Syiar Kurban LDII Sumbawa Besar 2026: Sembelih 24 Sapi dan 10 Kambing, Perkuat Solidaritas Sosial

Syiar Kurban LDII Sumbawa Besar 2026: Sembelih 24 Sapi dan 10 Kambing, Perkuat Solidaritas Sosial
  • Sumbawa Besar, NTB – Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, semangat ketaatan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Sumbawa Besar tetap menunjukkan grafik yang stabil dan menggembirakan. Pada perayaan Idul Adha tahun 2026 ini, jamaah LDII secara kolektif menyembelih puluhan hewan kurban yang dipusatkan di halaman Masjid Bani Nur, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa Besar, pada Rabu (27/5/2026).

    Kegiatan sakral yang menitikberatkan pada aspek ketakwaan dan kepedulian sosial ini mencatatkan total perolehan hewan kurban sebanyak 24 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Angka tersebut merupakan akumulasi dari beberapa titik distribusi, di antaranya Karang Goreng yang menyumbang 8 ekor sapi dan 3 ekor kambing, serta sektor Pertanian dengan kontribusi 6 ekor sapi dan 6 ekor kambing.

    Sinergi Lintas Sektoral dalam Ibadah

    Pelaksanaan penyembelihan berlangsung dengan khidmat dan mendapatkan atensi dari berbagai pihak keamanan serta tokoh masyarakat setempat. Turut hadir memantau jalannya kegiatan yakni Kapten Arm Iwan Arsyadiharjo, Babinsa Brang Bara Serda Bahrin, serta Bhabinkamtibmas Bripka Jono. Kehadiran unsur TNI dan Polri ini memberikan rasa aman sekaligus memastikan protokol ketertiban umum terjaga dengan baik di tengah antusiasme warga.

    Meski kondisi ekonomi makro belum sepenuhnya menunjukkan stabilitas yang diharapkan, konsistensi warga LDII dalam menjalankan ibadah kurban tidak surut. Hal ini didasari oleh prinsip kuat untuk saling berbagi dan mengedepankan keikhlasan sebagai fondasi utama dalam berorganisasi dan beragama.

    “Semoga Allah memberikan rezeki yang halal, mudah, dan penuh berkah, sehingga jumlah hewan kurban tahun depan dapat terus meningkat,” ujar pimpinan LDII Sumbawa Besar, H. Abdul Halim Lubis, S.Ag.

    Edukasi Umat dan Solidaritas Sosial

    Pencapaian jumlah hewan kurban yang signifikan ini dinilai bukan sekadar angka statistik, melainkan buah dari pembinaan spiritual yang berkelanjutan. Peran aktif para ulama dan jajaran pengurus organisasi dalam mengedukasi jamaah menjadi kunci keberhasilan syiar kurban tahun ini.

    Menurut H. Abdul Halim Lubis, motivasi jamaah terus dipupuk melalui berbagai forum pengajian dan majelis taklim. Para ulama LDII secara rutin memaparkan urgensi, pahala, serta dimensi kemanusiaan yang terkandung dalam ibadah kurban.

    “Di setiap pengajian dan majelis taklim, para ulama LDII secara rutin menjelaskan keutamaan dan pahala berkurban. Hal ini menjadi sumber motivasi dan semangat bagi warga untuk terus berpartisipasi dalam ibadah kurban,” tutur H. Abdul Halim Lubis menambahkan.

    Melalui semangat “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”, pembagian daging kurban ini menyasar warga sekitar yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang. Langkah ini menjadi cerminan nyata dari komitmen LDII dalam mempererat kohesi sosial dan menjalankan syariat Islam secara kaffah, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas di Kabupaten Sumbawa.

    Glossary Berita:

    • Kaffah: Menjalankan agama secara menyeluruh dan totalitas.
    • Kohesi Sosial: Ikatan atau rasa persatuan di antara anggota masyarakat.
    • Babinsa: Bintara Pembina Desa, unsur TNI yang bertugas di tingkat desa/kelurahan.
    • BKTM/Bhabinkamtibmas: Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dari unsur Polri.
    • Majelis Taklim: Wadah pendidikan agama Islam non-formal bagi masyarakat.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.