Sinergi Umat, LDII Jombang Perkuat Silaturahim dengan MUI dan Paparkan Delapan Klaster Pengabdian

Sinergi Umat, LDII Jombang Perkuat Silaturahim dengan MUI dan Paparkan Delapan Klaster Pengabdian

JOMBANG — Dalam upaya merajut ukhuwah Islamiyah dan memperkuat sinergi antarlembaga keagamaan, jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Jombang melakukan kunjungan resmi ke kediaman Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang, KH M Afifuddin Dimyathi, pada Rabu (29/4). Pertemuan yang berlangsung hangat di Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an, Peterongan ini menjadi momentum bagi LDII untuk memperkenalkan nakhoda baru organisasi periode 2025–2030 serta memaparkan arah kontribusi nyata bagi bangsa melalui delapan klaster pengabdian.

Mempererat Tali Silaturahim dan Regenerasi Kepengurusan

Ketua DPD LDII Kabupaten Jombang, H. Widodo, hadir dengan didampingi Sekretaris Toto Raharjo beserta jajaran pengurus harian lainnya. Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan wujud penghormatan LDII kepada MUI sebagai payung besar bagi organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Widodo secara khusus memperkenalkan susunan kepengurusan baru LDII Jombang yang akan mengemban amanah hingga lima tahun ke depan.

Langkah ini diambil guna memastikan koordinasi di tingkat daerah tetap berjalan harmonis, terutama pasca pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang digelar di Jakarta awal April lalu. Penguatan peran pengurus di tingkat Pimpinan Cabang (PC) hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) menjadi salah satu poin krusial agar kehadiran organisasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.

"Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan induk organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Karena itu, LDII Jombang terbuka terhadap masukan, arahan, serta bimbingan dari MUI sebagai payung besar ormas Islam," ujar H. Widodo.

Delapan Klaster Pengabdian untuk Ketahanan Bangsa

Dalam dialog tersebut, Widodo menguraikan strategi organisasi yang terangkum dalam delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa. Fokus program ini mencakup berbagai aspek kehidupan yang esensial, mulai dari bidang kebangsaan yang menekankan moderasi beragama, bidang keagamaan, hingga sektor pendidikan dan kesehatan. Selain itu, LDII juga menaruh perhatian besar pada ekonomi syariah, teknologi digital, energi baru terbarukan, serta ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan hidup.

Eksistensi LDII di Jombang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan MUI dalam menjawab berbagai tantangan sosial. Widodo pun secara rendah hati mengakui bahwa dalam implementasi program, organisasi tentu tidak lepas dari kekurangan.

"LDII masih memiliki berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program organisasi. Karena itu, LDII Jombang siap menerima masukan dari MUI agar ke depan dapat meningkatkan kualitas organisasi dan kontribusi di tengah masyarakat," tambah H. Widodo.

Merespon Dinamika Keagamaan dengan Komunikasi Intensif

Mendengar paparan tersebut, Ketua Umum MUI Kabupaten Jombang, KH M Afifuddin Dimyathi, yang didampingi oleh Sekretaris Umum MUI KH Ilham Rohim, menyambut positif inisiatif LDII. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang sehat antarlembaga keagamaan adalah fondasi utama bagi stabilitas daerah, terutama di Jombang yang dikenal memiliki dinamika keagamaan yang sangat aktif.

"Di Jombang ini, keberagaman organisasi keagamaan cukup dinamis. Karena itu, komunikasi yang baik menjadi kunci agar kerukunan tetap terjaga dan masyarakat tetap rukun," ungkap KH M Afifuddin Dimyathi.

Beliau juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar-ormas Islam dalam melakukan pembinaan umat. Sinergi ini dinilai mendesak untuk merespons persoalan sosial yang semakin kompleks. Di akhir pertemuan, kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan intensitas kerja sama dalam berbagai agenda keagamaan dan kemasyarakatan, demi mewujudkan Jombang yang lebih harmonis dan religius.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.