Sinergi Tokoh Lintas Ormas: Cendekiawan Muda NU Riset Peran Dakwah LDII dan Nasionalisme di Bali

Sinergi Tokoh Lintas Ormas: Cendekiawan Muda NU Riset Peran Dakwah LDII dan Nasionalisme di Bali

DENPASAR – Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Dr. Ahmad Ali MD, M.A., melakukan kunjungan strategis ke Kantor Sekretariat DPW LDII Provinsi Bali di kawasan Padangsambian, Denpasar, pada Senin (18/5/2026) sore. Kehadiran tokoh intelektual ini merupakan bagian dari pendalaman data riset untuk penyusunan buku ketiganya yang bertajuk Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia, sebuah karya yang mengeksplorasi kontribusi ormas Islam dalam bingkai kebangsaan.

Dalam kunjungan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Dr. Ahmad Ali tidak sendirian. Ia didampingi oleh Ketua PW PERSIS Provinsi Bali, Ustaz Syamsul Arifin, serta Koordinator Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, Dr. H. Dwi Pramono, Lc., M.S.I. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat simpul ukhuwah Islamiyah, sekaligus membuktikan bahwa perbedaan latar belakang organisasi bukan penghalang bagi kolaborasi intelektual dan pengabdian pada umat.

Harmoni Bali Sebagai Cermin Nasionalisme

Diskusi yang berkembang selama pertemuan menyentuh berbagai isu krusial, mulai dari moderasi beragama hingga kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Dr. Ahmad Ali menilai bahwa Bali memiliki posisi unik sebagai laboratorium sosial di mana harmoni antara pemeluk agama yang berbeda dapat berjalan berdampingan secara alami tanpa gesekan yang berarti.

Pengalaman sosiokultural di Pulau Dewata ini dianggapnya sebagai refleksi nyata bagaimana dakwah Islam mampu bersinergi dengan semangat toleransi. Melalui risetnya, ia ingin memotret bagaimana LDII tidak hanya fokus pada pembinaan aspek spiritualitas atau ibadah semata, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai cinta tanah air dalam setiap lini dakwahnya.

“Nasionalisme dan dakwah bukan dua hal yang dipisahkan. Dakwah harus mampu memperkuat persaudaraan, menjaga keutuhan bangsa, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin di tengah masyarakat,” tegas Dr. Ahmad Ali MD saat menjelaskan paradigma bukunya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa buku tersebut akan mendokumentasikan praktik dakwah LDII di berbagai pelosok daerah. Fokus utamanya adalah melihat bagaimana ormas ini berkontribusi dalam membangun karakter bangsa yang religius namun tetap memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.

Tanggung Jawab Moral Organisasi Dakwah

Ketua PW PERSIS Bali, Ustaz Syamsul Arifin, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif penulisan karya ilmiah ini. Menurutnya, literatur yang membahas relasi antara agama dan negara sangat dibutuhkan oleh generasi muda saat ini untuk menangkal paham-paham yang dapat memecah belah bangsa.

“Organisasi dakwah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan bangsa. Dakwah tidak hanya membina ibadah, tetapi juga membangun akhlak, toleransi, dan semangat kebangsaan,” ungkap Ustaz Syamsul Arifin di hadapan para tokoh yang hadir.

Senada dengan hal tersebut, Dr. H. Dwi Pramono dari DPP LDII menekankan pentingnya sifat adaptif dalam berdakwah. Sinergi antarorganisasi masyarakat (ormas) Islam dipandang sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial Indonesia. Dakwah yang bijak adalah dakwah yang mampu membaca konteks zaman dan lingkungan sosialnya secara tepat.

Pertemuan di Denpasar ini diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih kaya bagi isi buku Dr. Ahmad Ali MD. Melalui himpunan gagasan ini, peran dakwah Islam diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam balutan nilai-nilai yang sejuk dan inklusif.

Glossary: Memahami Istilah

  • Ukhuwah Islamiyah: Konsep persaudaraan antara sesama umat Islam yang didasarkan pada ikatan akidah dan kasih sayang.
  • Nasionalisme: Kesadaran dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara sendiri tanpa merendahkan bangsa lain.
  • Rahmatan Lil ‘Alamin: Konsep bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat, berkah, dan kedamaian bagi seluruh alam semesta.
  • Ormas (Organisasi Kemasyarakatan): Lembaga yang didirikan secara sukarela oleh masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan kesejahteraan bangsa.
  • Sosiokultural: Hal-hal yang berkaitan dengan perpaduan antara aspek sosial dan aspek budaya dalam suatu kelompok masyarakat.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.