Sinergi Pendidikan Karakter: Sejalan dengan Visi Walikota Fairid Naparin dan Nilai Luhur LDII

Sinergi Pendidikan Karakter: Sejalan dengan Visi Walikota Fairid Naparin dan Nilai Luhur LDII
Opini | Edukasi | Kebijakan

Menarik Benang Merah: Harmoni Visi Walikota Fairid Naparin dan Nilai-Nilai Luhur LDII

Oleh: LDII Sampit | | Palangka Raya

Transformasi pendidikan di Kota Palangka Raya kini memasuki babak baru yang menekankan paradigma holistik. Tidak lagi sekadar mengejar angka prestasi akademik semata, namun beralih ke pembentukan karakter yang kokoh dan penguatan mental generasi muda. Di tengah gelombang perubahan ini, harapan besar yang dilantunkan Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin, menemukan titik temu yang menarik dengan program pendidikan karakter yang telah lama digalang oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

"Saya instruksikan agar seluruh sekolah di kota ini menerapkan budaya ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Kita ingin sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak."

Fairid Naparin, Walikota Palangka Raya

Pernyataan Fairid Naparin ini bukan sekadar retorika birokratis, melainkan sebuah fondasi filosofis. Ia menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus steril dari praktik bullying dan kekerasan. Lebih jauh, ia memperkenalkan konsep "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" dan program Makan Bergizi Gratis sebagai fondasi lahirnya generasi yang kuat fisiknya dan mulia akhlaknya. LDII Sampit melihat bahwa visi ini sangat sejalan dengan—bahkan menjadi pencerminan dari—nilai-nilai yang diajarkan dalam kurikulum internal LDII, khususnya melalui program 29 Karakter Luhur.

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Sebelum mengulas lebih dalam, mari kita tinjau kembali tujuh pilar kebiasaan yang digagas oleh Pemerintah Kota Palangka Raya:

1. Bangun Pagi Memulai hari dengan segar, ceria, dan siap beraktivitas.
2. Beribadah Memperkuat iman, spiritualitas, dan karakter mulia.
3. Berolahraga Menjaga kebugaran fisik, mental, dan kedisiplinan.
4. Makan Sehat Memberikan nutrisi optimal bagi pertumbuhan tubuh dan pikiran.
5. Gemar Belajar Meningkatkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan wawasan.
6. Bermasyarakat Memupuk kepedulian sosial, gotong royong, dan kemampuan berbagi.
7. Tidur Cepat Mengembalikan stamina tubuh dan pikiran agar bugar kembali.

Benang Merah: Sinkronisasi 7 Kebiasaan dengan 29 Karakter Luhur LDII

LDII, melalui program pembinaan generasinya, memfokuskan pada 29 poin pembentukan karakter dan peningkatan keimanan, menunjukkan bahwa setiap poin dalam "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" memiliki akar yang kuat dalam nilai-nilai LDII. Hal ini membuktikan bahwa program pendidikan karakter Walikota Fairid sejalan dengan program pendidikan yang ada di LDII.

Tabel Komparasi: Visi Kemendikdasmen vs Nilai Luhur

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Nilai Sejalan (29 Karakter LDII) Poin Kunci LDII
Bangun Pagi Mandiri & Disiplin 3. Mandiri (Tri Sukses)
Beribadah Spiritualitas & Akhlak 1. Akhlaqul Karimah, 10-13 (4 Tali Keimanan)
Bermasyarakat Gotong Royong & Empati 21-24 (4 Roda Berputar), 25-29 (5 Syarat Kerukunan)
Gemar Belajar Intelektual & Keilmuan 2. Alim dan Faqih, 14. Benar (3 Prinsip Kerja)
Makan Sehat Syukur & Menjaga Tubuh 17. Bersyukur (4 Maqodirulloh)

Visualisasi Kecocopan Program

Berikut adalah grafik interaktif yang menggambarkan seberapa besar kontribusi masing-masing kelompok nilai LDII dalam mendukung 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Walikota.

Berkarakter
Bermasyarakat
Sehat Fisik
Cerdas

Grafik menunjukkan tingkat keselarasan yang sangat tinggi antara program pemko dan nilai LDII.

Rincian 29 Karakter Luhur sebagai Pilar Pendukung

Untuk memahami kedalaman sinergi ini, kita bedah poin-poin LDII yang mendukung visi Walikota Fairid:

A. Tri Sukses (Landasan Utama)
1. Akhlaqul Kharimah (Mendukung Anti-Bullying & Sopan Santun)
2. Alim dan Faqih (Mendukung Gemar Belajar & Literasi)
3. Mandiri (Mendukung Bangun Pagi & Tidur Cepat)
B. 6 Tobiat Luhur (Budaya Sekolah)
4. Rukun
5. Kompak
6. Kerjasama yang baik
7. Jujur
8. Amanah (Mendukung Lingkungan ASRI)
9. Mujhid muzhid (Semangat Juang)
C. 4 Tali Keimanan (Penguatan Mental)
10. Bersyukur
11. Mempersungguh (Khusyuk)
12. Mengagungkan
13. Berdoa
D. 3 Prinsip Kerja (Etos Belajar)
14. Benar
15. Kurup (Cermat/Teliti)
16. Janji (Tepat Waktu)
E. 4 Maqodirulloh (Resiliensi & Kesehatan)
17. Qodar Nikmat: Bersyukur (Makan Sehat)
18. Qodar Musibah: Istirja’
19. Qodar Cobaan: Sabar
20. Qodar Salah: Bertaubat
F. 4 Roda Berputar (Aktivitas Sosial)
21. Yang kuat membantu yang lemah
22. Yang bisa membantu yang tidak bisa
23. Yang ingat mengingatkan yang lupa
24. Yang salah dinasehati agar mau bertaubat
G. 5 Syarat Kerukunan (Inklusivitas & Anti-Bullying)
25. Berbicara yang Baik dan Benar
26. Jujur, Dipercaya dan Mempercayai
27. Sabar Keporo Ngalah
28. Tidak merusak sesama
29. Saling memperhatikan perasaan

Kesimpulan: Menuju Palangka Raya Berakhlak

Orang nomor satu di Kota Cantik ini memastikan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus mendorong pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Ia menekankan tidak boleh ada anak yang kehilangan akses pendidikan hanya karena faktor ekonomi ataupun keterbatasan wilayah. Visi ini sejalan dengan prinsip "4 Roda Berputar" milik LDII di mana kekuatan sosial terbangun dari saling membantu antar sesama.

Sehebat apa pun kurikulum dan secanggih apa pun teknologi, pendidikan tidak akan berubah tanpa 3M, yakni mindset yang maju, mental yang kuat dan pantang menyerah, serta misi yang lurus untuk mengabdi pada bangsa. Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah daerah yang progresif dan pondasi moral kuat dari komponen masyarakat seperti LDII, Palangka Raya berpotensi besar melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki daya saing global yang dibungkus dengan akhlak mulia.