MUI Mamuju Tengah Kukuhkan Pengurus Periode 2025-2030, LDII Tegaskan Komitmen Sinergi Pembinaan Umat

MUI Mamuju Tengah Kukuhkan Pengurus Periode 2025-2030, LDII Tegaskan Komitmen Sinergi Pembinaan Umat
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju Tengah secara resmi memulai babak baru pengabdian dengan mengukuhkan jajaran pengurus baru masa bakti 2025–2030. Agenda khidmat yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III ini dilangsungkan di Aula A Kantor Bupati Mamuju Tengah pada Sabtu (9/5/2026). Di tengah suasana penuh optimisme tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyatakan kesiapannya untuk melangkah bersama MUI dalam upaya memperkuat akidah dan merajut ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

    Inklusivitas sebagai Kunci Harmonisasi Umat

    Langkah strategis diambil oleh kepengurusan MUI Mamuju Tengah periode ini dengan mengedepankan prinsip keterbukaan. Ketua MUI Mamuju Tengah, Muhammad Anwar, mengungkapkan bahwa komposisi pengurus sengaja dirancang lebih inklusif. Pendekatan ini melibatkan berbagai representasi organisasi keagamaan guna memastikan setiap aspirasi umat dapat terwadahi dengan baik.

    “Kepengurusan kali ini kami susun lebih inklusif agar terbangun harmonisasi antarormas Islam serta memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas kehidupan beragama di Mamuju Tengah,” ujar Muhammad Anwar di sela-sela kegiatan.

    Selain fokus pada struktur organisasi, Anwar juga menyoroti tantangan teknis keagamaan yang mendesak, terutama menjelang perayaan Idul Adha. Kurangnya jumlah juru sembelih halal (Juleha) yang bersertifikat menjadi atensi khusus. Untuk menjawab masalah tersebut, MUI berencana menggelar pembinaan intensif bagi panitia kurban di masjid-masjid agar proses ibadah berjalan sesuai dengan syariat dan standar kesehatan yang berlaku.

    Mengejawantahkan Nilai 'Lalla’ Tassisara’'

    Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah. Bupati Arsal Aras dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap wajah baru pengurus MUI yang dinilai sangat representatif. Menurutnya, keragaman yang ada di dalam tubuh MUI adalah manifestasi nyata dari filosofi lokal "Lalla’ Tassisara’", sebuah prinsip yang menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan meski dalam perbedaan.

    “Keberagaman dalam MUI ini menjadi implementasi nilai toleransi, persaudaraan, dan saling menghargai dalam kehidupan beragama,” tutur Arsal Aras dengan penuh penekanan.

    Bupati Arsal juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjauhi perdebatan yang bersifat kontraproduktif terkait perbedaan pemahaman keagamaan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan fasilitas dan kebijakan terhadap program kerja MUI, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi syariah, hingga pemberdayaan sosial kemasyarakatan.

    Respon Positif dan Kesiapan LDII Mamuju Tengah

    Hadir dalam prosesi pengukuhan tersebut, Ketua DPD LDII Mamuju Tengah, Try Awan Purnomo, bersama Dewan Pembina DPD LDII Mamuju Tengah, Muh Jusuf. Kehadiran delegasi LDII ini bukan sekadar formalitas undangan, melainkan bentuk dukungan moril terhadap otoritas tertinggi ulama di daerah tersebut.

    “LDII siap mendukung MUI sebagai garda terdepan dalam membimbing umat, menjaga akidah, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” tegas Try Awan Purnomo.

    Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarorganisasi keagamaan adalah syarat mutlak untuk melahirkan pembinaan umat yang moderat dan menyejukkan. LDII berkomitmen untuk terlibat aktif dalam setiap program yang dicanangkan MUI, terutama yang bersentuhan langsung dengan penguatan karakter generasi muda dan dakwah yang bersifat konstruktif bagi kemaslahatan masyarakat luas.

    Prosesi pengukuhan itu sendiri dilakukan oleh Wakil Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Barat, Syamsumarlin, terhadap lebih dari 60 pengurus. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah Askary, jajaran Forkopimda, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Mamuju Tengah, Muhammad Hatta. Setelah seremonial usai, kegiatan langsung berlanjut ke sesi Rakerda untuk mematangkan program kerja lima tahun ke depan.

    Glossary: Istilah Terkait

    • Inklusif: Pendekatan yang bersifat mengajak atau melibatkan berbagai kelompok secara terbuka tanpa membeda-bedakan.
    • Harmonisasi: Upaya untuk menyelaraskan atau menyerasikan hubungan antarpihak agar tercipta kerukunan.
    • Ukhuwah Islamiyah: Konsep persaudaraan antar sesama pemeluk agama Islam.
    • Lalla’ Tassisara’: Kearifan lokal yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jalinan persaudaraan yang tak terpisahkan.
    • Rakerda (Rapat Kerja Daerah): Forum formal untuk menyusun rencana kerja strategis organisasi di tingkat daerah.
    • Juleha: Akronim dari Juru Sembelih Halal, tenaga terampil yang bertugas menyembelih hewan sesuai syariat Islam.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.