Live Haji 2026 — Melempar Jumroh di Mina
Siaran langsung ritual melempar jumroh pada hari ke 11 sampai 13 Dzulhijjah 1447 H di Jamarat, Mina. Saksikan jamaah haji Indonesia melaksanakan rukun haji ini secara real-time.
Tentang Ritual Melempar Jumroh
Melempar jumroh adalah salah satu rukun haji yang dilaksanakan di Jamarat, Mina, pada tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah. Ritual ini merupakan simbolisasi perjuangan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya dalam menolak godaan setan yang berusaha menghalangi ketaatan kepada Allah SWT.
Terdapat tiga tiang jumroh yang masing-masing memiliki makna filosofis: Jumroh Ula (kecil), Jumroh Wustha (tengah), dan Jumroh Aqabah (besar). Setiap jamaah haji wajib melempar ketiga tiang tersebut dengan jumlah kerikil yang ditentukan sesuai hari pelaksanaan.
Informasi Pelaksanaan
Ketiga Tiang Jumroh
Tata Cara Melempar Jumroh
- Mengambil kerikil seukuran kacang hijau di Muzdalifah atau Mina. Kerikil tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil.
- Berangkat menuju Jamarat setelah terbit matahari pada hari yang ditentukan. Dianjurkan berjalan kaki bagi yang mampu.
- Melempar Jumroh Aqabah terlebih dahulu pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) dengan 7 kerikil sambil bertakbir setiap lemparan.
- Pada hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah), memulai dari Jumroh Ula, kemudian Wustha, lalu Aqabah — masing-masing 7 lemparan.
- Setelah melempar tiang jumroh, dianjurkan berdoa di sisi tiang. Doa dipanjatkan setelah melempar Jumroh Ula dan Wustha, tetapi setelah Aqabah langsung beranjak.
- Mengulangi proses pada hari ke-12 dan ke-13 bagi jamaah yang memilih nafar tawi (bertambah satu hari di Mina). Jumlah total kerikil: 70 butir untuk 3 hari, atau 49 butir untuk 2 hari.
Sesungguhnya Ibrahim AS membatalkan (melempar) jumroh seperti yang kalian lihat, dan telah turun kepadaku wahyu berkenaan dengan jumroh ini hingga hari kiamat, maka lemparlah oleh kalian ketiga jumroh ini.
— HR. Muslim, no. 1297 — dari Jabir bin Abdullah RA