PALU – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Tengah kembali mempertegas komitmen filantropinya dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, warga LDII di seluruh pelosok Bumi Tadulako berhasil menghimpun dan menyalurkan total 413 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 372 ekor sapi dan 41 ekor kambing.
Langkah religius ini bukan sekadar menjalankan syariat, melainkan manifestasi konkret dalam memperkuat kohesi sosial dan merajut tali silaturahmi antarwarga. Pendistribusian daging kurban ini menyasar masyarakat di sekitar lingkungan masjid-masjid LDII yang tersebar luas di berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah, menjangkau mereka yang membutuhkan tanpa sekat perbedaan.
Tren Positif Kesadaran Berkurban yang Terus Meningkat
Jika menilik data statistik beberapa tahun terakhir, semangat warga LDII Sulawesi Tengah dalam beribadah kurban menunjukkan grafik yang impresif. Peningkatan ini menjadi sinyal positif terhadap pemulihan ekonomi masyarakat pascapandemi serta tingginya tingkat ketakwaan warga.
- Tahun 2024: Tercatat sebanyak 373 ekor (352 sapi dan 21 kambing).
- Tahun 2025: Mengalami kenaikan menjadi 397 ekor (357 sapi dan 40 kambing).
- Tahun 2026: Melonjak signifikan hingga menyentuh angka 413 ekor (372 sapi dan 41 kambing).
Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah, Zulkifli Lasami, menekankan bahwa esensi dari kegiatan besar ini adalah untuk mengetuk pintu empati setiap individu terhadap sesama manusia.
"Ibadah kurban ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum penting untuk mengetuk kepedulian sosial kita. Kami ingin memastikan warga yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan yang sama di hari yang suci ini," ujar Zulkifli Lasami saat memberikan keterangannya terkait distribusi hewan kurban tersebut.
Dampak Masif bagi Ekonomi Kerakyatan
Di balik dimensi spiritualnya, geliat kurban yang dimotori oleh LDII Sulteng ini membawa efek domino positif bagi sektor ekonomi riil, khususnya bagi para peternak lokal. Dengan serapan ratusan ekor ternak, perputaran uang dalam proses pengadaan hewan kurban diproyeksikan mencapai angka miliaran rupiah.
Aliran dana segar ini secara langsung menyentuh para peternak di wilayah Sulawesi Tengah, membantu meningkatkan kesejahteraan mereka sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah. Hal ini selaras dengan harapan LDII agar momentum Idul Adha tidak hanya meninggalkan jejak pahala, tetapi juga menciptakan tatanan sosial yang harmonis, toleran, dan penuh keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Glossary: Memahami Istilah
- Bumi Tadulako: Sebutan populer bagi Provinsi Sulawesi Tengah, merujuk pada gelar pahlawan atau pemimpin yang berani.
- Filantropi: Tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia sehingga menyumbangkan waktu, uang, atau tenaga untuk menolong orang lain.
- DPW: Dewan Pimpinan Wilayah, struktur kepengurusan organisasi di tingkat provinsi.
- Kohesi Sosial: Ikatan sosial yang kuat antar anggota masyarakat yang memungkinkan mereka bekerja sama secara harmonis.
- Syariat: Hukum atau aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.