KETAPANG – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, menunjukkan keseriusannya dalam membina moralitas kaum muda melalui agenda bertajuk “Pekan Karakter Luhur”. Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Al Mubarok, Desa Sukaraja, pada Minggu (10/5/2026) ini, tidak sekadar menjadi ajang kumpul rutin, melainkan sebuah manifestasi komitmen organisasi dalam mencetak generasi penerus yang beradab dan kompeten di akar rumput.
Ketua PC LDII Kecamatan Singkup, Zogi Hermawan, menegaskan bahwa perhelatan ini merupakan langkah konkret untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur kepada para remaja. Fokus utama pembinaan ini tertuju pada pembentukan profil generus yang memiliki integritas akhlak, pemahaman agama yang mendalam, serta kemandirian yang tangguh.
“Kegiatan yang secara khusus melibatkan generus menjadi komitmen LDII di akar rumput dalam membangun generus yang berakhlak mulia, alim faqih dan mandiri,” ujar Zogi Hermawan di sela-sela memantau jalannya acara.
Antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta dari berbagai kelompok umur menjadi sinyal positif keberhasilan program ini. Zogi menambahkan bahwa meriahnya suasana mencerminkan daya tarik kegiatan edukatif yang dikemas secara modern namun tetap sarat makna. Harapannya, luaran dari kegiatan ini mampu memperbaiki kualitas karakter pemuda di wilayah Singkup secara signifikan.
Menanamkan 29 Karakter Luhur Sejak Dini
Di tengah tantangan degradasi moral di era modern, LDII secara nasional tengah menggencarkan penanaman 29 karakter luhur. Di Singkup, upaya ini diterjemahkan melalui metode yang lebih cair dan tidak kaku. Zogi memandang bahwa memiliki karakter yang kuat adalah syarat mutlak bagi generasi muda untuk menjadi pemain kunci dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Langkah preventif ini diambil karena karakter bukan sekadar teori, melainkan cerminan perilaku sehari-hari yang harus dipupuk melalui sarana yang edukatif dan menarik. Inilah yang menjadi landasan filosofis di balik pelaksanaan Pekan Karakter Luhur tahun ini.
Kolaborasi Antargenerasi dalam Balutan Lomba dan Edukasi
Ketua Panitia Pekan Karakter Luhur, Adi Riyanto, merincikan bahwa sasaran peserta mencakup rentang usia yang cukup luas, mulai dari pra-remaja, remaja, dewasa, hingga mereka yang sudah memasuki usia nikah. Dengan segmentasi yang beragam tersebut, panitia menyusun rangkaian program yang mampu merangkul semua lini.
“Jadi kegiatan ini ruang bagi generasi LDII mulai dari pra remaja, remaja hingga usia nikah. Maka beragam kegiatan yang menarik dan menyenangkan bagi mereka,” jelas Adi Riyanto.
Salah satu magnet utama acara adalah kompetisi Family 100, sebuah permainan yang dirancang untuk menguji kekompakan tim sekaligus memperluas wawasan peserta. Tak hanya itu, geliat ekonomi kreatif warga juga nampak jelas melalui bazar yang menampilkan beragam produk hasil karya warga LDII setempat.
Aspek kelestarian lingkungan pun tidak luput dari perhatian. Panitia mengadakan pelatihan ecoprint, sebuah teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami dari dedaunan. Sesi ini mendapatkan perhatian khusus karena mengajarkan peserta untuk berkreasi sekaligus menjaga ekologi.
“Pada sesi Family 100, peserta tampak aktif dan semangat mengikuti perlombaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat kebersamaan antargenerasi,” tambah Adi.
Melihat dampak positif dan dukungan yang masif dari masyarakat, Adi berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Menurutnya, kesinambungan program adalah kunci agar pembinaan generasi muda tidak terputus dan karakter yang telah dibentuk dapat mendarah daging dalam jangka panjang.
“Jika dilihat dari dukungan dan antusias peserta serta manfaat dan tujuan yang dicapai maka kegiatan serupa seyognya bisa diperkuat sehingga pembinaan generus juga berkesinambungan,” tegas Adi Riyanto mengakhiri keterangannya.
Glossary:
- Generus: Singkatan dari Generasi Penerus, sebutan untuk anak-anak hingga pemuda dalam pembinaan LDII.
- Alim Faqih: Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan luas, khususnya dalam pemahaman agama Islam secara mendalam.
- 29 Karakter Luhur: Kumpulan indikator perilaku baik yang dikembangkan LDII, mencakup aspek religius, sosial, dan personal.
- Ecoprint: Teknik mencetak dan mewarnai kain menggunakan pigmen alami dari tanaman (daun, bunga, atau batang) secara langsung.
- Akar Rumput: Lapisan masyarakat tingkat paling bawah atau level organisasi di tingkat kecamatan/desa.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.