Padmono Hadi Ingatkan Pengurus LDII Klaten: Jangan Hanya Jadi Nama di SK, Harus Aktif Berkontribusi

Padmono Hadi Ingatkan Pengurus LDII Klaten: Jangan Hanya Jadi Nama di SK, Harus Aktif Berkontribusi

Perkuat Sinergi Akar Rumput, LDII Klaten Gelar Sarasehan Strategis

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Klaten mengambil langkah progresif dengan menggelar sarasehan koordinasi yang mempertemukan seluruh jajaran pimpinan di tingkat akar rumput. Acara yang berlangsung khidmat pada Minggu (3/5) ini dipusatkan di Masjid Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan forum strategis untuk memastikan setiap pengurus di tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) memiliki visi yang selaras dalam menjalankan program kerja organisasi secara konkret.

Forum ini dihadiri oleh jajaran elit organisasi, mulai dari Dewan Penasehat (Wanhat) DPD, pengurus harian, hingga perwakilan KIM (Komunikasi Informasi Media). Peserta yang memadati lokasi berasal dari berbagai wilayah krusial di Klaten, mencakup Kecamatan Ceper, Pedan, Trucuk, Karangdowo, Juwiring, Wonosari, Polanharjo, hingga Delanggu. Kehadiran para pimpinan ini menandakan tingginya urgensi konsolidasi organisasi di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.

Geopolitik Global dan Tantangan Ekonomi Lokal

Wakil Sekretaris DPD LDII Klaten, Ir. H. Handoyono, dalam paparan utamanya bertajuk “Konsolidasi Organisasi April 2026”, memberikan gambaran mendalam mengenai lansekap strategis saat ini. Beliau menekankan bahwa kondisi geopolitik dunia, seperti ketegangan di kawasan Teluk, memiliki dampak domino yang nyata hingga ke tingkat daerah. Isu penguasaan sumber daya dan jalur ekonomi dunia bukan lagi sekadar berita di televisi, melainkan ancaman terhadap stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat di daerah.

Menyikapi ketidakpastian ekonomi tersebut, Handoyono mengimbau warga LDII untuk proaktif melakukan adaptasi. Pola hidup hemat, peningkatan etos kerja, serta efisiensi penggunaan energi menjadi kunci utama dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global. Selain itu, ia juga membedah poin-poin krusial hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang baru saja usai pada April lalu, sebagai pedoman gerak organisasi ke depan.

Ketegasan Padmono Hadi: Akhiri Era 'Titip Nama' di SK

Sorotan utama dalam sarasehan ini jatuh pada pernyataan tegas Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten, H. Padmono Hadi. Beliau mengingatkan bahwa tanggung jawab sebagai pengurus adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar formalitas yang tertera dalam Surat Keputusan (SK).

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus PC dan PAC dapat menyamakan langkah dalam menjalankan program dakwah dan pembinaan umat secara terarah dan berkesinambungan,” ujar H. Padmono Hadi saat memberikan arahan.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa fungsi sarasehan adalah sebagai ruang dialektika untuk memecahkan hambatan di lapangan. Padmono tidak ingin ada pengurus yang pasif dan hanya menjadi penonton dalam pergerakan organisasi. Menurutnya, koordinasi yang kuat antara PAC, PC, dan DPD adalah fondasi utama agar solusi atas kendala dakwah dapat ditemukan dengan cepat dan tepat.

“Melalui sarasehan ini, para pengurus dapat menyampaikan kendala yang dihadapi sehingga dapat ditemukan solusi optimal bagi organisasi, baik di tingkat PAC, PC, maupun DPD,” tegas H. Padmono Hadi.

Dakwah di Era Digital: Optimasi New Media

Menutup rangkaian diskusi, aspek publikasi dan diseminasi informasi turut menjadi agenda prioritas. Taufik Fatoni dari KIM DPD LDII Klaten menyoroti pergeseran paradigma komunikasi menuju era new media yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI). Di tengah melimpahnya kegiatan positif LDII di Klaten, penggunaan media digital dianggap sebagai instrumen dakwah yang paling efektif dan efisien saat ini.

“Pemanfaatan gawai dapat menjadi sarana dakwah yang efektif. Jika dahulu dakwah dilakukan secara langsung di masjid, kini dapat dilakukan melalui media digital hanya dengan perangkat ponsel,” jelas Taufik Fatoni.

Melalui penguatan literasi digital ini, diharapkan setiap kegiatan positif di tingkat cabang dapat terekam dan tersebar luas ke masyarakat, memperkuat citra organisasi sebagai lembaga yang adaptif dan kontributif bagi bangsa. Sinergi antara militansi pengurus di lapangan dan kecakapan dalam mengelola informasi menjadi modal utama LDII Klaten dalam menyongsong masa depan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.