Strategi LDII Kabupaten Malang Perkuat Pengabdian Masyarakat Melalui Konsolidasi Pengurus Baru 2026-2031

Strategi LDII Kabupaten Malang Perkuat Pengabdian Masyarakat Melalui Konsolidasi Pengurus Baru 2026-2031
  • Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Malang secara resmi menyelenggarakan agenda konsolidasi organisasi bagi jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2026–2031. Pertemuan strategis yang berlangsung pada Minggu (26/4) ini dipusatkan di Kompleks Pondok Pesantren Roudlotul Jannah, Gondanglegi, Kabupaten Malang. Langkah ini menjadi tonggak awal dalam menyelaraskan langkah manajerial organisasi pasca-pelantikan kepengurusan yang baru.

    Mengusung tema besar “Satu Visi, Satu Gerak, Wujudkan 8 Pengabdian LDII untuk Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk mempererat koordinasi internal sekaligus melakukan sinkronisasi visi organisasi. Fokus utamanya adalah memastikan setiap lini pengurus memahami arah kebijakan lembaga dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malang.

    Menjaga Marwah dan Soliditas Organisasi

    Ketua DPD LDII Kabupaten Malang, Subejan Subianto, menekankan bahwa sinkronisasi antar-elemen pengurus adalah prasyarat mutlak bagi keberhasilan program kerja. Menurutnya, tanpa kesatuan langkah, program-program yang telah disusun tidak akan mencapai sasaran secara optimal.

    “Konsolidasi diperlukan untuk membangun kesamaan langkah antar-pengurus agar program organisasi dapat berjalan lebih efektif dan terarah,” ujar Subejan Subianto di sela-sela kegiatan.

    Subejan menjelaskan lebih lanjut bahwa melalui forum ini, seluruh fungsionaris diharapkan mampu mengadopsi semangat kolektif dalam menggerakkan roda organisasi. Hal ini krusial untuk memperkuat peran LDII sebagai mitra pemerintah dalam mengatasi berbagai dinamika sosial yang ada di tengah masyarakat.

    “Kami menilai soliditas internal menjadi modal penting agar organisasi mampu menjawab tantangan sosial dan menjalankan program kerja secara berkelanjutan,” terangnya menambahkan.

    Integrasi Program dan Penguatan Profesionalisme

    Tantangan sosial yang kian dinamis menuntut para pengurus LDII untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas, melainkan harus mampu berinovasi melalui program yang menyentuh akar rumput. Subejan menaruh harapan besar agar komunikasi intensif antar-bidang dapat melahirkan solusi-solusi kreatif yang memberikan kemanfaatan bagi publik secara luas.

    “Pengurus juga perlu menjaga kekompakan dan profesionalitas dalam menjalankan amanah organisasi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang,” tutur Subejan.

    Sebagai upaya memperkuat basis legal dan manajerial, para peserta juga mendapatkan pembekalan intensif mengenai sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO). Pemahaman mendalam mengenai aturan main organisasi ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola lembaga yang bersih, tertib, dan akuntabel.

    Evaluasi dan Komitmen Masa Bakti 2026-2031

    Selain sebagai ajang penyatuan visi, pertemuan di Gondanglegi tersebut dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi kritis dan pembahasan mendalam mengenai rincian program kerja lima tahun ke depan. Beberapa agenda prioritas yang berkaitan dengan pendidikan, dakwah, ekonomi syariah, hingga lingkungan hidup dibahas secara saksama untuk memastikan linieritas dengan kebijakan pusat.

    Sebagai puncak acara, seluruh jajaran pengurus menegaskan loyalitas dan dedikasi mereka melalui prosesi seremonial yang sakral. Seluruh peserta melakukan pembacaan ikrar sekaligus penandatanganan komitmen bersama. Langkah simbolis ini menandai kesiapan kolektif pengurus DPD LDII Kabupaten Malang untuk mengemban amanat organisasi secara solid, inklusif, dan profesional hingga tahun 2031 mendatang.

    “Sebagai penutup, seluruh peserta melaksanakan ikrar dan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesiapan menjalankan amanah organisasi secara solid dan profesional,” pungkas Subejan Subianto.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.