Upaya memperkokoh kerukunan umat beragama di wilayah Timur Indonesia terus digalakkan. Pengurus DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Tual menggelar pertemuan strategis dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Tual, Echan Rumaf, pada Kamis (30/4). Bertempat di ruang kerja Kakan Kemenag, kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua pihak untuk menyelaraskan langkah dalam menjaga harmoni sosial di Kota Tual melalui program-program keumatan yang konkret.
Delegasi LDII yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD LDII Kota Tual, Andi Ridwan, menyampaikan maksud kedatangan mereka sebagai langkah proaktif organisasi dalam mendukung kebijakan pemerintah di level daerah. Melalui dialog yang hangat, LDII menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
“Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahim serta menyinergikan program kerja organisasi dengan kebijakan Kementerian Agama di tingkat daerah,” ujar Andi Ridwan.
8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa
Dalam pertemuan tersebut, Andi Ridwan memaparkan secara komprehensif mengenai “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa” yang menjadi pilar utama gerakan organisasi di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Tual. Kedelapan bidang tersebut dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat eksistensi bangsa.
- Wawasan Kebangsaan: Fokus pada penguatan nasionalisme, rasa cinta tanah air, serta kesetiaan mutlak pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi negara.
- Dakwah Islam: Mengedepankan dakwah yang menyejukkan, inklusif, dan profesional dengan berlandaskan kemurnian Al-Quran dan Al-Hadist.
- Pendidikan Karakter: Menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter religius dan mandiri sejak dini.
- Kesehatan Masyarakat: Berkontribusi melalui program promotif dan preventif demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas.
- Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup: Upaya nyata dalam mendukung kedaulatan pangan nasional serta pelestarian ekosistem alam.
- Ekonomi Syariah: Mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui prinsip-prinsip syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
- Teknologi Digital: Memberikan edukasi terkait pemanfaatan teknologi secara positif, produktif, dan beretika di tengah arus disrupsi informasi.
- Energi Terbarukan: Menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui sosialisasi dan penggunaan energi yang ramah lingkungan.
Andi Ridwan menekankan bahwa implementasi dari delapan bidang ini diharapkan mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di Kota Tual.
“Kami berharap LDII dapat terus menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam membina umat, khususnya di Kota Tual melalui implementasi delapan bidang pengabdian tersebut,” tambah Andi.
Apresiasi Kemenag dan Komitmen Moderasi Beragama
Gayung bersambut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tual, Echan Rumaf, memberikan respons positif terhadap paparan program yang disampaikan. Ia mengapresiasi kontribusi LDII yang terstruktur dan dinilai sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam menciptakan kehidupan beragama yang moderat.
“Pintu Kementerian Agama selalu terbuka untuk koordinasi lintas organisasi keagamaan guna menjaga harmoni sosial,” ungkap Echan Rumaf dengan penuh keterbukaan.
Echan juga menekankan pentingnya sinergi yang tidak hanya terjebak pada tataran administratif atau koordinasi formal semata. Menurutnya, tantangan di lapangan membutuhkan aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Tual yang dikenal dengan julukan Bumi Maren tersebut.
“LDII bisa menjadi mitra kerja yang solid untuk mewujudkan masyarakat Tual yang religius dan rukun. Tetaplah menjadi organisasi yang inklusif dan teruslah berkontribusi dalam pembangunan mental spiritual masyarakat di Bumi Maren ini,” imbuh Echan.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi intensif. Sinergi antara otoritas agama dan organisasi kemasyarakatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga kondusivitas daerah, sekaligus memastikan bahwa moderasi beragama bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan bermasyarakat di Kota Tual.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.