Memperkuat Pondasi Iman di Jantung Timika
TIMIKA — Ratusan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika memadati Masjid Miftahul Huda, Kota Timika, Papua Tengah, pada Minggu (10/5/2026). Agenda pengajian umum rutin ini digelar sebagai langkah strategis organisasi dalam memperkuat pondasi keimanan sekaligus merajut tali ukhuwah yang lebih erat di tengah dinamika masyarakat Papua Tengah yang heterogen.
Suasana tenang dan penuh kekhusyukan menyelimuti jalannya acara sejak pagi hari. Program pembinaan ini dirancang secara komprehensif, mencakup aspek literatur keagamaan yang mendalam hingga nasihat aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat. Fokus utamanya adalah memastikan setiap individu warga memiliki pemahaman agama yang lurus dan perilaku yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Bedah Tafsir Al Quran dan Al Hadits
Materi pengajian disampaikan oleh para pemateri yang kompeten di bidangnya. Sesi pertama diisi dengan bedah tafsir Al Quran yang dibawakan oleh Ustaz Taufik Ambar Purwanta. Penjelasan yang diberikan menitikberatkan pada pemahaman ayat secara tekstual dan kontekstual, guna memberikan panduan praktis bagi jamaah dalam menghadapi tantangan zaman.
Selanjutnya, sesi pendalaman Al Hadits dipimpin oleh Ustaz Budiono, anggota Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) LDII. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya meneladani sunah Nabi Muhammad SAW dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari tata cara ibadah hingga interaksi sosial harian. Hal ini sejalan dengan visi LDII untuk mencetak insan yang memiliki tri sukses generus: alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.
Nasihat Agama: Menjaga Integritas Hati
Bukan sekadar transfer ilmu, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi spiritual bagi jamaah. Dewan Penasehat LDII Mimika, Muh Amar, dalam nasihat agamanya mengingatkan bahwa eksistensi pengajian harus dipandang sebagai kebutuhan batin, bukan sekadar menggugurkan kewajiban organisasi.
“Pengajian bukan hanya rutinitas, tetapi momentum untuk memperdalam pemahaman agama, memperbaiki akhlak, dan memperkuat silaturahim antarwarga. Dengan ilmu, kita bisa menjaga hati tetap bersih dan istiqamah dalam beribadah,” ujar Muh Amar di hadapan jamaah yang menyimak dengan saksama.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kualitas iman seseorang berbanding lurus dengan kedalamannya dalam mengkaji ilmu agama. Tanpa pembinaan yang rutin, hati manusia rentan tergerus oleh pengaruh negatif lingkungan, sehingga pengajian menjadi benteng pertahanan spiritual yang sangat vital.
Komitmen Masjid Sebagai Pusat Pembinaan
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Mimika, La Ode Muh Norris Ashara, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga yang tetap terjaga. Menurutnya, konsistensi dalam melaksanakan pengajian umum ini adalah bukti nyata komitmen LDII Mimika dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat di Papua Tengah.
“Alhamdulillah, kegiatan pengajian rutin ini terus berjalan dengan baik. LDII Mimika berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, tempat belajar, dan sarana memperkuat kebersamaan,” tutur Norris menjelaskan arah kebijakan organisasi di tingkat daerah.
Norris menambahkan bahwa masjid harus mampu bertransformasi menjadi oase bagi umat, tempat di mana nilai-nilai luhur agama disemai dan dipraktikkan. Harapannya, melalui pembinaan yang intensif, warga LDII dapat menjadi teladan yang baik (uswatun hasanah) di lingkungan tempat tinggal masing-masing, serta memberikan kontribusi positif bagi harmoni kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Mimika.
Kegiatan pengajian umum ini diakhiri dengan doa bersama yang khidmat. Momentum ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan jamaah, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dan sosial di antara warga, menjadikan ukhuwah Islamiyah bukan sekadar jargon, melainkan realitas yang dirasakan manfaatnya secara langsung.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.