Visi Hijau Tanah Suci: Strategi Arab Saudi Kelola 348 Ribu Ton Sampah di Musim Haji 2026

Visi Hijau Tanah Suci: Strategi Arab Saudi Kelola 348 Ribu Ton Sampah di Musim Haji 2026
Visi Hijau Tanah Suci: Strategi Arab Saudi Kelola 348 Ribu Ton Sampah di Musim Haji 2026
  • RIYADH – Pemerintah Arab Saudi kini menempatkan isu keberlanjutan lingkungan sebagai pilar utama dalam penyelenggaraan ibadah Haji. Dengan jutaan umat Muslim yang memadati situs-situs suci dalam waktu singkat, dampak lingkungan yang ditimbulkan menjadi tantangan nyata, terutama terkait volume limbah yang melonjak drastis setiap tahunnya.

    Data resmi dari Pusat Nasional Manajemen Limbah (MWAN) mengungkapkan statistik yang mencengangkan. Pada musim Haji tahun lalu, total sampah yang tercatat mencapai 348.382,1 ton. Angka ini mencakup sampah rumah tangga sebanyak 93.566,4 ton, limbah komersial sebesar 6.526,6 ton, serta limbah konstruksi dan pembongkaran yang mendominasi dengan total 189.729,1 ton.

    Fokus pada Pengalihan Limbah dan Efisiensi Organik

    Skala besar dari total limbah tersebut memaksa otoritas terkait untuk mempertajam fokus pada strategi pengurangan, penggunaan kembali, atau pengalihan sampah di area perkemahan dan layanan jemaah. Meski penggunaan energi terbarukan seperti panel surya belum dijadwalkan untuk musim Haji tahun ini, MWAN memusatkan energinya pada inisiatif praktis di lapangan.

    Seorang perwakilan dari pusat tersebut menjelaskan bahwa tren sampah tekstil, khususnya kain ihram yang dibuang, menunjukkan kenaikan signifikan. Jika pada tahun 2022 tercatat 14 ton kain ihram terbuang, angka tersebut melonjak tajam menjadi 62 ton pada tahun 2025. Tren serupa terlihat pada limbah tekstil umum yang naik dari 10 ton menjadi 13 ton dalam periode yang sama.

    "Di antara praktik inovatif paling menonjol yang dikembangkan oleh MWAN untuk musim Haji (2026), bekerja sama dengan entitas terkait, adalah inisiatif untuk melestarikan berkah dan memanfaatkan kelebihan makanan," ujar perwakilan MWAN tersebut.

    Langkah ini diharapkan mampu menekan jumlah sampah organik secara signifikan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah yang sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan global.

    Kemitraan dengan Sektor Non-Profit dan Relawan

    Manajemen kamp jemaah menjadi titik krusial di mana distribusi pangan sering kali menghasilkan surplus yang besar. Menyadari hal ini, MWAN tidak bergerak sendiri. Mereka merangkul sektor non-profit sebagai mitra strategis untuk mempercepat transformasi sektor pengelolaan limbah dan memastikan sampah organik tidak berakhir begitu saja di tempat pembuangan akhir (landfill).

    Pihak MWAN menambahkan dalam pernyataan resminya bahwa kolaborasi ini juga mencakup penguatan peran edukasi di dalam kamp jemaah, baik untuk domestik maupun internasional. Sosialisasi difokuskan pada pentingnya menghargai makanan dan meminimalisir sisa konsumsi harian.

    Guna mencapai target tersebut, tim relawan juga diberdayakan dan dilatih secara khusus di bawah koordinasi pengawas lingkungan. Mereka dibekali keterampilan untuk mengukur dampak nyata dari inisiatif ini serta memastikan setiap program berjalan sesuai sasaran di tengah kepadatan jemaah.

    Ambisi Hijau di Tengah Gurun

    Selain fokus pada manajemen sampah, Kerajaan Arab Saudi terus memperluas investasi pada perbaikan ekosistem. Melalui inisiatif Green Holy Sites, Kidana Development Co., yang merupakan anak perusahaan dari Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci, berhasil melipatgandakan luas ruang terbuka hijau tahun ini.

    Lebih dari 60.000 pohon telah ditanam di berbagai titik strategis situs suci di Makkah. Penghijauan ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang, tetapi juga menciptakan kenyamanan lebih bagi para tamu Allah dalam menjalankan prosesi ibadah di tengah cuaca ekstrem.

    Dengan volume limbah yang tetap tinggi, pendekatan Arab Saudi kini lebih terarah melalui intervensi spesifik. Mulai dari pengalihan aliran limbah tekstil, program penyelamatan surplus makanan, hingga ekspansi ruang hijau, semua dilakukan untuk menyokong salah satu pertemuan tahunan terbesar di dunia ini agar lebih ramah bagi bumi.

    Glossary Berkelanjutan Haji

    • MWAN: National Center for Waste Management; lembaga pemerintah Arab Saudi yang bertanggung jawab atas regulasi dan manajemen limbah.
    • Limbah Organik: Sampah yang berasal dari makhluk hidup, dalam konteks ini mayoritas berupa sisa makanan jemaah.
    • Ihram: Pakaian dua helai kain putih tanpa jahitan bagi pria yang menjadi simbol kesucian saat ibadah Haji.
    • Landfill: Tempat pembuangan akhir di mana sampah ditimbun secara terpusat.
    • Kidana Development Co: Perusahaan pengembang yang fokus pada infrastruktur dan peningkatan fasilitas di situs suci Makkah dan Masyair.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.