Sinergi LDII dan Kesbangpol Padang: Memperkokoh Ketahanan Sosial Lewat Nilai Keagamaan

Sinergi LDII dan Kesbangpol Padang: Memperkokoh Ketahanan Sosial Lewat Nilai Keagamaan
  • Guna mengantisipasi degradasi moral dan tantangan sosial yang kian kompleks, Pemerintah Kota Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggandeng DPD LDII Kota Padang untuk mempererat kerja sama dalam pembinaan masyarakat. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (30/4/2026) di Sekretariat LDII Koto Panjang Ikua Koto, Padang, Sumatera Barat ini menjadi momentum krusial dalam menyelaraskan visi untuk memitigasi isu penyalahgunaan narkoba serta perilaku menyimpang di tengah warga.

    Kolaborasi Strategis Menjaga Moral Generasi Muda

    Kunjungan resmi yang dilakukan oleh Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Kota Padang ini bukan sekadar silaturahmi formal. Fokus utama diskusi tertuju pada bagaimana ormas dan pemerintah dapat berkolaborasi secara nyata dalam merespons fenomena sosial yang kian mengkhawatirkan, terutama terkait peredaran gelap narkotika dan maraknya fenomena LGBT yang mencederai norma-norma kemasyarakatan.

    “Kami melihat peran ormas, termasuk LDII, sangat nyata di tengah masyarakat. Sinergitas ini penting agar upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang bisa berjalan lebih efektif,” ujar Kaban Kesbangpol Kota Padang, Syahendri Barkah.

    Syahendri menggarisbawahi bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki posisi tawar yang unik. Kedekatan emosional dan geografis ormas dengan akar rumput (grassroots) merupakan aset berharga yang tidak selalu dimiliki oleh instansi pemerintah secara langsung. Hal ini menjadikan ormas sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan sosial dari unit terkecil, yakni keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

    Mengintegrasikan Falsafah Minangkabau dalam Dakwah

    Dalam pertemuan tersebut, Syahendri juga menekankan pentingnya penggunaan pendekatan yang kontekstual dengan budaya lokal. Sumatera Barat, yang kental dengan nilai-nilai religiusitas dan adat, memiliki instrumen kuat untuk menangkal pengaruh negatif dari luar. Integrasi antara nilai agama dan budaya lokal dipandang sebagai solusi yang paling relevan saat ini.

    “Dengan falsafah Minangkabau ‘adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah’, pendekatan keagamaan diharapkan mampu menjadi benteng moral generasi muda,” tambahnya.

    Pemanfaatan kearifan lokal ini diharapkan mampu menyentuh sisi psikologis masyarakat secara lebih mendalam, sehingga kesadaran untuk menjauhi narkoba dan perilaku menyimpang bukan lagi sekadar kepatuhan hukum, melainkan sebuah keyakinan moral dan jati diri sebagai warga yang beradab.

    Respons LDII: Memperkuat Dakwah Berbasis Solusi

    Menanggapi ajakan tersebut, Ketua DPD LDII Kota Padang, Muhammad Iqbal, menyatakan komitmen penuh organisasinya dalam mendukung program-program Pemerintah Kota Padang. LDII memandang bahwa pembinaan umat merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia.

    “Kami mendukung program yang dicanangkan pemerintah. Melalui majelis dan media dakwah, LDII akan terus mengupayakan pembinaan agar generasi muda terhindar dari kerusakan moral,” tegas Muhammad Iqbal.

    Iqbal menjelaskan bahwa langkah konkret yang akan diambil LDII adalah memperkuat transmisi nilai-nilai spiritual melalui kajian intensif Al-Quran dan Al-Hadits. Namun, kajian tersebut tidak akan berdiri sendiri; LDII akan mengolaborasikannya dengan pemahaman mendalam atas falsafah adat Minangkabau untuk memastikan pesan-pesan dakwah tetap membumi.

    Sinergi yang harmonis antara birokrasi dan lembaga dakwah ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem masyarakat yang tidak hanya religius secara ritual, tetapi juga tangguh dalam menghadapi dinamika sosial yang disruptif. Melalui penguatan nilai-nilai luhur, Padang optimis mampu mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan berintegritas secara moral.

    Glossary Artikel

    • Kesbangpol: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, lembaga pemerintah yang menangani isu stabilitas politik, ideologi, dan ketahanan sosial.
    • Ormas: Organisasi Kemasyarakatan yang didirikan secara sukarela oleh masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.
    • Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah: Falsafah hidup masyarakat Minangkabau yang berarti adat bersendikan agama Islam, dan agama Islam bersendikan Al-Quran.
    • Ketahanan Sosial: Kemampuan masyarakat untuk tetap stabil dan mampu mengatasi berbagai masalah sosial dan ancaman moral.
    • Sinergitas: Bentuk kerja sama yang menghasilkan pengaruh atau hasil yang lebih besar daripada dilakukan sendiri-sendiri.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.