Sinergi Kemenag Pringsewu dan LDII Ambarawa Perkuat Karakter Remaja Melalui Program BRUS

Sinergi Kemenag Pringsewu dan LDII Ambarawa Perkuat Karakter Remaja Melalui Program BRUS
  • PRINGSEWU – Menghadapi tantangan degradasi moral di kalangan generasi muda, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pringsewu melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ambarawa secara resmi menggelar program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Agenda strategis ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) LDII Ambarawa dengan menggandeng Pengurus Cabang (PC) LDII Kecamatan Ambarawa sebagai mitra kolaborasi pada Minggu pekan lalu.

    Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 150 peserta remaja ini dirancang untuk memberikan fondasi mental dan spiritual yang kokoh. Sinergi antara otoritas agama pemerintah dan organisasi kemasyarakatan ini menjadi langkah konkret dalam memitigasi risiko sosial yang mengintai pelajar di wilayah Pringsewu dan sekitarnya.

    Pendekatan Persuasif Tangkal Kenakalan Remaja

    Penghulu KUA Kecamatan Ambarawa, Sutopo, menekankan bahwa inisiatif BRUS merupakan bentuk kehadiran negara dalam membimbing anak muda. Menurutnya, program ini memiliki visi yang sejalan dengan pola pembinaan karakter yang selama ini diterapkan oleh LDII. Fokus utamanya adalah membentengi remaja dari pengaruh buruk lingkungan dan penyalahgunaan zat terlarang.

    “BRUS merupakan program edukasi melalui pendekatan persuasif kepada remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja, pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkotika,” ujar Sutopo saat memberikan arahan kepada para peserta.

    Dinamika era digital yang menawarkan arus informasi tanpa batas turut menjadi sorotan dalam bimbingan ini. Kecepatan teknologi yang tidak diimbangi dengan filter mental yang kuat dikhawatirkan dapat menyeret remaja ke dalam pola hidup yang negatif. Sutopo mengingatkan bahwa kepintaran akademik saja tidak cukup untuk bertahan di masa depan yang kompetitif.

    “Saat ini generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era digitalisasi dan globalisasi. Maka, pembinaan berkelanjutan sangat diperlukan agar remaja tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter luhur,” tambah Sutopo.

    Implementasi 29 Karakter Luhur dan Kemandirian

    Gayung bersambut, Ketua PC LDII Kecamatan Ambarawa, Agus Wahyono, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh program pemerintah tersebut. LDII sendiri selama ini telah mengakar dalam pembinaan generasi muda melalui kurikulum pembentukan 29 karakter luhur yang diajarkan sejak usia dini.

    Agus menjelaskan bahwa pembinaan tidak hanya dilakukan secara teoretis melalui bangku sekolah, tetapi juga melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan komunitas. Hal ini mencakup penguatan sisi religiusitas hingga kemandirian ekonomi bagi para pemuda.

    “Kami memiliki perhatian besar pada pembinaan generasi muda melalui pembentukan 29 karakter luhur. Langkah ini diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari pengajian rutin hingga acara-acara yang melatih kemandirian,” tutur Agus Wahyono.

    Selain pendekatan keagamaan, LDII Ambarawa juga memanfaatkan instrumen kepanduan untuk menggembleng mentalitas remaja. Keberadaan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) menjadi wadah bagi siswa untuk belajar disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan di alam terbuka.

    “Program pembentukan karakter dilaksanakan pula melalui program kepramukaan, yang diwadahi dengan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN),” kata Agus menjelaskan salah satu pilar pembinaan organisasinya.

    Target akhir dari kolaborasi ini adalah lahirnya generasi emas yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan spiritual dan ketahanan fisik. Agus berharap para pemuda binaannya mampu menjadi agen perubahan di masyarakat yang bersih dari jeratan gaya hidup merusak.

    “Kami berharap melalui berbagai program tersebut, pemuda LDII tidak hanya faqih dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki ahlakul karimah dan kemandirian. Sehat jasmani dan rohani, serta menjauhi rokok, minuman keras dan narkoba,” pungkas Agus menutup keterangannya.

    Glossary Artikel

    • BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah): Program bimbingan dari Kemenag yang bertujuan memberikan edukasi pranikah dan penguatan karakter bagi siswa sekolah.
    • KUA (Kantor Urusan Agama): Instansi di bawah Kemenag yang melayani urusan keagamaan di tingkat kecamatan.
    • 29 Karakter Luhur: Sistem nilai pembinaan karakter dalam LDII yang mencakup tri dharma (alim-faqih, berakhlakul karimah, mandiri) serta rincian karakter pendukung lainnya.
    • Sako SPN (Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara): Satuan komunitas pramuka yang bernaung di bawah organisasi LDII.
    • Faqih: Memiliki pemahaman yang mendalam dan benar mengenai hukum-hukum agama Islam.
    • Ahlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang terpuji dan mulia.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.