Guna menjawab tantangan zaman di era disrupsi informasi, jajaran pengurus Pondok Pesantren Fathul Huda bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Majalengka melaksanakan kunjungan strategis ke Yayasan Nurul Hakim, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan silaturahim sekaligus studi tiru yang berlangsung pada Minggu (10/05/2026) ini difokuskan pada penguatan manajemen kelembagaan serta akselerasi dakwah berbasis digital untuk memperluas jangkauan syiar agama.
Mengadopsi Sistem Manajemen yang Berkelanjutan
Dalam pertemuan tersebut, rombongan dari Majalengka mendalami berbagai praktik terbaik (best practices) yang telah diimplementasikan oleh Yayasan Nurul Hakim. Fokus utama diskusi mencakup tata kelola dewan guru yang lebih sistematis guna memastikan keberlangsungan pendidikan yang berkualitas tinggi. Langkah ini dinilai krusial agar struktur organisasi pesantren tidak hanya kuat secara administratif, namun juga adaptif terhadap kebutuhan santri masa kini.
Ketua DPD LDII Majalengka, Atje Kusnadi, menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk memperkaya perspektif organisasi dalam mengelola lembaga pendidikan keagamaan. Ia menilai Yayasan Nurul Hakim memiliki ekosistem yang mapan untuk dijadikan referensi pengembangan.
“Melalui silaturahim dan studi tiru ini, kami ingin belajar dari pengalaman yang sudah berjalan baik, khususnya dalam penguatan sistem manajemen dan pemanfaatan teknologi untuk dakwah,” ujar Atje Kusnadi di sela-sela kegiatan tersebut.
Dakwah Digital dan Pendidikan Karakter
Tidak sekadar membahas urusan internal organisasi, kunjungan ini juga membedah strategi komunikasi publik. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, kedua belah pihak sepakat bahwa pesantren harus hadir sebagai sumber konten yang menyejukkan. Strategi pemanfaatan platform digital menjadi materi hangat, di mana teknologi diposisikan sebagai alat bantu untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan secara lebih luas dan efisien.
Namun, perkembangan teknologi ini tetap diseimbangkan dengan fundamen pendidikan karakter. Pengurus Pondok Fathul Huda menegaskan bahwa meski cara penyampaian berubah menjadi digital, esensi akhlakul karimah tetap menjadi ruh utama dalam setiap kurikulum dan konten yang diproduksi.
Harapan untuk Peningkatan Mutu Berkelanjutan
Implementasi dari hasil studi tiru ini rencananya akan dilakukan secara bertahap dan terukur. Pengurus Pondok Fathul Huda berkomitmen untuk mengintegrasikan poin-poin penting dalam diskusi tersebut ke dalam sistem pembelajaran mereka. Harapannya, transformasi ini akan memicu peningkatan mutu akademik sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan secara menyeluruh.
Sebagai penutup dari rangkaian kunjungan, kedua lembaga bersepakat untuk menjaga jalinan komunikasi yang intens. Kolaborasi lintas wilayah ini diharapkan mampu menciptakan sinergisitas yang solid dalam membina generasi muda agar memiliki kedalaman ilmu (alim-faqih) serta kemandirian yang berlandaskan moralitas yang kuat.
Glossary Pendidikan & Dakwah
- Studi Tiru: Kegiatan mengunjungi institusi lain yang dianggap lebih unggul untuk mempelajari dan memodifikasi sistem mereka guna diterapkan di lembaga sendiri.
- Dakwah Digital: Upaya penyebaran ajaran agama Islam dengan memanfaatkan media elektronik dan platform internet seperti media sosial, website, dan aplikasi.
- Best Practices: Metode atau teknik yang telah terbukti secara konsisten memberikan hasil yang lebih unggul dibandingkan dengan cara lainnya.
- Manajemen Kelembagaan: Proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan sumber daya dalam suatu organisasi pendidikan agar tujuan tercapai secara efisien.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.