bawah naungan organisasi agar kurikulum formal dapat diperkaya dengan materi organisasi yang praktis.
Literasi Digital: Melawan Hoaks dari Jari Sendiri
Selain aspek karakter dan organisasi, para siswa juga dibekali dengan kecakapan literasi digital. Dinda Ulya Kamila, anggota LDII News Network (LINES), hadir memberikan materi bertajuk "Bijak Bermedia Sosial". Di era informasi yang serba cepat, Dinda mengingatkan bahwa setiap individu bertanggung jawab penuh atas apa yang mereka distribusikan di internet.
Ia menekankan bahwa verifikasi informasi adalah langkah wajib sebelum menekan tombol bagikan. Membaca berita secara utuh dan merujuk pada media nasional yang kredibel menjadi cara paling ampuh untuk memutus rantai informasi palsu.
“Hoaks itu dimulai dari jari-jari kita sendiri. Bermedia sosial tanpa beretika akan merugikan diri sendiri, orang lain, keluarga dan organisasi. Karena semua konten yang dibagikan ke media sosial pasti akan menjadi konsumsi umum,” pungkas Dinda Ulya Kamila dengan tegas.
Glossary Istilah
- Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang terpuji sesuai ajaran Islam.
- 29 Karakter Luhur: Indikator karakter yang dikembangkan LDII untuk mencetak generasi yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.
- LINES (LDII News Network): Biro komunikasi dan informasi di bawah naungan LDII yang fokus pada pemberitaan dan konten digital.
- Study Tour: Kegiatan belajar di luar kelas dengan mengunjungi objek atau instansi tertentu untuk mendapatkan pengetahuan praktis.
- DPP LDII: Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia, tingkat kepengurusan tertinggi di level nasional.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.