Sinergi Dakwah dan Pembangunan Karakter: Musda VIII LDII Kabupaten Bandung Perkuat Komitmen 'Bedas'

Sinergi Dakwah dan Pembangunan Karakter: Musda VIII LDII Kabupaten Bandung Perkuat Komitmen 'Bedas'
  • Penguatan Moral dan Kemandirian Umat Melalui Musda VIII LDII

    Bupati Bandung, Dadang Supriatna, secara resmi membuka gelaran Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD LDII Kabupaten Bandung yang berlangsung di Gedung M. Toha, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Sabtu (23/5/2026). Forum lima tahunan ini menjadi pijakan strategis bagi LDII untuk memperkuat harmoni dakwah sekaligus menyelaraskan program kerja organisasi dengan visi pembangunan daerah menuju masyarakat yang lebih "Bedas" (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera).

    Mengusung tema besar “Bersinergi dalam Dakwah untuk Mengokohkan Akhlak Mulia dan Kemandirian Umat dalam Mewujudkan Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas”, agenda ini tidak hanya menjadi rutinitas organisatoris, tetapi juga refleksi atas kontribusi sosial keagamaan di wilayah tersebut. Kehadiran Bupati Dadang Supriatna menegaskan betapa pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam menyokong pilar pembangunan manusia di tingkat lokal.

    Apresiasi Bupati Terhadap Pembinaan Karakter LDII

    Dalam orasi pembukaannya, Dadang Supriatna memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi LDII yang secara konsisten berfokus pada pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat. Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah bukan hanya terletak pada infrastruktur fisik, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas moral.

    “Peran LDII sangat besar dalam mendorong peningkatan pendidikan dan pembangunan karakter masyarakat. Kami berharap LDII terus bersinergi menyukseskan program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis dan penguatan ekonomi inklusif,” ujar Dadang Supriatna.

    Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah pusat maupun daerah sangat bergantung pada partisipasi aktif lembaga seperti LDII. Ia menaruh harapan besar agar Musda VIII ini mampu memformulasikan pokok-pokok pikiran serta program kerja yang aplikatif, khususnya yang beririsan langsung dengan peningkatan kesejahteraan rakyat dan ketahanan ekonomi berbasis umat.

    Kolaborasi Membangun Generasi Muda

    Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzie, memandang Musda sebagai ruang kolaborasi yang krusial bagi seluruh elemen bangsa. Baginya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut adanya benteng moral yang kuat bagi generasi penerus agar tidak tergerus oleh pengaruh negatif globalisasi.

    “LDII diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi muda yang berkarakter luhur, religius, dan mandiri,” tutur Renie Rahayu Fauzie di sela-sela acara.

    Pihak legislatif melihat LDII memiliki struktur organisasi yang solid hingga ke tingkat akar rumput, sehingga sangat potensial dalam mengawal pembangunan moral di desa-desa maupun kelurahan di seluruh Kabupaten Bandung.

    Filosofi 3K dalam Dakwah LDII

    Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menguraikan landasan filosofis pergerakan LDII yang dikenal dengan prinsip 3K: Karya, Kontribusi, dan Komunikasi. Ia menegaskan bahwa wajah dakwah LDII saat ini bertransformasi menjadi lebih inklusif dan solutif terhadap problematika sosial.

    “Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah yang progresif di Jawa Barat. Komunikasi dan sinerginya sangat baik dengan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat,” ungkap Dicky Harun.

    Menurut Dicky, dakwah yang dijalankan LDII saat ini tidak lagi terbatas pada mimbar-mimbar ceramah. Implementasi nyata melalui aksi sosial, pemberdayaan ekonomi, dan partisipasi dalam pelestarian lingkungan menjadi bukti otentik bahwa agama hadir sebagai rahmat bagi semesta alam.

    Estafet Kepemimpinan: Didin Suyadi Kembali Terpilih

    Memasuki sesi krusial organisasi, Musda VIII melibatkan perwakilan dari Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bandung untuk melakukan evaluasi kinerja. Forum secara bulat menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021-2026 yang dinilai sukses menjalankan mandat organisasi dengan berbagai pencapaian nyata di lapangan.

    Melalui proses musyawarah mufakat yang menjadi ciri khas organisasi, Didin Suyadi kembali ditetapkan secara aklamasi untuk menakhodai DPD LDII Kabupaten Bandung masa bakti 2026–2031. Keberlanjutan kepemimpinan ini diharapkan mampu mengakselerasi program-program yang belum tuntas serta membawa inovasi baru dalam menghadapi dinamika sosial di lima tahun mendatang.

    Glossary Istilah

    • Musda (Musyawarah Daerah): Forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi LDII di tingkat Kabupaten/Kota.
    • Bedas: Akronim dari Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera (Visi Kabupaten Bandung).
    • Prinsip 3K: Nilai dasar LDII yang meliputi Karya (hasil nyata), Kontribusi (sumbangsih), dan Komunikasi (interaksi harmonis).
    • Ekonomi Inklusif: Pertumbuhan ekonomi yang melibatkan dan memberi manfaat bagi semua lapisan masyarakat.
    • DPD (Dewan Pimpinan Daerah): Struktur kepengurusan organisasi di tingkat administratif Kabupaten atau Kota.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.