Perkuat Literasi Keuangan Syariah, LDII Dukung OJK Hadirkan Galeri Investasi Pertama di Pesantren Jakarta

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, LDII Dukung OJK Hadirkan Galeri Investasi Pertama di Pesantren Jakarta

DPP LDII secara resmi menyatakan dukungannya terhadap langkah strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah di lingkungan pendidikan keagamaan. Hal ini ditandai dengan kehadiran pengurus pusat LDII dalam agenda Peresmian Galeri Syariah dan Sosialisasi Edukasi Pasar Modal Inklusi Keuangan Syariah yang bertempat di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini dipandang sebagai jembatan penting untuk memperkenalkan instrumen investasi syariah yang lebih luas kepada generasi muda, melampaui sekadar produk perbankan konvensional yang selama ini lebih mendominasi pemahaman publik.

Membangun Kesadaran Investasi Sejak Dini

Ketua DPP LDII, Ivan Hartawan, menekankan bahwa pemahaman mengenai ekosistem keuangan syariah harus ditanamkan secara komprehensif. Menurutnya, selama ini literasi masyarakat masih cenderung terfokus pada sektor perbankan saja, padahal pasar modal syariah menawarkan peluang perencanaan keuangan yang sangat menjanjikan bagi masa depan santri dan pelajar.

“Padahal produk syariah juga mencakup pasar modal. Karena itu, generasi muda perlu memahami investasi sejak dini agar memiliki kemampuan perencanaan keuangan yang baik,” ujar Ivan Hartawan.

Ivan menambahkan bahwa edukasi ini tidak boleh berhenti sebagai wacana saja. Ia mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan, baik melalui seminar tatap muka maupun platform digital, untuk memastikan tingkat inklusi atau praktik nyata di lapangan sejalan dengan pertumbuhan literasi yang ada. Ia meyakini bahwa dengan pemahaman yang mumpuni, generasi muda tidak akan ragu untuk mulai mempraktikkan investasi syariah secara aman dan tepat sasaran.

“Literasi keuangan syariah terus meningkat, tetapi tingkat inklusi atau praktiknya masih perlu didorong. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan masyarakat semakin memahami dan mulai mempraktikkan investasi syariah,” lanjut Ivan.

Integrasi Program EPICS dan Galeri Investasi

Peresmian ini merupakan bagian dari implementasi program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPICS) yang digagas oleh OJK. Nuning Isnainijati, Direktur Pengawasan Perilaku, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) serta Layanan Manajemen Strategis (LMST) OJK wilayah Jabodebek, menjelaskan bahwa Pesantren Minhajurrosyidin telah dipilih sebagai pusat pengembangan ekosistem ini sejak akhir tahun lalu.

“Pembentukan EPICS telah dilakukan di Pesantren Minhajurrosyidin pada Desember tahun lalu. Hari ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperkuat ekosistem inklusi keuangan syariah,” jelas Nuning Isnainijati.

Kehadiran Galeri Investasi Syariah di lokasi ini mencatatkan sejarah tersendiri sebagai galeri investasi syariah pertama yang berdiri di lingkungan pondok pesantren di wilayah DKI Jakarta. Prestasi ini semakin memperkuat posisi Pesantren Minhajurrosyidin sebagai pionir inovasi, mengingat sebelumnya pesantren ini juga telah mengoperasikan Reversible Vending Machine (RVM) untuk pengelolaan sampah nonorganik pertama di lingkungan pesantren se-Indonesia.

“Ini merupakan prestasi luar biasa bagi Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar,” ungkap Nuning.

Pendampingan Praktis bagi Calon Investor Muda

Sinergi ini juga melibatkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pihak swasta. Kemas M. Rumaiyar, Regional Head 3 Market Development BEI, menitipkan harapan agar fasilitas ini dapat diakses oleh mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum di sekitar pesantren. Fokus utamanya adalah keberlanjutan edukasi agar galeri ini tidak sekadar menjadi simbol seremonial.

“Kami berharap Galeri Investasi Syariah di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin tidak berhenti hanya pada peresmian hari ini, tetapi juga berlanjut melalui edukasi yang berkesinambungan bagi masyarakat,” tutur Kemas M. Rumaiyar.

Menanggapi kebutuhan akan bimbingan teknis, Andre Mahardika selaku Direktur Capital Market PT Phintraco Sekuritas, menyatakan komitmennya untuk membentuk kelompok studi pasar modal. Kelompok ini dirancang sebagai wadah bagi para santri untuk mendapatkan pendampingan langsung, mulai dari teori dasar hingga praktik transaksi saham syariah.

“Kelompok studi pasar modal ini nantinya akan membantu memberikan teori, sekaligus pendampingan praktik bagi calon investor muda di galeri investasi,” kata Andre Mahardika.

Mencetak Profesional di Bidang Ekonomi Syariah

Pimpinan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, KH Chairul Baihaqi, memandang amanah ini sebagai langkah besar untuk memperluas cakrawala santri. Ia ingin menghapus stigma bahwa pendidikan pesantren hanya terbatas pada ilmu agama, melainkan juga harus mampu mencetak pakar-pakar ekonomi yang berintegritas.

“Kami ingin memberikan wawasan yang lebih luas, tidak hanya soal agama, tetapi juga pengetahuan tentang trading syariah dan saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,” tegas KH Chairul Baihaqi.

Lebih jauh, ia berharap para alumni dari galeri investasi ini kelak dapat berkarier di lembaga-lembaga otoritas seperti OJK, Bursa Efek Indonesia, atau perusahaan sekuritas ternama, sehingga kontribusi nyata bagi ekonomi syariah nasional dapat terus terjaga.

“Kami memberikan pandangan yang berbeda. Tidak hanya masalah agama saja, tapi juga berusaha memberikan pengetahuan bagaimana trading syariah, kemudian juga mempunyai saham syariah dari beberapa emiten yang resmi di Bursa Efek Indonesia,” tutup KH Chairul Baihaqi.

Glossary Artikel

  • Inklusi Keuangan: Ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
  • Literasi Keuangan: Pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam pengelolaan keuangan.
  • EPICS (Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah): Program OJK yang bertujuan mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi di pusat-pusat komunitas seperti pesantren.
  • Pasar Modal Syariah: Seluruh kegiatan di pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam.
  • Sekuritas: Perusahaan yang memiliki izin untuk melakukan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek.
  • Emiten: Pihak atau perusahaan yang melakukan penawaran umum (menjual saham/obligasi) untuk mendapatkan modal dari masyarakat.
  • RVM (Reversible Vending Machine): Mesin otomatis yang memungkinkan pengguna menukarkan sampah (seperti botol plastik) dengan poin atau uang elektronik sebagai bagian dari program keberlanjutan lingkungan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.