Manifestasi Persatuan Umat di Muscam V MUI Petarukan
Langkah baru bagi dinamika keagamaan di wilayah Kabupaten Pemalang resmi dimulai melalui perhelatan Musyawarah Kecamatan (Muscam) V Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Petarukan. Forum tertinggi di tingkat kecamatan tersebut berhasil menyepakati struktur kepengurusan anyar yang akan mengemban amanah selama masa khidmat 2026–2031. Bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Petarukan pada Rabu (22/4/2026), agenda ini bukan sekadar pergantian nakhoda, melainkan menjadi momentum krusial bagi konsolidasi antarorganisasi masyarakat (ormas) Islam, termasuk peran aktif Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Keterlibatan berbagai elemen arus utama umat Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan LDII dalam forum ini menunjukkan komitmen kolektif untuk membangun kolaborasi yang jauh lebih inklusif. Kehadiran lintas ormas di meja musyawarah menjadi simbol kuat bahwa penguatan peran tokoh agama di tingkat akar rumput tetap menjadi prioritas dalam menjaga kohesi sosial.
“Kami melihat keterlibatan berbagai organisasi menjadi kekuatan dalam menjalankan program ke depan. Pengurus yang terpilih diharapkan mampu menjaga amanah serta menjalankan tugas secara konsisten,” ujar Ahmad Zuhri Ali, Ketua MUI Kecamatan Petarukan yang baru saja memberikan apresiasi mendalam atas jalannya musyawarah yang tertib dan partisipatif.
Ahmad Zuhri Ali menambahkan bahwa susunan pengurus periode ini mencerminkan wajah kebersamaan yang nyata. Ia menyoroti pentingnya sinkronisasi langkah antarorganisasi dalam memitigasi berbagai tantangan sosial dan keagamaan yang semakin kompleks di tingkat lokal. Dalam pandangannya, MUI memegang peran sentral sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkan aspirasi berbagai ormas guna menciptakan stabilitas di tengah masyarakat.
“Koordinasi yang baik akan memudahkan pelaksanaan program pembinaan umat serta menjaga stabilitas sosial di masyarakat,” tegas Ahmad Zuhri Ali.
Komitmen LDII dalam Mendukung Pembangunan Keagamaan
Di sisi lain, apresiasi tinggi juga datang dari jajaran pengurus LDII. Ketua PC LDII Kecamatan Petarukan, Muhammad Yatim, menyatakan bahwa hasil Muscam V ini merupakan pijakan strategis bagi semua pihak untuk memperluas kemaslahatan. Kepercayaan yang disematkan kepada kader-kader LDII untuk masuk ke dalam jajaran pengurus MUI dinilai sebagai tanggung jawab moral yang besar untuk berkontribusi lebih nyata dalam program-program kemasyarakatan.
“Kami siap berperan dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial. Keterlibatan ini menjadi ruang bagi LDII untuk memberikan kontribusi yang lebih luas,” ungkap Muhammad Yatim.
Menurut Yatim, kunci utama dalam merajut kehidupan masyarakat yang harmonis terletak pada kekuatan kolaborasi. Ia tidak ingin sinergi ini hanya berhenti di atas kertas, melainkan harus diimplementasikan dalam bentuk kerja sama nyata selama lima tahun mendatang. Komunikasi yang cair antar-elemen ormas diharapkan dapat menjadi mesin penggerak bagi program-program pembinaan yang efektif.
“Kami berharap sinergi ini terus terjaga sehingga setiap program dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat Petarukan,” pungkas Muhammad Yatim dengan nada optimis.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, ekspektasi masyarakat akan hadirnya bimbingan keagamaan yang menyejukkan semakin besar. Sinergi antara MUI, pemerintah kecamatan, dan seluruh ormas Islam diharapkan mampu menjaga marwah agama sekaligus menjadi pilar penjaga kedamaian di Petarukan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.