Persiapan Idul Adha 1447 H: LDII Banyuwangi Komitmen Terapkan Standar ASUH dan Kesejahteraan Hewan Kurban

Persiapan Idul Adha 1447 H: LDII Banyuwangi Komitmen Terapkan Standar ASUH dan Kesejahteraan Hewan Kurban

BANYUWANGI — Menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H, DPD LDII Kabupaten Banyuwangi mempertegas komitmennya dalam menghadirkan daging kurban yang berkualitas dengan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban di Aula Dinas Pertanian dan Pangan pada Kamis (21/5/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan menyelaraskan prosedur teknis antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam guna menjamin aspek kesehatan, syariat, serta kelestarian lingkungan selama prosesi ibadah kurban berlangsung.

Standar ASUH: Jaminan Keamanan Pangan bagi Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan menaruh perhatian serius terhadap kualitas daging yang akan dikonsumsi publik. Fokus utama dalam Rakor kali ini adalah memastikan seluruh hewan kurban memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal atau yang dikenal dengan istilah ASUH. Pengetatan standar ini bukan tanpa alasan, melainkan bentuk perlindungan konsumen di tengah tingginya permintaan hewan ternak menjelang hari raya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet), Drh. Nanang Sugiharto, mengungkapkan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan proses ini berjalan tanpa pengawasan. Pihaknya telah menyiagakan personel dalam jumlah besar untuk melakukan pemantauan intensif di berbagai titik pemotongan.

"Kami menyiapkan 121 petugas di lapangan yang siap membantu memeriksa kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan 'ante mortem' atau sebelum proses penyembelihan dilakukan maupun post mortem. Hal ini krusial untuk memastikan seluruh daging yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar aman dikonsumsi," ujar Drh. Nanang Sugiharto.

Mengutamakan Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare)

Tak hanya soal kesehatan daging, Rakor tersebut juga menyoroti aspek Kesejahteraan Hewan (Kesrawan). Drh. Nanang mengimbau para panitia kurban untuk memperlakukan hewan dengan penuh etika sebelum disembelih. Hal ini mencakup pemisahan area istirahat hewan dengan lokasi penyembelihan agar hewan tidak mengalami stres berlebihan.

Prosedur teknis lainnya yang ditekankan adalah larangan bagi hewan yang sedang mengantre untuk melihat proses penyembelihan temannya. Secara medis dan psikologis, stres pada hewan dapat memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan. Sebagai solusi bagi masjid atau lembaga yang fasilitasnya terbatas, pemerintah menyediakan 8 Rumah Pemotongan Hewan (RPH) resmi yang tersebar di wilayah Banyuwangi.

Respons Proaktif LDII: Implementasi dari Pusat hingga Daerah

Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Eko Hariyono, menyambut baik langkah edukatif dari Dinas Pertanian. Baginya, sinkronisasi antara regulasi pemerintah dan praktik di lapangan adalah kunci keberhasilan ibadah kurban yang higienis. LDII sendiri, menurut Eko, telah memiliki instruksi internal yang ketat mengenai standar pemotongan ini.

"Kami akan instruksikan kepada seluruh panitia kurban keluarga besar LDII Banyuwangi, termasuk di Ponpes Nurul Huda, untuk memperketat kebersihan lantai, menyiapkan sarana air bersih yang cukup dan memastikan penanganan limbah dilakukan secara mandiri dengan membuat lubang penampungan darah dan kotoran sehingga tidak mencemari lingkungan atau fasilitas umum," tegas Eko Hariyono yang juga menjabat sebagai Ketua PPPM Nurul Huda Banyuwangi.

Eko menambahkan bahwa pengelolaan limbah menjadi poin yang tidak bisa ditawar. Panitia kurban di bawah naungan LDII dilarang keras membuang jeroan atau limbah sisa pemotongan ke aliran sungai. Langkah ini sejalan dengan kampanye lingkungan bersih yang terus digalakkan di lingkup pondok pesantren dan warga LDII.

Sinergi antara pemerintah daerah, petugas veteriner, dan ormas keagamaan seperti LDII diharapkan mampu menciptakan iklim ibadah yang tenang. Dengan pengawasan ketat dari hulu ke hilir, masyarakat Banyuwangi dapat merayakan Idul Adha dengan kepastian bahwa daging yang mereka terima telah melalui prosedur yang aman dan sesuai dengan syariat Islam.

Glossary Strategis Pelaksanaan Kurban

  • ASUH: Standar kualitas pangan yang mencakup Aman (tidak mengandung bahaya), Sehat (memiliki nutrisi baik), Utuh (tidak bercampur bagian lain), dan Halal (sesuai syariat).
  • Ante Mortem: Pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan sebelum penyembelihan untuk mendeteksi gejala penyakit klinis.
  • Post Mortem: Pemeriksaan bagian dalam hewan (daging dan organ) setelah penyembelihan untuk menjamin kelayakan konsumsi.
  • Kesrawan: Kesejahteraan Hewan; prinsip memperlakukan hewan agar bebas dari rasa lapar, haus, sakit, dan stres.
  • Veteriner: Segala hal yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan pencegahan penyakit yang dapat menular ke manusia.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.