Sinergi Lintas Sektoral Demi Menjaga Harmonisasi Kota Kediri
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri, H. Moh. Salim, bersama Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kediri, Miftahur Rozak, melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi strategis ke Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, pada Senin pagi (11/5). Kunjungan ini merupakan langkah proaktif dalam merancang pertemuan akbar yang melibatkan tokoh lintas agama serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memperkokoh sendi-sendi toleransi dan stabilitas sosial di wilayah Kota Kediri.
Pertemuan yang berlangsung hangat di lingkungan pesantren tersebut difokuskan pada pembahasan teknis pelaksanaan kegiatan FKUB mendatang. Agenda ini tidak sekadar menjadi ajang seremoni, melainkan forum dialog mendalam untuk menjaga kondusivitas daerah melalui kolaborasi antar elemen masyarakat yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kota Kediri.
Pentingnya Merawat Toleransi Melalui Dialog
Dalam kesempatan tersebut, H. Moh. Salim menekankan bahwa kerukunan bukanlah sesuatu yang statis, melainkan nilai yang harus terus diupayakan dan dipelihara secara konsisten. Menurutnya, pertemuan lintas agama adalah momentum krusial untuk mempererat tali persaudaraan di tengah kemajemukan keyakinan masyarakat.
“Kerukunan itu harus terus dirawat melalui komunikasi dan silaturahim. Kami berharap kegiatan nanti dapat menjadi ruang kebersamaan seluruh tokoh agama dan Forkopimda untuk bersama-sama menjaga Kota Kediri tetap aman, damai, dan harmonis,” ujar H. Moh. Salim.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Kesbangpol Kota Kediri, Miftahur Rozak, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif yang mendorong persatuan bangsa. Ia menyoroti peran strategis tokoh agama dalam menjaga stabilitas wilayah agar tetap sejuk dan jauh dari potensi konflik horizontal.
“Sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah. Kami mengapresiasi Ponpes Wali Barokah yang selama ini aktif mendukung terciptanya suasana yang sejuk dan kondusif di Kota Kediri,” ungkap Miftahur Rozak.
Kesiapan Ponpes Wali Barokah Menjadi Tuan Rumah
Pihak manajemen Pondok Pesantren Wali Barokah menyambut positif rencana kegiatan ini. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki visi kebangsaan, pesantren berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan bagi berbagai pihak demi kepentingan nasional yang lebih besar. Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, menyatakan rasa hormatnya atas kepercayaan yang diberikan oleh FKUB dan Kesbangpol untuk menjadikan pesantrennya sebagai lokasi pertemuan penting tersebut.
“Kami merasa terhormat atas kepercayaan FKUB dan Kesbangpol untuk menempatkan kegiatan mulia ini di Ponpes Wali Barokah. Ini sejalan dengan visi kami untuk terus terbuka dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Kami siap mendukung sarana dan prasarana demi suksesnya pertemuan tokoh lintas agama dan Forkopimda nanti, sebagai ikhtiar kita bersama menjaga Kediri yang aman dan damai,” pungkas KH. Sunarto.
Agenda pertemuan yang direncanakan tersebut diprediksi akan menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan moderasi beragama di Kota Kediri. Dengan menghadirkan pemuka agama dari berbagai latar belakang keyakinan, organisasi kemasyarakatan, serta unsur pimpinan daerah, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih efektif untuk menjawab berbagai tantangan sosial di masa depan.
Glossary Artikel
- FKUB: Forum Kerukunan Umat Beragama, sebuah wadah dialog antar pemuka agama untuk menjaga toleransi.
- Kesbangpol: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, instansi pemerintah yang mengurusi stabilitas dan ideologi bangsa.
- Forkopimda: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, unsur pimpinan tertinggi di daerah (Walikota, Kapolres, Dandim, dll).
- Silaturahim: Istilah religius dan sosial untuk menjalin kembali atau mempererat tali persaudaraan.
- Kondusivitas: Keadaan yang tenang, aman, dan mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.