MAKASSAR – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memberantas praktik korupsi melalui pendekatan nilai-nilai spiritual, jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Sulawesi Selatan memenuhi undangan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk berpartisipasi dalam agenda Safari Keagamaan Antikorupsi. Pertemuan strategis ini berlangsung khidmat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (27/4/2026).
Sinergi Lintas Sektoral Demi Integritas Bangsa
Langkah preventif terhadap tindak pidana korupsi kini kian masif menyasar ranah keagamaan. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan manifesto penguatan integritas dan peran serta masyarakat dalam menjaga kejujuran kolektif. Hadir dalam acara tersebut, jajaran tinggi Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (ormas) Islam, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen sipil lainnya yang memiliki keresahan serupa terhadap isu korupsi.
Partisipasi LDII dalam agenda ini diwakili oleh dua figur penting di bidang hukum dan organisasi, yakni Dr. Mira Nila Kusum Dewi, S.H., LL.M., M.Kn selaku Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, didampingi oleh Kamsilanah Kamma, S.H., M.H., Ketua Biro Hukum dan HAM LDII Sulsel. Kehadiran mereka menegaskan bahwa ormas Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi garda terdepan dalam menyemai benih kejujuran sejak dari akar rumput.
"Kehadiran perwakilan DPW LDII Sulsel menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung gerakan antikorupsi serta memperkuat peran aktif dalam membangun masyarakat yang berintegritas," ujar perwakilan DPW LDII Sulawesi Selatan melalui keterangan resminya.
Membangun Benteng Moral di Lingkungan Beragama
Mencegah korupsi tidak cukup hanya dengan penegakan hukum yang keras di hilir, namun perlu pembenahan mental di hulu. Safari Keagamaan ini dirancang untuk memastikan bahwa nilai-nilai antikorupsi terinternalisasi dalam khotbah, pendidikan agama, hingga aktivitas kelembagaan sehari-hari. LDII memandang bahwa sinergi antara lembaga dakwah, pemerintah, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah kunci utama menciptakan tatanan sosial yang bersih.
Dalam forum tersebut, para tokoh yang hadir sepakat bahwa budaya integritas harus menjadi gaya hidup. Implementasinya dimulai dari transparansi pengelolaan dana sosial keagamaan hingga penanaman karakter jujur bagi generasi muda. LDII Sulsel sendiri secara konsisten telah mengintegrasikan nilai-nilai kejujuran sebagai bagian dari program delapan klaster kontribusi mereka untuk bangsa.
Melalui momentum Safari Keagamaan ini, diharapkan kesadaran kolektif mengenai bahaya laten korupsi semakin tajam. Bukan hanya sebagai wacana di tingkat elit, namun menjelma menjadi praktik nyata dalam interaksi sosial dan profesional di seluruh penjuru Sulawesi Selatan.
Glossary Safari Antikorupsi
- Integritas: Kualitas bertindak secara konsisten dengan nilai-nilai moral, etika, dan kejujuran tanpa kompromi.
- Safari Keagamaan: Serangkaian kegiatan kunjungan dan penyuluhan yang menggunakan pendekatan nilai-nilai agama untuk tujuan edukasi sosial.
- Preventif: Tindakan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya sesuatu hal (dalam hal ini, mencegah tindak pidana korupsi).
- Ormas: Organisasi Kemasyarakatan yang dibentuk oleh sukarelawan untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.