BANDAR LAMPUNG – Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, peran organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi krusial sebagai pilar penjaga stabilitas daerah. Menyadari hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Lampung menggandeng Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Lampung dalam agenda "Silaturahim Kebangsaan" yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) LDII Lampung, Kamis (14/5/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen seluruh elemen masyarakat dalam merawat kebhinekaan dan memastikan situasi tetap kondusif.
Ormas Sebagai Katalisator Pembangunan, Bukan Sumber Konflik
Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Bakesbangpol Lampung, M Jauhari, yang hadir sebagai narasumber utama, menggarisbawahi betapa strategisnya posisi ormas dalam struktur demokrasi Indonesia. Menurutnya, ormas tidak sekadar kumpulan massa, melainkan jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah.
"Ormas dapat menjadi wadah penyaluran aspirasi masyarakat, sekaligus media pelayanan sosial untuk mendukung pembangunan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, dinamika ormas juga berpotensi menimbulkan konflik sosial, seperti intimidasi, provokasi, adu domba dan pemerasan," ujar M Jauhari saat memberikan paparan di hadapan para pengurus dan warga LDII.
Melihat adanya risiko tersebut, Bakesbangpol Lampung terus melakukan langkah-langkah preventif melalui pembinaan yang terukur. Jauhari menjelaskan bahwa proses pendaftaran, pengawasan, hingga peran pemerintah sebagai regulator sangat diperlukan agar ormas tetap beroperasi di jalur hukum dan berkontribusi positif bagi persatuan bangsa.
Menjaga Ketertiban Melalui Penguatan Ideologi
Keberadaan ormas diharapkan menjadi pelindung nilai-nilai Pancasila di akar rumput. Jauhari mengingatkan agar tidak ada satu pun organisasi yang justru menjadi pemantik kerusuhan atau menyebarkan kebencian antar sesama warga negara. Tindakan kekerasan dan gangguan terhadap ketertiban umum adalah hal yang dilarang keras secara konstitusi.
"Maka kami melaksanakan pembinaan ormas, melalui penguatan ideologi Pancasila, pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta sosialisasi budaya persatuan," pungkas M Jauhari dalam penjelasannya mengenai strategi pembinaan daerah.
Selain aspek pengawasan, aspek pemberdayaan juga menjadi fokus utama. Pemerintah berupaya meningkatkan kemandirian organisasi agar mereka memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Tujuannya jelas: menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di seluruh pelosok Lampung.
Moderasi Beragama Sebagai Kunci Harmonisasi
Sesi lain dalam silaturahim ini turut menghadirkan pandangan dari sisi keagamaan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Lampung, Makmur. Ia mengingatkan kembali bahwa kemajemukan adalah identitas asli Indonesia yang harus diterima sebagai anugerah.
"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Memiliki keberagaman agama, suku, dan budaya yang harus dijaga bersama," tutur Makmur.
Meskipun keberagaman merupakan kekuatan, Makmur tidak menampik bahwa hal tersebut bisa menjadi tantangan besar jika tidak dikelola dengan kebijaksanaan. Di sinilah program moderasi beragama mengambil peran sebagai instrumen untuk menyeimbangkan praktik beragama di tengah masyarakat yang plural.
Empat Indikator Utama dalam Menghadapi Disrupsi Informasi
Makmur secara rinci menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan cara pandang dan perilaku yang moderat (wasathiyah). Terdapat empat indikator utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan moderasi ini, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, sikap anti-kekerasan, serta penerimaan terhadap tradisi lokal.
"Nilai-nilai ini harus terus diperkuat, untuk menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya disrupsi informasi, polarisasi, ujaran kebencian, hingga hoaks berbasis sentimen keagamaan," jelas Makmur menutup paparannya.
Upaya LDII Lampung dalam menyelenggarakan forum silaturahim ini dipandang sebagai langkah nyata ormas dalam mendukung visi pemerintah. Dengan pemahaman yang selaras antara regulator dan pelaku organisasi, diharapkan stabilitas sosial di Lampung tetap terjaga meski harus menghadapi berbagai dinamika politik dan sosial di masa depan.
📚 Glosarium Istilah
- Kondusivitas: Suatu kondisi yang tenang, aman, dan mendukung keberlangsungan suatu kegiatan atau pembangunan.
- Ormas (Organisasi Kemasyarakatan): Organisasi yang didirikan secara sukarela oleh masyarakat berdasarkan kesamaan aspirasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
- Moderasi Beragama: Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan.
- Disrupsi Informasi: Gangguan atau kekacauan dalam alur informasi, seringkali disebabkan oleh penyebaran hoaks atau polarisasi di media sosial.
- Katalisator: Seseorang atau sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan atau mempercepat sebuah proses secara positif.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.