Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan bersama jajaran Polres Tanah Laut membuktikan komitmen nyata dalam menyokong kedaulatan pangan melalui panen raya jagung serentak pada kuartal II tahun 2026. Berpusat di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (20/5), kegiatan ini berhasil mencatatkan total produksi hingga 100 ton jagung. Agenda strategis ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan langkah konkret Polri dalam menjaga stabilitas ketersediaan komoditas pangan di tingkat regional maupun nasional.
Detail Produksi dan Sebaran Lahan Panen
Lahan binaan Polres Tanah Laut seluas 5 hektare menjadi titik fokus utama dengan estimasi hasil mencapai 20 ton jagung. Namun, geliat produktivitas ini meluas hingga ke tujuh kabupaten lain di Kalimantan Selatan yang mengelola lahan seluas 20 hektare, menyumbangkan tambahan 80 ton jagung bagi stok daerah. Keberhasilan ini menempatkan Tanah Laut sebagai pilar penting dalam peta agrikultur provinsi.
Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, yang hadir mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan bahwa seluruh hasil panen ini telah diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan cadangan jagung pipil kering di pasar domestik.
"Hasil panen ini nantinya akan disalurkan kepada Bulog, pabrik pakan ternak, serta peternak mandiri. Upaya ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga jagung di pasaran," ujar Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi.
Selain meninjau lahan, Wakapolda juga memberikan apresiasi khusus kepada Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan. Kontribusi aktif melalui keterlibatan Puskoppol Polres Tanah Laut dalam mekanisme pembelian hasil panen dinilai sebagai langkah cerdas untuk memastikan kesejahteraan petani dan kelancaran rantai distribusi di wilayah yang memang dikenal sebagai sentra jagung tersebut.
Efektivitas Program dan Penyerapan Pasar
Data menunjukkan bahwa efektivitas program Ketahanan Pangan Polda Kalsel terus meningkat secara signifikan. Hingga saat ini, volume serapan jagung ke Bulog telah mencapai angka 105,654 ton. Capaian tersebut menjadi indikator valid bahwa integrasi antara manajemen lahan oleh aparat kepolisian dan sistem penyerapan pasar berjalan selaras demi memitigasi risiko kelangkaan pangan.
Kehadiran tokoh-tokoh penting, termasuk Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut, Anton Kuswoyo, mempertegas dukungan lintas elemen terhadap inisiatif kepolisian ini. Anton, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum FKUB Kabupaten Tanah Laut, memandang kolaborasi ini sebagai prototipe ideal sinergi antara aparat dan masyarakat sipil.
"Kami tentu sangat mendukung program ketahanan pangan yang dilaksanakan Polda Kalsel. Kegiatan panen raya jagung ini bukan hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah, aparat kepolisian, masyarakat, dan berbagai elemen organisasi. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, sehingga setiap pihak perlu berkontribusi sesuai kapasitasnya," ungkap Anton Kuswoyo.
Potensi Keberlanjutan Pertanian Lokal
Lebih lanjut, Anton menekankan pentingnya keberlanjutan program ini mengingat Tanah Laut memiliki karakteristik geografis yang sangat mendukung sektor agraria. Ia berharap momentum ini dapat memantik minat generasi muda untuk kembali menoleh ke sektor pertanian sebagai pilar ekonomi yang menjanjikan.
"Tanah Laut memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Karena itu, kami berharap program seperti ini dapat terus berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak masyarakat, termasuk generasi muda, agar semakin peduli terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan," tambah Anton saat memberikan keterangan di sela-sela acara panen raya.
Integrasi antara pengamanan wilayah dan pemberdayaan lahan tidur menjadi kunci utama keberhasilan Polda Kalsel dalam menciptakan ekosistem pangan yang mandiri. Melalui hasil nyata 100 ton jagung ini, optimisme terhadap ketahanan pangan di Kalimantan Selatan semakin kuat, sekaligus memberikan kepastian bagi para peternak mandiri akan ketersediaan bahan baku pakan yang stabil.
Glossary Ketahanan Pangan
- Jagung Pipil Kering: Butiran jagung yang telah dipisahkan dari tongkolnya dan dikeringkan hingga kadar air tertentu, biasanya digunakan untuk bahan baku pakan ternak atau industri.
- Bulog (Badan Urusan Logistik): Lembaga pangan di Indonesia yang mengurus tata laksana logistik pangan pokok, termasuk distribusi dan stabilitas harga.
- Kuartal: Periode waktu tiga bulan dalam satu tahun kalender (Kuartal II mencakup April, Mei, Juni).
- Sentra Produksi: Wilayah atau daerah yang menjadi pusat penghasil utama suatu komoditas tertentu dalam skala besar.
- FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama): Wadah yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi pemerintah untuk membangun dialog dan kerja sama antarumat beragama.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.