BANDUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Bandung melangsungkan audiensi strategis bersama jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Bandung pada Rabu (13/5/2026). Pertemuan formal yang berlangsung hangat ini merupakan bagian dari upaya organisasi dalam memperkokoh sinergi lintas sektoral, sekaligus menjadi ajang koordinasi intensif menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) VIII yang dijadwalkan berlangsung akhir Mei mendatang.
Delegasi LDII dipimpin langsung oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi. Kehadiran mereka disambut secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, Thony Fathony Muhammad. Pertemuan ini tidak hanya menjadi simbol silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah bagi LDII untuk memaparkan visi besar organisasi dalam membangun daerah.
Pemaparan Delapan Program Unggulan
Dalam kesempatan tersebut, Didin Suyadi menjabarkan secara komprehensif mengenai delapan program unggulan yang menjadi pilar perjuangan LDII. Fokus pengabdian tersebut meliputi bidang dakwah, pendidikan karakter, ekonomi syariah, hingga ketahanan pangan dan kontribusi sosial kemasyarakatan yang nyata di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.
Selain memaparkan program jangka panjang, Didin juga melaporkan rangkaian kegiatan pra-Musda, salah satunya adalah aksi lingkungan “Fun Walk Zero Waste” yang bakal digelar pada 16 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kampanye kesadaran lingkungan sebelum memasuki puncak acara Musda VIII pada 23 Mei 2026.
“Penentuan tanggal MUSDA VIII pada 23 Mei merupakan arahan langsung dari Bupati Bandung Dadang Supriatna. Kami bersyukur karena pemerintah daerah selama ini memberikan banyak dukungan kepada LDII, mulai dari bantuan sarung, sajadah, pasokan beras untuk pondok pesantren, hingga sapi kurban saat Idul Adha,” ujar Didin Suyadi.
Apresiasi dan Memori Kehangatan DPRD
Menanggapi laporan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, menyatakan apresiasi mendalam terhadap peran aktif LDII di wilayahnya. Renie sempat bernostalgia mengenai hubungan emosional yang telah terjalin lama, khususnya mengenang sosok almarhum Agus Muharam yang dianggapnya sebagai figur mentor sekaligus orang tua bagi para pemimpin muda di Bandung.
“Alhamdulillah, dulu almarhum Agus Muharam begitu dekat, bagaikan orang tua yang membimbing kami anak-anaknya. Saya merasa bangga bisa bertemu dengan para kasepuhan LDII Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan silaturahim ini terus terjalin dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ungkap Renie Rahayu Fauzi.
Renie menegaskan dukungannya terhadap agenda-agenda LDII, termasuk menyatakan komitmennya untuk berupaya hadir secara langsung dalam pembukaan Musda VIII mendatang. Menurutnya, kolaborasi antara legislatif dan organisasi kemasyarakatan sangat krusial dalam menyerap aspirasi publik secara efektif.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Thony Fathony Muhammad, menyoroti keberhasilan LDII dalam sektor pendidikan formal dan penguatan ekonomi akar rumput. Ia memuji langkah nyata LDII yang sudah memiliki infrastruktur pendidikan mandiri hingga ke tingkat unit terkecil.
“LDII sudah memiliki sekolah dan PAUD di berbagai PC (Pimpinan Cabang), serta sektor ekonomi melalui BMT yang sangat menginspirasi,” kata Thony Fathony Muhammad memberikan pujian.
Langkah LDII dalam merangkul pemangku kebijakan ini dipandang sebagai model komunikasi organisasi yang sehat. Melalui keterbukaan informasi dan pelaporan kegiatan yang rutin, LDII Kabupaten Bandung berupaya memastikan setiap langkah organisasinya selaras dengan arah pembangunan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Glossary Strategis
- Musda (Musyawarah Daerah): Forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat kabupaten/kota untuk menentukan kepengurusan dan arah kebijakan periode berikutnya.
- Audiensi: Pertemuan resmi untuk menyampaikan aspirasi atau bertukar informasi antara organisasi dengan pejabat pemerintah/lembaga negara.
- BMT (Baitul Maal wat Tamwil): Lembaga keuangan mikro yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah untuk pemberdayaan ekonomi umat.
- Zero Waste: Konsep pengelolaan sampah yang berfokus pada minimalisasi limbah agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
- Sinergi Kelembagaan: Kerja sama yang saling menguntungkan antara dua institusi atau lebih untuk mencapai tujuan bersama secara harmonis.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.