Prestasi Gemilang, PMR SMA Budi Utomo Gadingmangu Sabet Juara Umum Ketiga di UREFO 2026 Se-Jawa Timur

Prestasi Gemilang, PMR SMA Budi Utomo Gadingmangu Sabet Juara Umum Ketiga di UREFO 2026 Se-Jawa Timur

JOMBANG – Kontingen Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Budi Utomo Gadingmangu mengukir prestasi prestisius dengan meraih predikat Juara Umum Ketiga dalam ajang Youth Red Cross Fair Competition (UREFO) 2026. Kompetisi bergengsi tingkat Jawa Timur ini berlangsung pada Minggu (26/4/2026), bertempat di SMA Negeri 2 Jombang, Jawa Timur, dengan melibatkan ratusan relawan muda terbaik dari berbagai daerah.

Perhelatan yang diselenggarakan oleh PMR Unit SMA Negeri 2 Jombang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombang ini menjadi barometer penting bagi evaluasi pembinaan anggota PMR Wira. Keberhasilan SMA Budi Utomo menembus posisi tiga besar mempertegas bahwa pola pembinaan ekstrakurikuler di sekolah berbasis boarding school mampu bersaing di level provinsi.

Sinergi Pembinaan dan Mentalitas Juara

Kepala SMA Budi Utomo Gadingmangu, Heboh Handono Pribadi Luhur, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi kolektif antara siswa dan pelatih. Ia menilai bahwa capaian ini bukan sekadar tentang trofi, melainkan manifestasi dari kerja keras dan implementasi pembinaan karakter yang selama ini menjadi fondasi sekolah.

“Saya sangat bersyukur atas pembinaan berkualitas serta dedikasi pelatih yang luar biasa, karena kemenangan ini merupakan wujud kontribusi nyata sekolah dalam membekali siswa. Melalui ekstrakurikuler ini, sekolah tidak hanya mencetak generasi bermental juara, tetapi juga individu yang siap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Heboh Handono.

Heboh juga menekankan bahwa prestasi akademik dan non-akademik harus tumbuh secara organik dan seimbang. Menurutnya, PMR adalah laboratorium sosial bagi siswa untuk mempraktikkan 29 Karakter Luhur yang menjadi ciri khas almamater dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat.

Keseimbangan Teknis dan Kedisiplinan Santri

Dibalik layar kemenangan ini, instruktur pelatih PMR Wira SMA Budi Utomo, Akhmad Khoirul Basori, membeberkan rahasia sukses timnya. Ia menitikberatkan pada keseimbangan antara penguasaan materi teknis kepalangmerahan dengan penguatan mentalitas peserta dalam menghadapi tekanan kompetisi.

“Pembagian tugas berdasarkan hasil seleksi dan minat peserta, pendalaman materi secara mandiri maupun diskusi kelompok, hingga pembuatan media presentasi yang kreatif. Latihan rutin dan diskusi antaranggota juga menjadi penting agar dapat membentuk anggota PMR yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga berkarakter,” jelas Basori.

Soliditas tim ini juga ditegaskan oleh Muhammad Fadhlan Hutama, Ketua PMR Wira SMA Budi Utomo. Ia menuturkan bahwa kunci menjaga ritme tim adalah komunikasi yang tanpa celah melalui evaluasi berkala.

“Kami selalu mengadakan evaluasi mandiri dan rutin berkonsultasi dengan pembina serta fasilitator. Pengalaman para senior dan pembina menjadi kunci kami dalam membangun tim yang solid dan satu frekuensi,” ungkap Fadhlan dengan bangga.

Perjuangan di Tengah Padatnya Jadwal

Kisah inspiratif datang dari salah satu delegasi, Muhammad Fuad Zacky Abdillah. Siswa yang juga berstatus sebagai santri ini mengaku sempat merasa pesimis karena jadwal latihan berbenturan dengan kompetisi lain. Namun, ia membuktikan bahwa manajemen waktu adalah kunci bagi seorang santri untuk tetap berprestasi.

“Waktu istirahat itu jam 10 malam, jadi saat semua istirahat saya meluangkan waktu 15 hingga 30 menit untuk latihan secara mandiri, karena kualitas latihan lebih penting daripada durasi yang lama,” tutur Zacky menceritakan perjuangannya.

Bagi Zacky, pencapaian ini adalah pembuktian bahwa sekolah sambil mondok bukanlah hambatan untuk meraih mimpi. Ia berharap prestasinya bisa mematahkan stigma mengenai keterbatasan aktivitas di lingkungan asrama.

“Semoga ini menjadi motivasi teman-teman di luar sana, prestasi itu tidak melihat kita darimana, baik bersekolah negeri atau swasta, mau boarding school atau tidak itu bergantung pada diri sendiri. Jangan pernah berkecil hati, bermimpilah setinggi langit karena jika kita jatuh, kau akan jatuh bersama bintang-bintang,” pesan Zacky menutup percakapan.

Dalam UREFO 2026 yang mengusung tema “Rise Together with Youth Red Cross for a Better Community”, kontingen SMA Budi Utomo mengirimkan 16 anggota terbaiknya. Mereka berkompetisi di empat cabang utama, yakni Management Terpadu Palang Merah Remaja (MANTRA PMR), First Aid Simulation (FAST), CAKRAWALA (Cerdas, Akurat, Kreatif, Wawasan Luas), dan 7 Bidang Traveling.

Glossary Artikel

  • PMR Wira: Jenjang Palang Merah Remaja untuk tingkat sekolah menengah atas (usia 15-17 tahun).
  • UREFO (Youth Red Cross Fair Competition): Ajang kompetisi kepalangmerahan yang menjadi wadah evaluasi dan kreativitas relawan muda.
  • Boarding School: Sistem sekolah berasrama di mana siswa tinggal dan belajar di lingkungan yang sama.
  • MANTRA PMR: Cabang lomba yang menguji kemampuan manajemen dan pengorganisasian unit PMR secara terpadu.
  • FAST (First Aid Simulation): Simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan atau kondisi darurat medis.
  • 7 Bidang Traveling: Metode lomba berkeliling pos untuk menguji tujuh materi dasar kepalangmerahan secara komprehensif.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.