Logo Hari Buku Nasional 2026 & HUT Ke-46 Perpustakaan Nasional RI — Makna & Filosofi | Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa

Logo Hari Buku Nasional 2026 & HUT Ke-46 Perpustakaan Nasional RI — Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa

Logo Hari Buku Nasional 2026 & HUT Ke-46 Perpustakaan Nasional RI

"Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa"

17 Mei 2025 Perpusnas RI 8 menit baca
Logo Resmi HUT Ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia — Merawat Pustaka Memartabatkan Bangsa

Tema 46 Tahun Perpustakaan Nasional

"Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa"

Pengelolaan pengetahuan yang berkelanjutan mendorong literasi, membentuk bangsa yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

Hari Perpustakaan Nasional RI

Hari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia diperingati setiap tanggal 17 Mei, bersamaan dengan Hari Buku Nasional RI. Peringatan ini menandai berdirinya Perpustakaan Nasional pada 17 Mei 1980 dan menjadi momentum refleksi untuk meningkatkan literasi, budaya baca, serta pelestarian budaya bangsa.

Dilansir di laman resmi Perpustakaan Nasional, momentum HUT ke-46 Perpustakaan Nasional dengan tema "Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa" mencerminkan dua mandat utama: pelestarian pengetahuan dan peningkatan kualitas bangsa melalui literasi. Untuk itu, diperlukan pedoman identitas visual yang terstandar agar komunikasi berjalan konsisten, terpadu, dan memperkuat citra lembaga secara nasional.

"Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa" menegaskan bahwa pengelolaan pengetahuan yang berkelanjutan mendorong literasi, yang pada akhirnya membentuk bangsa yang cerdas, kritis, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Perpusnas sebagai institusi literasi nasional.

Filosofi Logo Resmi

Logo HUT ke-46 Perpustakaan Nasional merepresentasikan tema "Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa" melalui elemen visual terintegrasi yang menggambarkan proses berkelanjutan dalam menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan pengetahuan. Filosofi ini menegaskan bahwa literasi adalah proses dinamis yang melibatkan peran aktif manusia, institusi, dan ekosistem pengetahuan.

Ikon Pensil

Melambangkan proses aktif dalam merawat pustaka melalui kegiatan menulis, mencipta, dan memperkaya pengetahuan. Elemen ini menegaskan bahwa pustaka bukan sekadar kumpulan informasi, melainkan ekosistem hidup yang terus berkembang melalui peran manusia dalam menjaga, mengolah, dan mewariskan literasi dari generasi ke generasi.

Ikon Buku

Merepresentasikan pusat pengetahuan sekaligus inti dari pustaka. Elemen ini mencerminkan komitmen Perpusnas dalam merawat, menyimpan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara inklusif dan berkelanjutan, sebagai kontribusi nyata dalam memartabatkan bangsa melalui penguatan literasi.

Ikon Tunas

Melambangkan pertumbuhan pengetahuan sebagai fondasi literasi berkelanjutan. Elemen ini mencerminkan harapan dan upaya kolektif dalam menumbuhkan budaya literasi yang kuat, sebagai prasyarat terbentuknya masyarakat yang cerdas, adaptif, dan bermartabat di tengah dinamika zaman.

Angka 46

Merepresentasikan usia Perpustakaan Nasional sebagai simbol perjalanan, kematangan, dan konsistensi dalam menguatkan budaya literasi nasional. Angka ini menegaskan komitmen berkelanjutan Perpusnas dalam membangun masyarakat berbasis pengetahuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan bangsa yang maju dan bermartabat.

Bentuk Integratif Logo

Logo ini menggambarkan alur strategis yang utuh: dari pengetahuan yang dirawat, literasi yang tumbuh, hingga bangsa yang dimartabatkan. Buku terbuka melambangkan akses inklusif, sementara pensil dan tunas mencerminkan proses pengembangan literasi secara berkelanjutan.

Pengetahuan Dirawat
Literasi Tumbuh
Bangsa Dimartabatkan

Secara keseluruhan, logo menjadi simbol visi Perpusnas dalam menjadikan literasi sebagai fondasi bangsa yang cerdas, inklusif, dan bermartabat. Berikut makna warna yang digunakan pada logo:

Biru Ilmu dan Kredibilitas
Hijau Pertumbuhan & Keberlanjutan
Abu-abu Tua Stabilitas & Kedewasaan

Seputar Hari Perpustakaan Nasional

  • Sejarah

    Ditetapkan bertepatan dengan berdirinya Perpusnas RI pada 17 Mei 1980, sering kali dihubungkan dengan Hari Buku Nasional. Sejak saat itu, tanggal ini menjadi momen penting untuk mengenang dan memaknai peran perpustakaan bagi peradaban bangsa.

  • Perayaan

    Sering dirayakan dengan berbagai kegiatan literasi seperti pameran buku, bedah buku, dan webinar, contohnya program Perpusnas Press. Kegiatan ini melibatkan masyarakat luas dalam semangat meningkatkan minat baca dan budaya literasi.

  • Tujuan

    Menegaskan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan sumber informasi yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, serta mendorong terwujudnya masyarakat berbasis pengetahuan yang cerdas dan bermartabat.

Pedoman Visual Identitas Logo 2026
Download