MAKASSAR – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persinas ASAD Sulawesi Selatan secara resmi menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Musprov) pada Sabtu, 16 Mei 2026. Bertempat di Gedung Manunggal Mini Kodam XIV Hasanuddin, agenda besar ini diproyeksikan menjadi batu loncatan strategis dalam membenahi struktur organisasi sekaligus memacu eskalasi prestasi pencak silat di bumi Celebes.
Perhelatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persinas ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur. Kehadiran beliau memberikan sinyalemen kuat mengenai pentingnya konsolidasi di tingkat daerah bagi kemajuan nasional. Dalam arahannya, H. Sukur menekankan bahwa forum Musprov bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan tanggung jawab organisasional yang harus dijalankan dengan integritas tinggi.
Menitikberatkan Etos Kerja dan Kontribusi Nyata
H. Sukur secara gamblang menyoroti perlunya transformasi mentalitas di jajaran pengurus maupun pelatih. Beliau memandang bahwa kunci keberhasilan atlet bukan hanya pada teknik di gelanggang, melainkan juga pada kualitas manajerial yang mengaturnya.
"Musprov adalah amanah organisasi. Kita harus menitikberatkan pada peningkatan etos kerja agar prestasi berjalan optimal, dan terus berprestasi sebagai sumbangsih nyata untuk provinsi Sulawesi Selatan. Pada kesempatan ini, saya titipkan pesilat ASAD kepada IPSI untuk bisa bekerja sama demi mendongkrak prestasi pencak silat kita," tegas Marsma TNI (Purn) H. Sukur.
Tidak hanya berbicara soal masa depan, Ketua Umum PB Persinas ASAD tersebut juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada H. Juhadi, sosok yang telah menakhodai Pengprov Persinas ASAD Sulawesi Selatan selama lebih dari satu dekade. Di bawah kepemimpinan H. Juhadi, perguruan ini dianggap berhasil bertransformasi menjadi organisasi yang produktif dalam menjaring dan membina talenta pesilat muda berbakat di wilayah tersebut.
Sinyal Positif dari IPSI Sulawesi Selatan
Gayung pun bersambut. Kehadiran Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Selatan, H. Muh Arif Hauding, menambah bobot legitimasi acara ini. Ia menilai Persinas ASAD sebagai salah satu eksponen terpenting dalam peta kekuatan pencak silat di Sulawesi Selatan yang memiliki struktur sangat solid.
Arif Hauding tidak ragu memuji konsistensi Persinas ASAD dalam menyuplai pesilat-pesilat berkualitas yang mampu bersaing di berbagai level kompetisi. Menurutnya, pertumbuhan jumlah dan mutu atlet ASAD menjadi indikator keberhasilan pembinaan internal mereka.
"Kami sangat mengapresiasi Persinas ASAD Sulsel dalam pembinaan prestasi dan sumbangsihnya untuk IPSI Sulsel. ASAD merupakan perguruan yang solid di Sulawesi Selatan. Salah satu buktinya adalah pesilat Persinas ASAD yang terus meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Ini adalah sinyal positif bagi dunia pencak silat kita," ungkap H. Muh Arif Hauding.
Lebih lanjut, pihak IPSI menaruh harapan besar agar hasil dari musyawarah ini dapat melahirkan nakhoda baru dengan visi yang lebih tajam. Sinergi yang telah terjalin erat selama ini diharapkan kian kokoh, sehingga pencak silat Sulawesi Selatan mampu mendominasi panggung prestasi, baik di kancah regional, nasional, hingga internasional.
Musprov Persinas ASAD Sulsel 2026 ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan manifesto untuk membawa warisan budaya bela diri bangsa menuju kejayaan yang lebih profesional dan bermartabat di masa depan.
Glossary Istilah
- Musprov: Musyawarah Provinsi, forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat provinsi.
- Persinas ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, organisasi bela diri pencak silat yang berfokus pada pelestarian budaya dan prestasi.
- IPSI: Ikatan Pencak Silat Indonesia, induk organisasi resmi untuk seluruh perguruan pencak silat di Indonesia.
- Pengprov: Pengurus Provinsi, badan eksekutif organisasi yang menjalankan kebijakan di wilayah provinsi.
- Etos Kerja: Semangat atau keyakinan yang menjadi ciri khas kerja seseorang atau kelompok dalam mencapai tujuan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.