LDII Sukoharjo Gembleng Karakter dan Kemandirian Ratusan Remaja Lewat Bootcamp Generus Susela

LDII Sukoharjo Gembleng Karakter dan Kemandirian Ratusan Remaja Lewat Bootcamp Generus Susela

KARANGANYAR – Sebagai upaya konkret membenteng diri dari dampak negatif perubahan zaman, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sukoharjo menginisiasi program pembinaan intensif bertajuk Bootcamp Generus Susela. Kegiatan yang berlangsung di kawasan alam terbuka Bumi Perkemahan Kampung Gunung Ngargoyoso, Karanganyar, pada 16–17 Mei 2026 ini, fokus pada penguatan mental, kedisiplinan, dan kemandirian generasi muda.

Sebanyak 100 remaja setingkat SMP hingga SMA yang berasal dari Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru terlibat aktif dalam agenda ini. Suasana pegunungan yang asri sengaja dipilih untuk memberikan ruang refleksi sekaligus tantangan fisik bagi para peserta, jauh dari hiruk-pikuk distraksi teknologi harian.

Membangun Karakter di Luar Ruang Kelas

Ketua Panitia Pelaksana, Aris Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pola pendidikan karakter yang hanya mengandalkan teori di dalam kelas tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan masa kini. Menurutnya, pengalaman empiris di lapangan jauh lebih efektif dalam membentuk jati diri seorang remaja.

“Kegiatan ini dirancang untuk melatih disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama. Kami ingin peserta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mampu menjaga hubungan sosial dengan baik,” ujar Aris Budi Prasetyo saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.

Selama dua hari satu malam, para peserta diwajibkan mengikuti jadwal yang ketat. Mulai dari manajemen waktu ibadah, menjaga kebersihan tenda secara mandiri, hingga koordinasi tim dalam berbagai simulasi kegiatan lapangan. Alur pembinaan ini sengaja dikonstruksi untuk memicu inisiatif pribadi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Aris menambahkan bahwa Bootcamp ini berfungsi sebagai laboratorium kehidupan bagi para remaja. Di sini, mereka belajar menempatkan ego di bawah kepentingan kelompok serta memahami nilai penting dari sebuah proses yang teratur.

Resiliensi Menghadapi Perubahan Sosial

Kegiatan ini juga mendapat pendampingan langsung dari jajaran pengurus Penggerak Pembina Generus (PPG) Sukoharjo, termasuk Sidik, Suwandaryo, Agus Sriyanto, Pudiyanto, Udin, dan Katno. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan motivasi sekaligus memastikan nilai-nilai religiusitas tetap terintegrasi dalam aktivitas fisik mereka.

Sidik, salah satu pembina remaja, menekankan pentingnya keseimbangan antara literasi teknologi, kematangan sosial, dan fondasi spiritual. Menurut pandangannya, arus perubahan sosial yang begitu cepat harus dihadapi dengan ketahanan mental yang kokoh agar etika dan moral tetap terjaga.

“Remaja perlu dibekali akhlak, disiplin, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif di lingkungan sekitar,” tegas Sidik.

Visi Menyiapkan SDM Unggul

Ketua DPD LDII Kabupaten Sukoharjo, Dalono Abdul Rosyid, memandang bahwa pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang organisasi. Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas adalah kunci agar generasi penerus siap memikul tanggung jawab di masa depan.

Dalono menyoroti bahwa kompleksitas masalah remaja saat ini memerlukan pendekatan yang terarah dan komprehensif. Bootcamp dinilai sebagai metode yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur organisasi secara natural.

“Kami ingin generasi muda memiliki akhlak yang baik, mandiri, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Pembinaan seperti ini penting agar mereka siap menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” tutur Dalono Abdul Rosyid menutup pernyataannya.

GLOSARI ARTIKEL

  • Bootcamp: Program latihan intensif yang biasanya dilakukan di lapangan untuk membangun keterampilan atau karakter tertentu dalam waktu singkat.
  • Generus: Singkatan dari Generasi Penerus; istilah yang umum digunakan dalam pembinaan remaja di lingkungan LDII.
  • Susela: Akronim wilayah pembinaan (Sukoharjo-Selatan) yang meliputi wilayah Bulu, Tawangsari, dan Weru.
  • PPG (Penggerak Pembina Generus): Lembaga fungsional di bawah struktur LDII yang khusus menangani manajemen pembinaan anak didik dari usia dini hingga usia nikah.
  • Resiliensi: Kemampuan individu untuk bangkit kembali atau beradaptasi dengan baik saat menghadapi tantangan atau perubahan sulit.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.