Sapi Simmental 1 Ton Milik Warga LDII Polman Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban Banmas

Sapi Simmental 1 Ton Milik Warga LDII Polman Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban Banmas
  • POLEWALI MANDAR – Seekor sapi jenis Simmental dengan bobot fantastis mencapai 1.053 kilogram milik Iskandar Ngani, seorang warga LDII Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, resmi terpilih sebagai hewan kurban bantuan kemasyarakatan (Banmas) dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sapi yang diberi nama Arjuna tersebut dijadwalkan akan menjadi bagian dari prosesi penyembelihan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah mendatang di wilayah Sulawesi Barat.

    Kualitas Unggul dengan Standar Seleksi Ketat

    Keputusan pemilihan Arjuna bukan tanpa alasan. Sapi raksasa ini telah melewati serangkaian prosedur seleksi yang sangat kompetitif di tingkat provinsi. Iskandar Ngani, sang pemilik, membeberkan bahwa proses penyaringan hewan kurban kepresidenan ini melibatkan puluhan kandidat sapi terbaik dari berbagai peternak di Sulawesi Barat.

    “Alhamdulillah, saya sangat senang sekali sapi yang saya pelihara bisa dipilih sebagai hewan kurban Bapak Presiden,” ujar Iskandar dengan nada penuh syukur.

    Ia menambahkan bahwa dari total 20 ekor sapi yang diajukan di seluruh Provinsi Sulawesi Barat, tim seleksi hanya menetapkan empat ekor sapi yang dinilai benar-benar memenuhi kriteria berat, kesehatan, dan kualitas fisik secara menyeluruh. Sapi milik Iskandar menjadi salah satu yang terbaik di antaranya. Berdasarkan kesepakatan, sapi ini dibeli oleh Presiden Prabowo dengan nilai mencapai Rp110 juta.

    Rahasia Perawatan Intensif di Balik Bobot 1 Ton

    Keberhasilan mencetak sapi dengan berat lebih dari satu ton tentu memerlukan dedikasi dan teknik pemeliharaan yang mumpuni. Andrian Hendri Prayoga, sosok yang bertanggung jawab merawat Arjuna setiap harinya, menjelaskan bahwa tantangan terbesar memelihara sapi berukuran jumbo terletak pada manajemen kesehatan dan kestabilan nafsu makan.

    “Merawat sapi besar memang memiliki tantangan tersendiri. Kami harus ekstra hati-hati karena sapi dengan bobot besar rentan terserang penyakit. Nafsu makan juga harus dijaga agar tetap stabil, dan setiap pagi serta sore hari sapi dimandikan,” jelas Andrian Hendri Prayoga saat membagikan pengalamannya.

    Andrian menekankan bahwa kunci utama kesuksesan ini adalah konsistensi dalam pemberian pakan berkualitas tinggi serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kebersihan kandang dan sanitasi hewan menjadi prioritas utama guna memastikan kondisi fisik Arjuna tetap prima hingga hari penyembelihan tiba. Rencananya, prosesi penyembelihan sapi presiden ini akan dilaksanakan di Masjid Jami Polewali.

    Bukti Kualitas Peternak Daerah

    Keberhasilan warga LDII Polman ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat lokal di Sulawesi Barat. Fenomena ini membuktikan bahwa peternak di daerah memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menghasilkan ternak berkualitas tinggi yang mampu memenuhi standar ketat tingkat nasional.

    Terpilihnya sapi dari peternak lokal ini juga diharapkan mampu memicu semangat para peternak lainnya di Polewali Mandar untuk terus meningkatkan standar pemeliharaan hewan ternak mereka, baik untuk keperluan komersial maupun kebutuhan ibadah kurban di masa depan.

    Glossary Istilah

    • Sapi Simmental: Ras sapi potong yang berasal dari lembah Simme di Swiss, dikenal karena pertumbuhannya yang cepat dan bobot tubuh yang sangat besar.
    • Banmas: Bantuan Kemasyarakatan, dalam konteks ini merujuk pada program bantuan sosial atau keagamaan dari Presiden untuk masyarakat.
    • LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, salah satu organisasi kemasyarakatan berbasis Islam yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di Indonesia.
    • Sanitasi Ternak: Upaya menjaga kebersihan lingkungan kandang dan tubuh hewan untuk mencegah penularan penyakit.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.